Sidang Tilang Online, Pelanggar Tak Lagi Harus Hadir

0
37

Payakumbuh, Dekadeposcom.

Pengadilan Negeri Payakumbuh luncurkan dan terapkan sidang tilang online, jumat (20/1/2017). Peluncuran sidang tilang online ini dihadiri langsung oleh plt. Walikota Payakumbuh Priadi Syukur, Kajari Payakumbuh Hasbi, Kapolres Payakumbuh Akbp Kuswoto dan Kasatlantas Iptu. Yudi Satria, wakil ketua dprd suparman, dan kadishub adrian.
Ketua pn payakumbuh efendi melalui waka pn payakumbuh jarot widiyatmo mengatakan sidang tilang online ini sebagai implementasi penyelenggaraan peradilan sesuai asas sederhana, cepat dan biaya ringan serta untuk membuka akses yang luas dan memudahkan bagi masyarakat, pengadilan negeri payakumbuh akan menerapkan perma no. 12 tahun 2016. Perma ini tentang tata cara penyelesaian perkara pelanggaran lalu lintas dimana menentukan bahwa hakim ditunjuk menyelesaikan perkara pelanggaran lalu lintas (tilang), memutus perkara tanpa hadirnya pelanggar dan mengeluarkan putusan berisi besaran denda pada sidang yang di tentukan pada pukul 08:00 waktu setempat.

IMG20170120092105
“ini merupakan tindak lanjut dari peraturan baru mahkamah agung terkait perma no. 12 tahun 2016. Di sumbar, kita yang terdepan melaksanakan perma ini,” ujar waka pn payakumbuh.
Ia menjelaskan sidang online ini bukan berarti sidang secara online, dimana hakim dan pelanggar sama-sama online seperti game online. Lebih lanjut, ia mengatakan sidang online ini artinya setelah persidangan perkara tilang ini dilaksanakan di pn, masyarakat dapat langsung melihat besaran dendanya secara langsung di website www.pn-payakumbuh.go.id
IMG20170120085142
“untuk mengetahui putusan tentang besaran denda dimaksud, masyarakat yang di tilang di wilayah hukum pengadilan negeri payakumbuh dapat melihatnya pada website resmi pengadilan negeri payakumbuh http://pn-payakumbuh.go.id ataupun pada pengumuman “sidang tilang online” yang terdapat di kantor pengadilan negeri payakumbuh. Kemudian pengumuman tersebut akan di unggah dan ditempelkan pada hari persidangan yang telah ditentukan dalam berkas tilang paling lambat pukul 09.00 wib,” ujar jarot.

Menindaklanjuti peraturan baru mahkamah agung (ma) terkait peraturan ma (perma) no. 12 2016 tentang sidang tilang, dengan aturan bagi pengendara yang terkena tilang tidak perlu menjalani sidang tilang hal tersebut belum berlangsung maksimal di pengadilan negeri (pn) sleman. Humas pn sleman ayun kristiyanto mengatakan, perma tersebut memang sudah disosialisasikan namun akan mulai dijalankan pada tahun 2017. Meski demikian, kata ayun, untuk melaksanakan perma tersebut sebelumnya diperlukan koordinasi dengan instansi lain seperti kejaksaan dan kepolisian. Selain itu juga harus ada sosialisasi bagi masyarakat terkait peraturan baru tersebut.
2

1

3
“sesuai isi perma itu akan mulai tahun 2017, kami sedang mempersiapkan. Karena untuk menjalankan peraturan tersebut harus ada koordinasi dengan pihak terkait. Sebagian di pn sleman untuk tilang online sudah diberlakukan,” kata ayun, jumat (30/12/2016). Dikatakannya, selama ini di pn sleman masih dilaksanakan sidang hanya saja proses sidangnya yang dipercepat. Kata dia, kemungkinan mulai bulan januari minggu kedua atau ketiga saat sudah ada kesamaan visi dengan pihak lain peraturan tersebut bisa dilaksanakan.

Lebih lanjut ia mengatakan adanya perma tersebut guna mengurangi peran pengadilan untuk melaksanakan sidang. Dengan demikian saat pengendara terkena tilang, pn hanya memberikan tabel denda pelanggaran yang harus dibayarkan oleh pengendara dengan ketentuan waktu yang juga sudah ditetapkan.

“jadi sesuai perma disebut nantinya, dalam waktu sidang yang ditentukan saat sidang dibuka hanya di sebutkan denda tilangnya berapa kemudian sidang ditutup lagi,” ujarnya.

Kemudian untuk menghindari kesalahpahaman di masyarakat contohnya pada e-tilang. Berkas yang digunakan sesuai dalam perma adalah berkas yang berwarna merah itu diperuntukkan bagi pengendara yang mau bersidang. “sementara e-tilang biasanya berkas yang dikasih adalah berkas biru. Tapi jika pengendara yang meminta berkas merah nanti yang akan mengikuti peraturan sesuai perma,” katanya. (Esha Tegar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here