Terbukti Langgar Perda, Pedagang Tuak Ini Divonis …

0
125

Payakumbuh, Dekadepos.com 

Terbukti memperjualbelikan minuman jenis Tuak, seorang pedagang tuak divonis bersalah oleh Hakim Pengadilan Negeri (PN) Payakumbuh. Sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) terhadap Desi Efendi alamat Parik Muko Aia dan Dasril alamat Balai Panjang digelar Jumat lalu (8/9) di PN Payakumbuh Kawasan Koto Nan IV. Mereka divonis masing-masing dengan denda Rp 300 ribu subsider 3 hari kurungan. Keduanya terbukti melanggar Perda No 04 tahun 2016 tentang pencegahan, penindakan dan pemberantasan penyakit masyarakat dan maksiat, karena memperjualbelikan minuman jenis Tuak. Hakim juga mengatakan jika keduanya kembali melakukan pelanggaran Perda akan dijatuhi hukuman yang lebih berat.

Sebelumnya dua orang tersebut diamankan pada Rabu (30/8) lalu disebuah kedai tuak di batas Kota Payakumbuh-Kabupaten Lima Puluh Kota di Jalan Raya Payakumbuh-Bukittingi Kelurahan Balai Panjang. “Kita sangat komit melawan pekat dan maksiat. Setiap kasus pelanggaran perda seperti memperjualbelikan minuman jenis Tuak akan kita proses secara hukum. Ini buktinya, dua orang yang kedapan menyimpan, memiliki dan memperjualbelikan minuman Tuak, kita bawa ke Pengadilan,” sebut Kasat Pol PP Kota Payakumbuh, Davitra, didampingi Penyidik PNS Erizon dan Syafri, kepada wartawan baru-baru ini.

Pada sidang Tipiring ini turut dihadirkan saksi-saksi dari personil Pol PP seperti Adil Gumais, Efrika, Toni dan Achrianto. Kemudian Barang Bukti (BB) berupa Tuak dalam beberapa Dirigen atau ember, Teko dan peralatan minuman yang digunakannya.

“BB kita hadirkan, lumayan banyak karena waktu kita sita ada minuman jenis Tuak itu yang disimpan dalam Dirigen ada juga dalam ember, teko, botol dan sedang minum dalam tempat minum. Ini merupakan bentuk ketegasan kita dalam melawan pekat dan maksiat sesuai dengan Perda,” tambah Kasat Pol PP Davitra.

Dia berharap, vonis PN terhadap pelanggar Perda Pekat dan Maksiat ini dapat memberikan efek jera. Bahkan dalam dua bulan terakhir sudah dua vonis hakim dijatuhkan terhadap pelanggar Perda khusus penjual minuman jenis Tuak. Tentu, diharapkannya agar tidak adalagi masyarakat yang menjual minuman jenis Tuak di Payakumbuh. “Kita menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pelanggaran perda pekat dan maksiat. Karena Pol PP bersama Tim 7 terdiri dari TNI/Polri tidak akan bosan-bosan melakukan razia dalam rangka pemberdayaan maksiat dan pekat di Kota ini,” sebutnya. (Est)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here