Tanggul TPA Regional Payakumbuh Jebol

0
205

Payakumbuh, Dekadepos.com

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Regional Payakumbuh di Kelurahan Ampangan Kecamatan Payakumbuh Selatan jebol, hal tersebut diduga terjadi akibat Curah hujan yang tinggi melanda Kota Payakumbuh, Rabu (26/4) sore hingga malam, sehingga membuat tanggul penahan sampah setinggi 25 meter jebol pada Jumat (27/4) sekitar pukul 01.30 WIB dini hari. Banyaknya sampah yang sudah digenangi air tidak lagi bisa dibendung oleh tanggul. Ditambah lagi, saat akan robohnya tanggul terjadi bunyi yang cukup keras yang diduga berasal dari gas dihasilkan oleh tumpukan sampah. Alhasil, sampah berhamburan hingga tengah jalan dan perbukitan sekitar lubang, selain itu juga menimbun 1 petak sawah milik warga sekitar.

Pantauan di lokasi, lubang sampah yang berukuran 250 x 400 meter dengan kedalaman lebih kurang 25 meter ini sudah amburadul. Sampah yang biasanya menumpuk tinggi di lubang, sudah tinggal sedikit dan meluber ke persawahan masyarakat yang berada di sekitar lubang. Mus Mulyadi (47) petugas TPA Padang Karambia menuturkan saat terjadi tanggul jebol dan membuat longsoran sampah ke persawahan warga, hujan sudah mulai reda. Namun, sebelum tanggul jebol, terdengar bunyi gerakan tanah dari areal lubang.

“Memang hujan sudah reda, namun air sudah melimpah didalam lubang. Saat itulah mulai terdengar bunyi gerakan tanah. Karena gelap, saya dan kawan-kawan lain tidak berani ke lokasi dan hanya meninjau dari jauh saja. Sampah beterbangan. Barulah saya melihat tanggul jebol dan sampah berserakan ke sawah warga,” sebut Mus Mulyadi, Kamis (27/4) sore.

Ia juga menambahkan, kejadian seperti ini baru terjadi pertama kali sejak TPA ini dioperasikan tahun 2009. Namun, pertanda adanya tanggul jebol sudah diprediksi 15 hari sebelum kejadian. “Kami sudah menduga tanggul akan jebol. Pasalnya, dua minggu yang lalu saya mengambil rumput didekat tanggul dan melihat ada retakan. Penemuan ini saya laporkan kepada atasan dan seluruh alat berat langsung dievakuasi dari atas lubang,” katanya.

Sementara itu Kepala UPTD TPA Sampah Regional Provinsi Sumbar, Syaferius yang meninjau langsung lokasi tersebut, mengatakan pihaknya sesegera mungkin akan melakukan ganti rugi sawah masyarakat yang terkena luberan sampah dan membersihkan areal lubang akibat sampah yang berserakan. “Besok (hari ini-red) langsung kami urus ganti rugi sawah yang rusak dan membersihkan sampah yang sudah terbang kemana-mana. Sekalian akan kami evaluasi kelayakan dan keamanan TPA ini,” kata Syaferius.

Ia juga mengatakan TPA Padang Karambia yang menampung sampah dari empat daerah yakni Kota Bukittinggi, Payakumbuh, Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Limapuluh Kota ini sudah over kapasitas. Dengan luasan lubang 250×40 meter dan kedalaman 25 meter ini sudah tidak bisa lagi menampung sampah yang notabene mencapai 250 ton per hari. “Setiap lubang TPA masanya hanya tujuh tahun. Jika sudah melampaui itu, harus dikembangkan dan dievaluasi. Sejak tahun 2009 belum ada evaluasi dan pengembangannya, makanya hal ini bisa terjadi. Ditambah lagi sampah yang masuk ke sini berasal dari empat daerah dengan volume 250 ton perhari,” katanya.

Ditambahkannya, atas kejadian ini Pemprov Sumbar akan mengajukan anggaran kepada pemerintah pusat untuk melakukan perluasan dan pengembangan TPA Padang Karambia ini. Diperkirakan dana yang dibutuhkan berkisar Rp 2-3 Miliar. (Esha Tegar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here