Sisihkan Ratusan Sekolah, MTSN 1 Koto Nan Ampek, Wakili Sumbar dalam Lomba LSS

0
41

Payakumbuh, Dekadepos.com

Berhasil menyisihkan ratusan sekolah lainnya di Kota dan Kabupaten di Sumatera Barat, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Koto Nan Ampek Payakumbuh, akhirnya mewakili Sumatera Barat dalam Lomba Sekolah Sehat (LSS) 2017 tingkat SMP. Sekolah agama favorit Kota Payakumbuh itu, melakukan Pembenahan total yang dilakukan sejak tahun 2012. Baik dilini penyediaan sarana dan infrastruktur sekolah berbasis lingkungan untuk menyamankan para siswa serta guru dalam melaksanakan Proses Belajar dan Mengajar (PBM) dan membangun pola hidup bersih. Hal itu menjadi kunci MTsN 1 Koto Nan Ampek Payakumbuh bisa terpilih sebagai wakil Sumbar dalam LSS 2017.

Penilaian lomba sekolah sehat (LSS) 2017 bahkan dilakukan langsung oleh tim pusat yang terbagi dari 3 kementerian yakni Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Kesehatan. Tim penilai ini sendiri langsung datang ke Kota Payakumbuh, Selasa (16/5) untuk melihat secara langsung dari dekat MTsN 1 Koto Nan Ampek Payakumbuh. Kepala Sekolah MTsN 1 Koto Nan Ampek Payakumbuh, Sahidin menuturkan untuk maju sebagai perwakilan Sumatera Barat dalam Lomba Sekolah Sehat (LSS) 2017, pihaknya harus menyisihkan ratusan kontestan dari sekolah lain di Sumatera Barat sejak tahun 2015.

“Awalnya, di tahun 2015 dilakukan LSS tingkat kecamatan dan Kota Payakumbuh tingkat SMP. Disini MTsN menduduki peringkat pertama dan lolos ke tingkat provinsi. Nasib baik masih memihak MTsN 1 Koto Nan Ampek Payakumbuh di tahun 2016. Sekolah ini juga menempati peringkat pertama dan di tahun 2017 ini menjadi satu-satunya sekolah tingkat SMP yang mewakili Sumbar ke tingkat Nasional,” kata Sahidin kepada Haluan, usai Audiensi di depan Tim Penilai LSS 2017 di Aula Balaikota Payakumbuh, Selasa (16/5).

Ditargetkannya, MTsN 1 Koto Nan Ampek Payakumbuh bisa menjadi 3 besar dan diundang ke Istana negara saat HUT RI 17 Agustus 2017 mendatang. “Kami siap dinilai dan sudah melakukan semaksimal mungkin. Target kami menang dan menjadi 3 besar LSS 2017 ini. Nantinya Sekolah kami bisa diundang ke Istana Negara RI karena penghargaannya diserahkan disana saat HUT RI 2017 mendatang,” kata Sahidin.

Salah satu tim penilai LSS 2017, Zulkifli mengatakan Penilaian tidak hanya berdasarkan infrastruktur dan sarana prasana sekolah berbasis lingkungan saja, namun proses dan beberapa indicator sekolah sehat juga dinilai. “Tidak hanya sarana dan prasarana yang berbasis lingkungan saja. Namun, nilai terpentingnya adalah bagaimana proses dan pelaksanaan sekolah untuk mencapai sekolah sehat. Ada indicator yang harus dipenuhi oleh sekolah,” kata Zulkifli.

Untuk melihat dan menguji proses ini terlaksana selama ini, tim penilai melakukan questioner kepada siswa, guru dan komite sekolah. Dari sini tim penilai bisa melihat bagaimana proses pelaksanaan sekolah sehat terlaksana dengan baik atau tidak. “Jadi dengan questioner ini bisa kami melihat apakah pelaksanaan sekolah sehat ini dilakukan dengan instan atau tidak. Nilai yang terpenting kami berada di sini karena yang utama adalah proses dan pelaksanaannya,” kata Zulkifli lagi.

Sementara itu Asisten II, Amirul Dt Karayiang mengatakan Pemko Payakumbuh terlibat aktif dalam mewujudkan sekolah sehat di seluruh sekolah di Kota Payakumbuh. Termasuk dalam mendukung terciptanya MTsN sebagai Sekolah sehat yang sekarang mewakili Sumbar di LSS 2017 tingkat nasional. “Kami selalu aktif mendorong mewujudkan sekolah sehat di seluruh sekolah. Tidak hanya MTsN 1 Koto Nan Ampek saja. Tapi seluruh sekolah mulai dari TK hingga SMA. Keaktifan kami ini langsung dibimbing oleh Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan,” kata Amirul.
Ia juga mengatakan dalam komitmen untuk menjadikan seluruh sekolah si Payakumbuh sebagai sekolah sehat ini bentuk keseriusan Pemko Payakumbuh untuk mengembangkan watak generasi bangsa dalam orientasi lingkungan, kesehatan dan intelektual. (Esha Tegar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here