Supardi: Kembangkan Wisata Budaya Melalui PBF 2017

0
37
Supardi (Kanan) Anggota DPRD Propinsi Sumbar saat meninjau Lokasi PBF 2017

Payakumbuh, Dekadepos.com

Payakumbuh Botuang Festival 2017 merupakan kegiatan seni budaya yang bertemakan bambu (Botuang) yang dikemas dalam berbagai bentuk pertunjukkan, kuliner, dan instalasi. PBF 2017 ini juga salah satu langkah pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas di Payakumbuh.

Supardi, salah seorang anggota DPRD Provinsi Sumatra Barat yang ambil bagian dalam mendukung kegiatan PBF 2017 mengatakan saat ini pariwisata yang tengah berkembang adalah wisata budaya. Selain pesona alam yang Indah, wisata budaya kini menjadi salah satu daya tarik tersendiri terutama dalam meningkatkan ekonomi kreatif dan tingkat kunjungan wisatawan ke sebuah daerah.

“Botuang ini sangat menarik dan itu berada di Payakumbuh. Banyak daerah yang memiliki nama terkait Botuang atau bambu, di antaranya Aur Kuning, Subarang Batuang, Balai Batuang, dan Parak Batuang. Sehingga iven PBF yang diiniasi oleh seniman Payakumbuh ini sangat cocok untuk menjadikan PBF 2017 menjadi sebuah iven budaya yang dikemas dalam bentuk pertunjukkan seni, kuliner, dan lainnya,” kata Supardi didampingi Ketua DPRD Payakumbuh YB Dt. Parmato Alam saat mengikuti gotong royong bersama masyarakat Nagari Aua Kuniang, Minggu 5 November 2017 lalu.

Ia menilai PBF 2017 ini dapat menjadi sebuah iven rutin yang mengangkat kearifan lokal khususnya di Payakumbuh. Hal ini juga diperkuat dengan adanya dukungan penuh dari Gubernur Sumbar dan Dinas Kebudayaan Sumbar serta pemerintahan Provinsi yang memberikan bantuan baik moril maupun materil.

“Pemprov antusias mendukung iven dan menyadari bahwa  Botuang atau Bambu ini adalah aset daerah yang sangat berpotensi untuk dikembangkan. Apresiasi juga diberikan kepada pemerintah daerah Payakumbuh serta Tim Kreatif serta seniman Payakumbuh yang telah peduli menginisiasi dihelatnya iven Payakumbuh Botuang Festival ini,” ujar Supardi.

Sementara itu, Ketua DPRD Payakumbuh YB Dt. Parmato Alam berharap PBF 2017 ini akan berdampak terhadap ekonomi kreatif masyarakat serta pariwisata Kota Payakumbuh. Sehingga potensi Payakumbuh yang dalam hal ini adalah seni budaya dapat berkembang serta semakin dikenal oleh masyarakat luas baik tingkat daerah, nasional, dan internasional.

“Wisata budaya seperti ini perlu kita kemas dengan baik dan menjadikan ini sebagai sebuah daya tarik wisata bagi daerah. Sehingga in tentunya akan berdampak terhadap ekonomi masyarakat karena banyak kunjungan dari wisatawan yang akan datang,” kata Ketua DPRD Payakumbuh.

Ia pun berharap kegiatan ini terus berlanjut dan secara bertahap terus dikembangkan serta dievaluasi sehingga dapat menjadikan Payakumbuh sebagai tujuan wisata budaya di Sumbar. Ia juga mengimbau seluruh stakeholder yang ada dapat bersinergi dalam menyukseskan iven yang akan dihelat sejak 26 November hingga 2 Desember mendatang tersebut. (Est)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here