Terbuai Asmara dan Bujuk Rayu Si Kembar Itu Jatuh Kepelukan Laki-Laki (1)

0
962

Limapuluhkota, Dekadepos.com

PETUALANGAN asmara dua gadis kembar warga Jorong Parumpuang, Kenagarian Kotobaru Simalanggang, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, akhirnya berakhir ditangan aparat Polres Payakumbuh. Pasangan yang terjebak cinta terlarang ini, ditangkap pihak kepolisian setelah orang tua gadis kembar itu melapor ke polisi bahwa dua orang anak gadis kembarnya, sebut saja namanya Mawar dan Melati keduanya masih berumur 13 tahun, (nama samaran,red) pelajar kelas VI SD dan pelajar kelas 1 SMP di Kabupaten Limapuluh Kota dilarikan dua laki-laki beristri.
Mawar dan kekasih gelapnya Syaiful ditangkap di kabupaten Dharmasraya di rumah keluarganya. Sedangkankan Melati bersama Rika Media Putra ditangkap di Pasir Pangiraian, Ujung Batu, Kabupaten Kampar, Riau. Lantas, mengapa kedua gadis ingusan yang masih dibawah umur itu sampai terjerat cinta terlarang dengan dua laki-laki yang sudah beristri? Dan, sejauh mana hubungan mereka selama 2 bulan dalam pelarian bersama sang kekasihnya? Simak penuturan polos kedua gadis kembar itu, setelah kembali kepangkuan kedua orang tuanya.

Secara ekonomi, kehidupan Rawilis (57) dan Helmidawati (49) ayah dan ibu kandung dari dua gadis kembar itu memang tidak beruntung. Hidup sebagai pekerja tukang dan penjahit kain kodian bagi Rawilis dan Hemidawati dengan tiga anak yang menjadi tanggungannya, Mawar dan Melati dan seorang adiknya juga wanita masih duduk di kelas 3 SD, memang terasa berat bagi keluarga tidak mampu ini.

Namun, apa yang hendak dikata. Takdir telah menyeret keluarga ini ke dalam kehidupan yang berat dengan beban hidup dan harus terus dilakoni meski dalam keterbatasan ekonomi. Ditemui di rumah gubuknya nan reot berdinding papan seberan tanpa loteng berukuran sekitar 4X 6 meter, Rawilis dan Helmidawati, mengaku bahwa, mereka sangat menyayangi dan mencintai kedua anak gadis kembarnya yang sempat hilang selama dua bulan dilarikan dua pria beristri itu.
“Betapa tidak, selama 12 tahun lamanya menikah kami baru dikaruniai oleh Allah SWT buah hati yang selama ini kami idam-idamkan. Dan, ternyata, anak yang kami tunggu-tunggu kelahirannya dengan buah cinta kasih kami itu adalah 2 anak perempuan kembar nan cantik-cantik. Kami benar-benar bahagia atas karunia Tuhan itu, ” papar Helmidawati mengenang saat kehadiran kedua anak gadis kembarnya itu.

Helmidawati tidak pernah menyadari dan mengetahui kenapa ketika kedua gadis kembar yang kelak diharap-harapkannya akan menjadi anak-anak yang berguna dan berbakti kepada kedua orang tuanya itu, sampai terjerumus ke dalam fatamorgana yang gelap ketika umur mereka beranjak remaja berusia 13 tahun?. “ Saya benar-benar merasa sedih, karena masa depan Mawar dan Melati sudah hancur. Namun, saya masih beruntung kedua anak kembar saya itu telah pulang dan kembali kepangkuan keluarga meskipun dalam kondisi berbalut noda dan nestapa,” ujar ibu malang itu menangis terisak-isak meratapi nasib kedua anak kembarnya itu.

Didampingi ayah dan ibunya Rawilis dan Helmidawati, kedua gadis kembar itu mengaku bahwa diri mereka telah terbuai bujuk rayu dan kemesraan yang diberikan kedua pria yang melarikannya itu.
“Perhatian kedua laki-laki itu membuat kami saling jatuh cinta dan terbuai asmara, “aku Mawar dan Melati sembari menceritakan pertamakali mereka jatuh cinta kepada dua laki-laki yang sejatinya sudah pernah beristri dan bahkan seorang diantaranya sudah mempunyai seorang anak itu.

Menurut Mawar dan Melati, pertama kali bertemu kedua laki-laki yang mendera jiwanya itu ketika dia bertemu di kedai tuak tak jauh di rumahnya. “ Kami berdua sering lewat di warung tempat Syaiful dan Rika Media Putra sering mangkal. Ketika itulah kedua laki-laki masih berteman dekat dan tinggal satu kampung di Mungka itu mengoda kami. Setelah berkenalan, mereka mendatangi kami ke sekolah dan memberikan perhatian lebih dan bahkan memberikan kami uang jajan dan sering membawa kami jalan-jalan dan belanja pakaian dan kebutuhan lainnya termasuk pulsa handpone,” ungkap Mawar dan Melati polos.

Dua bulan berkenalan dan bercinta dengan Syaiful dan Rika Media Putra, aku Mawar dan Melati, kami benar-benar mabuk kepayang dibuai asmara kedua laki-laki beristri itu. Bahkan sehari tidak bertemu kami benar-benar pusing dan sulit menghilangkan kedua wajah laki-laki itu. “ Sebagai gadis yang mulai remaja, kami sering memanfaatkan waktu untuk jalan-jalan bersama. Bahkan agar kedua orang tua kami tidak tahu dan curiga, kami sering berbohong dan mengaku pergi ke rumah teman untuk belajar. Padahal, waktu itu kami manfaatkan untuk bemesraan dengan Syaiful dan Rika Media Putra,” beber Mawar dan Melati.

Ketika puncak asmara itu semakin dalam dan membutakan mata hati kami, kami sepakat melarikan diri dan meninggalkan kedua orang tua untuk mengarungi samudra cinta nan haru biru dan membara. Rasa cinta yang mengebu-gebu yang membuat kami terbuai dalam pelarian dan petualangan tanpa batas. “Pertama kali menghilang dari rumah orang tua, Syaiful dan Rika Media Putra membawa kami ke rumah orangnya di Mungka. Kepada orang tuanya dia mengaku akan ingin menikahi kami berdua, “ ujar Mawar dan Melati. (bersambung) (Esha Tegar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here