Terdakwa Pembakaran Mobil PT Hitay Daya Energy Jalani Sidang Perdana

0
103

Solok, Dekadepos.com  

Kasus pembakaran mobil PT Hitay Daya Energy terkait penolakan pembangunan proyek panas bumi (Geothermal) di gunung Talang, Kabupaten Solok memasuki babak baru. Selasa 17 April 2018, Pengadilan Negeri (PN) Koto Baru, Kabupaten Solok menggelar sidang perdana kasus pembakaran mobil PT Hitay daya energy di tabek Lanyek, Nagari Batu Bajanjang, Kec Lembang Jaya, Kabupaten Solok pada 20 November 2017 yang lalu  dengan terdakwa Yuzarwedi alias Edi cotok, Ayu Dasril alias Dayu dan Hendra alias Kacak. Sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa penuntut umum (JPU) ini di pimpin oleh Hakim ketua Devi Andri dan di dampingi oleh dua orang hakim anggota.

Dalam Dakwaannya, Tim Jaksa penuntut umum (JPU) yang diwakili oleh kasi pidana umum Kejari Solok, Hartono mendakwa Hendra alias kacak terlibat dalam kasus pengrusakan dan pembakaran mobil PT Hitay Daya energi dan dijerat dengan pasal 187 jo 170 jo 406 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman maksimal 12 tahun kurungan penjara.

Sementara itu untuk dua terdakwa lainnya yaitu Yuzarwedi alias Edi cotok dan Ayu Dasril alias Dayu dijerat dengan pasal 187 jo 160 jo 170 jo 406 KUHP. Dengan ancaman hukuman 14 tahun penjara.

” Kami menerapkan pasal alternatif terhadap ketiga terdakwa, dan semua pasal yang didakwakan kepada mereka akan dibuktikan berdasarkan fakta dalam persidangan nantinya.” Ujar Hartono usai persidangan kepada awak media.

di lain pihak tim kuasa hukum terdakwa yang di wakili oleh Wendra Rona Putra dan Aldi dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang, menyayangkan sampai persidangan terhadap Edi cotok cs digelar tim Jaksa penuntut umum  belum memberikan berkas turunan surat pelimpahan perkara kepada tim kuasa hukum terdakwa, padahal  berkas turunan surat pelimpahan perkara  tersebut secara aturan harus diberikan kepada tim kuasa hukum sebagai bahan untuk melakukan pembelaan.

“Kita sangat menyayangkan sekali sampai sidang perdana di gelar, JPU belum juga memberikan turunan surat pelimpahan perkara kepada tim kuasa hukum, padahal itu sangat penting untuk bahan pembelaan dan sudah merupakan kewajiban dari JPU untuk menyampaikannya kepada tim kuasa hukum sebagai mana di atur dalam Kitap Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP),” Ujar Wendra.

Lebih jauh Wendra juga mengatakan bahwa ada ketidak yakinan dari JPU dalam memberikan dakwaan kepada ketiga terdakwa, hal ini dapat dilihat dalam penggunaan pasal alternatif terhadap ketiga terdakwa dalam sidang tersebut.

” Dalam persidangan tadi kita melihat penuntut umum menggunakan format unsur dakwaan alternatif, artinya lebih dari satu tapi dia menggunakan frasa “atau”,beda dengan kumulatif. Artinya penuntut umum tidak yakin tindakan mana yang tepat di sangkakan kepada masing-masing terdakwa ini,” Sebut wendra.

Tim kuasa hukum  juga tengah menyusun kerangka eksepsi(keberatan) untuk di sampaikan pada sidang selanjutnya pada tanggal 24 April 2018 mendatang. Karena sebetulnya yang disasar itu bukanlah pelaku pembakaran tapi lebih kepada orang-orang yang sedari awal berinisiatif memprotes pembangunan proyek geothermal di kawasan Salingka Gunung Talang tersebut.

“Terdakwa ini merupakan tokoh-tokoh yang mengorganisir masyarakat untuk mendesak pemerintah agar transparan dan secara terbuka memberikan informasi kepada masyarakat secara luas terkait pembangunan proyek Geothermal di Gunung Talang tersebut, jangan hanya dampak positifnya saja yang disampaikan tapi juga dampak negatif dan sejauh mana tanggungjawab pemerintah terhadap hal itu,” Tutup Wandra.

Dari pantauan awak dekadepos.com dilokasi persidangan turut serta hadir hampir 100 orang warga Salingka Gunung Talang untuk menyaksikan persidangan terhadap Edi cotok cs ini, yang merupakan sebagai bentuk dukungan moril terhadap ketiga orang yang mereka sebut sebagai aktivis pejuang lingkungan tersebut. Kendati sempat kecewa karena disebabkan oleh molornya jadwal sidang yang semula akan dimulai pada pukul 10.00 wib dan ternyata pukul 13.00 wib baru dilaksanakan, namun masyarakat Salingka gunung talang tersebut tetap antusias dan mengikuti jalannya persidangan dengan seksama dibawah pengawalan ketat oleh aparat kepolisian dari Polres Solok sehingga sidang dapat berjalan dengan tertib dan lancar. (Est)