Terkait Pengajuan Rehab Rumah Dinas Wako Bukittinggi, Kumar Z Chan : Mending Bangun Rumah Dinas Baru

0
122

Bukittinggi.Dekadepos.com

Rumah Dinas Walikota Bukittinggi yang berada di Belakang Balok,Ibaratkan “Sarawa tuo lah panuah tumbok”.Dengan kondisi itu sudah saatnya,Rumah Dinas Walikota dibangun baru.Sebab Rumah Dinas Kepala daerah juga merupakan Ikon sebuah kota.

Seperti yang dikatakan Wakil Ketua Kadin Bukittinggi Kumar Z Chan,Rumah Dinas Kepala Daerah,seperti Rumah Dinas Walikota Bukittinggi yang berada di Ke lurahan Belakang Balok merupakan Ikon kota Bukittinggi.Sebab setiap,tamu tamu penting,baik itu tamu pemerintahan maupun Negara selalu dijamu di Rumah Di nas Walikota.

Karena rumah Dinas Walikota itu juga Ikon kota,tentu harus dengan kondi si yang layak dan sesuai dengan Tipe rumah Dinas Kepala Daerah.Sementara Ru mah Dinas yang ada sekarang tidak lagi layak huni,disamping sudah berusia tua dan banyak yang ditambal sulam,juga tidak layak lagi sebagai Rumah Dinas Wali kota yang akan menampung tamu tamu penting yang datang.ujar Kumar Z Chan.

Namun yang jadi pertanyaan sekarang,Walikota dalam hantaran APBD ta hun 2017 ,hanya mengajukan rehab Rumah Dinas sebesar Rp.10 Miliar.”kalau un tuk rehab sebuah rumah dinas dengan anggaran Rp.10 Miliar memang sangat be sar,sebab setiap tahunnya rumah dinas itu selalu selalu direhab”,ungkap Kumar.

Seharusnya Walikota Ramlan Nurmatias mengajukan pembangunan Rumah Dinas baru dengan anggaran Rp.10 Miliar.itu baru cocok.kata Kumar Z Chan .

Untuk membangun Rumah Dinas baru dilokasi yang sama,jelas harus ada penghapusan aset terhadap bangunan lama.makanya Walikota melalui SPKD terkaitnya mengajukan penghapusan asset banguna lama Rumah Dinas Walikota kepada pemerintah Pusat.Sebab biaya Rehab berat yang diajukan sebesar Rp.10 M, lebih baik dipergunakan untuk membangun baru dengan anggaran yang sama.ungkap Kumar Z Chan.

Sementara itu Kepala Dinas PU Kota Bukittinggi H.Syahrizal Dt Palang ga gah,didampingi Sekretaris Dinas PU, Dedi Syafrizal,Kabid Cipta Karya, Rahmat,AE , Kabid Jalan Syafriyaldi dan Kabid Pengairan,Doni S.Daran kepada Dekadepos Kamis kemaren menjelaskan,kalau rumah Dinas Walikota Bukittinggi memang ti dak layak pakai lagi untuk sebuah rumah dinas dengan intensitas tamu yang datang cukup banyak.

Sebab rumah Dinas yang dibangun pada akhir tahun 1980-an itu,ibaratkan “Sarawa tuo alah panuah tumbok”.Artinya,rumah dinas yang telah berusia 30 ta hun lebih itu sudah banyak yang tambal sulam secara pisik.Dan tidak mungkin lagi untuk dilakukan tambal sulam,kalau tetap dilakukan tambal sulam,dikuatirkan ang garan tambal sulam itu akan jadi mubazir.Jadi tidak ada salahnya rumah dinas walikota itu dapat dibangun baru.kata Kadis PU.

Kemudian,dari segi konstruksi bangunan yang sudah berusia 30 tahun le bih,dan ditambah dari kajian kebutuhan,sudah sepantasnya Rumah Dinas waliko ta itu dibangun baru,dari pada melakukan Rehab berat.Sebab dengan jumlah anggaran Rp.10 Miliar sudah dapat membangun Rumah Dinas baru yang sesuai standar kebutuhan ,ujar SY.Dt Palang Gagah.

Sementara itu,Ketua DPRD Kota Bukittinggi Beny Yusrial yang dikomfir masikan Kamis kemaren,mengakui Segenap anggota DPRD meminta peninjauan ulang rencana rehab berat Rumah Dinas Walikota tersebut dengan berbagai alas an yang diberikan.Namun kalau memang ada kajian lain,tentu kita akan dengar lagi dari walikota.Dan kemudian,tentu ada program yang pasti tentang rumah Dinas ini.Apakah direhab ataupun dibangun baru.Kejelasan ini tentu dibutuhkan untuk menghilangkan keraguan masarakat ,ujar Beny Yusrial singkat saja.(Aldo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here