Tak Taat Aturan, Kampanye F-Win Dibubarkan

0
25

PAYAKUMBUH, Dekadepos.com

Panitia Pengawas Pemilih (Panwaslih) Kota Payakumbuh membubarkan Kampanye Pasangan Calon Walikota-Wakil Walikota Payakumbuh Nomor urut 2 Riza Falepi-Erwin Yunaz di dua Kelurahan berbeda di Kecamatan Payakumbuh Barat. Pembubaran Kampanye dirumah warga tersebut dilakukan karena Calon Walikota Petahana/menjabat tidak mengantongi STTP (Surat Tanda Terima Pemberitahuan) dari pihak Kepolisian.

Disaat bersamaan di Kelurahan yang sama Pasangan Calon Walikota-wakil walikota Perseorangan, Wendra Yunaldi-Ennaidi Dt. Angguang juga tengah melakukan kampanye dan dikabarkan sudah mengantongi STTP. Pembubaran kampanye Calon Walikota-wakil walikota Payakumbuh tahun 2017 itu dilakukan Panwaslih setelah menerima Laporan dari Panwas Kecamatan Payakumbuh Barat.

“ Memang kita melakukan pembubaran/menghentikan Kampanye Calon Walikota Payakumbuh Nomor urut 2 pada tanggal 26 Desember lalu, karena tidak memiliki STTP (Surat Tanda Terima Pemberitahuan) dari pihak Kepolisian. Pembubaran kampanye tak berizin itu kita lakukan setelah menerima laporan dari Panwas Kecamatan Payakumbuh Barat”. Sebut Ketua Panwaslih Payakumbuh, Suci Wildanis melalui Divisi Pencegahan Panwaslih, Ismail Hamzah, Rabu sore (28/12) di Kawasan Koto Nan IV.

Pembubaran Kampanye tersebut dilakukan Panwaslih sekitar pukul 20.30 Wib Senin lalu. Sebelumnya, Panwaslih juga telah memperingati pasangan Calon Walikota-Wakil Walikota yang diusung Partai PKS dan Gerindra itu. Peringatan tersebut dilakukan pada tanggal 24 Desember lalu, pasangan itu diperingati juga karena tidak mengantongi STTP saat berkampanye dirumah masyarakat.

Ismail mengatakan, sesuai PKPU No. 12 tahun 2016 Pasal 65 ayat (3) Kepolisian Negara Republik Indonesia dan/atau Bawaslu Provinsi atau Panwas Kabupaten/Kota, berwenang menertibkan atau membubarkan kegiatan kampanye yang dilaksanakan oleh orang-seorang atau relawan atau pihak lain atau tim kampanye atau petugas kampanye yang tidak terdaftar di KPU provinsi atau KPU Kabupaten/kota. “Bisa dibubarkan, makanya tim pemenangan atau tim kampanye harus melaporkan kegiatan kampanye calonnya, sehingga ada pengawasan dari panwas dan kepolisian,” tegasnya. (Esha Tegar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here