Tabligh Akbar di Payakumbuh, ini kata Pimpinan Majelis Mujahidin Indonesia

0
159

Payakumbuh. Dekadepos.com

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pergantian malam tahun baru di Kota Payakumbuh yang biasanya kental dengan kegiatan hura-hura kita tidak begitu terlihat lagi, meski sejak beberapa hari terakhir sejumlah penjual terompet sudah terlihat berjejer di Pusat Kota Payakumbuh.

Pandangan yang berbeda justru terlihat di Halaman Mesjid Baitul Islam Lampasi Kecamatan Lampasi Tigo Nagari, Ratusan orang umat Islam yang datang dari berbagai tempat mengikuti Tabligh Akbar yang merupakan kerjasama GNPF, PEMKOT Payakumbuh serta FMM. Kegiatan tersebut digelar pada Sabtu (31/12) sekitar pukul 21.00 Wib. Tabligh Akbar yang dihadiri Irfan S. Awwas, Ketua Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) mengambil tema merajut ukhuwah bersama Al-Quran. Selain dihadiri ustad asal Kota Gudeg Yogyakarta itu, juga hadir sejumlah ustad. Diantaranya, Ustad. Zaitun Rasmin, Wasekjen MUI Pusat serta Ustad Fahmi Salim.

img-20170103-wa0002

Dalam pembukaan acara, Ustad Doni menyebutkan bahwa kegiatan yang digelar itu merupakan sarana untuh muhasabah diri dan mendekatkan diri kepada Allah. Ia menyebutkan bahwa biasanya kegiatan malam pergantian malam tahun baru diisi dengan kegiatan yang bersifat hura-hura.

“ Mudah-mudahan kegiatan Tabligh Akbar ini bisa semakin mendekatkan diri kita kepada Allah. Sebab biasanya pergantian tahun diisi dengan kegiatan hura-hura”. Sebutnya.

img-20170103-wa0001
Sementara, Ketua Panitia Pelaksana Tabligh Akbarm Ustad Aulia Ardi menyebutkan bahwa dengan kegiatan yang digelar tersebut merupakan perjuangan dalam rangka menghidupkan siar-siar Islam ditengah tengah kehidupan masyarakat. Ia juga menambahkan bahwa, kegiatan Tabligh Akbar yang digelar bukanlah sebagai bentuk dalam rangka peringatan Malam tahun baru 2017.

“ Mari kita gunakan hidup yang hanya sekali untuk beramal. Kehidupan kita sangat tergantung kepada Allah, meski tidak sedikit yang melupakan Allah. Dengan digelarnya kegiatan ini,bukan berarti kita memperingati tahun baru. Mudah-mudahan kita semua bisa menanamkan dalam dirinya kenapa bisa datang dalam kegaiatan ini”. Ucapnya.

Wakil Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustad Zaitun Rasmin, dalam ceramah singkatnya menyampaikan bahwa kegiatan tabligh akbar yang digelar itu lebih baik daripada mengikuti pergantian tahun yang digelar dijalan-jalan. “ Kegiatan ini tentu lebih baik, daripada mengikuti kegiatan pergantian malam tahun baru yang lebih banyak mudaratnya”. Ucapnya.

Ia juga terus menghimbau agar semangat perjuangan umat Islam dalam aksi bela Islam 2 Desember (212. Red) terus dikenang, sebab mereka yang ikut aksi tersebut adalah karena karunia Allah.

Sementara, Ketua Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Ustad Irfan S. Awwas, menyebutkan bahwa umat Islam harus bangga menjadi seorang muslim. Ia juga menghimbau agar umat islam tidak melakukan pelanggaran hukum. Ia juga membantah bahwa dengan adanya yang menegakkan Syariat Islam di Indonesia berarti merusak Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “ Salah, jika ada yang mengatakan bahwa dengan menegakkan Syariat Islam di Indonesia berarti merusak NKRI. Sebab orang Islam bukanlah pelaku makar atau kekerasan, Islam itu cinta damai. Justru siapa yang membenci Islam, dialah yang membenci NKRI.”. ucap ustad yang telah beberapa kali datang ke Kota Payakumbuh ini.

Di akhir ceramahnya, ia berharap agar aparat penegak hukum jangan mau diadu domba dalam. Dalam Tabligh Akbar tersebut juga digelar penggalangan dana untuk Muslim di Aleppo. (Esha Tegar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here