TANTANGAN KARTINI MASA KINI, MELAWAN NARKOBA DAN KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN

0
47

PAYAKUMBUH, dekadepos.com –
Peringatan Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April 2017, menjadi momentum bagi kaum perempuan untuk memperkuat ketahanan keluarga dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Mengingat kemajuan teknologi dan beratnya pengaruh gaya hidup saat ini mengharuskan kaum ibu ektra ketat menjaga keluarga.

Di era Masyarakat Ekonomi Asian (MEA) tantangan semakin berat, disebabkan budaya dan prilaku masyarakat asing sedang digandrungi oleh generasi masa kini, termasuk kartini masa depan. Murahnya mengakses internet melalui handphone seluler dan meluasnya teror narkoba yang menyasar remaja-remaja masa kini tidak terkecuali kartini moderen.

“Pengaruh narkoba dan asusila menjadi tantangan kartini moderen. Bila dulu narkoba masih tabu bagi masyarakat, kini justeru sudah sampai hingga kepelosok desa. Tidak terkecuali para kartini moderen ini, ikut menjadi bandar, kurir dan pemakai narkoba. Tentu saja ini mejadi PR kartini moderen dan masalah bersama anak bangsa,” jelas Sekretaris Panitia acara seminar sehari dalam rangka peringatan hari kartini ke-138 di Kota Payakumbuh, Linda Russirwan, dihadapan Ketua Panitia pelaksana Hj. Nasril Afiati dan Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Payakumbuh Ny. Rasyidah Suwandel Muchtar, Kamis (20/4).

Acara yang digelar di Aula BPPKH Propinsi Sumatera Barat di Jalan Pahlawan, Kota Payakumbuh itu, menghadirkan nara sumber yang sudah teruji dan malang melintang diberbagai organisasi wanita di Sumatera Barat seperti Nita Bonita dari IWAPI, dan sejumlah narasumber lainnya.

Ditambahkan Hj. Nasril Afiati bahwa kartini moderen harus cepat tanggap terhadap kondisi sosial lingkungan. Kemudian berbagai persoalan ditempat tinggal masing-masing tidak terkecuali terhadap maraknya peredaran narkoba, asusila dan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Kita sunggun prihatin dengan begitu luasnya peredaran narkoba saat ini. Sasarannya sudah masuk kesemua lini kehidupan, tidak terkecuali kepada remaja kartini moderen yang masih duduk dibangku sekolah. Disamping itu organisasi wanita harus lebih dikembangkan, dan menjadikan organisasi wanita yang ada untuk edukasi dan pengembangan diri,” harapnya menyebut bahwa Kamis ini menjadi puncak acara peringatan Kartini setelah sebelumnya melakukan anjangsana ke-Tuna Grahita di Payolansek.

Puluhan peserta seminar sehari merupakan kaum ibu yang tergabung dalam organisai wanita yang ada di Payakumbuh seperti Iwapi, Persit, Bhayankari, Persit Kodim, Batalion, Asiyah, Bundo kandung, IKD, Wanita Islam, serta dihadiri pengurus BKOW Propinsi Sumatera Barat, Eli Ditra sekaligus jadi nara sumber.
Dengan mengangkat tema “Peran Organisasi Wanita dalam Memperkuat Ketahan Kelurga dan Kepedulian Masyarakat terhadap Lingkungan”, yang disampaikan pengurus BKOW Propinsi Sumatera Barat, Eli Ditra, M.Si. (esha tegar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here