Terlibat Pungli, Oknum Kepsek SMAN I Guguak Dijebloskan Ketahanan

0
848
Oknum Kepala Sekolah SMAN I Guguak berinitial YD dijebloskan ke tahanan terkait dugaan pungli.

LIMAPULUH Kota, dekadepos.com-

Diiringi tetesan air mata, oknum Kepala Sekolah SMAN I Guguak, berinitial YD (54), Senin malam (29/1) sekitar pukul 19.30 Wib dijebloskan ke kamar tahanan Unit Tipikor Polres Limapuluh Kota, setelah menjalani pemeriksaan penyidik tindak pidana korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Limapuluh Kota, terkait dugaan tindak pidana punggutan liar (Pungli) yang dilakukan tersangka terhadap lebih kurang 200 orang muridnya.

Kapolres Limapuluh Kota, AKBP. Haris Hadis melalui Kasat Reskrim, AKP. Anthon Luther didampingi KBO Satreskrim Iptu. M. Arvi, ketika dikonfirmasi, Senin (29/1) mengatakan bahwa, penahahan terhadap tersangka YD untuk mempercepat proses penyidikan.

“Penahanan YD dilakukan penyidik Tipikor Satreskrim Polres Limapuluh Kota setelah beberapa hari ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi berupa pungli di SMAN 1 Guguak, saat penerimaan murid baru tahun ajaran 2017-2018,” ungkap Kapolres AKBP Haris Hadis.

Sebelum dijebloskan ke tahanan Mapolres Limapuluh Kota, tersangka YD sempat menjalani pemeriksaan selama enam jam. Pemeriksaan dimulai pada pukul 10. 00 WIB hingga pukul 12.00 WIB. Kemudian dilanjutkan pukul 14.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB, untuk kemudian dilakukan penahanan.

Oknum Kespsek SMAN I Guguak bernitial YD, menjalani pemeriksaan beberapa jam sebelum dijembokan ke tahanan unit Tipikor Satreskrim Polres Limapuluh Kota

Kapolres AKBP Haris Hadis mengungkapkan, kasus dugaan korupsi ini bermula dari dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan pihak SMAN 1 Guguak, terhadap murid dan walimurid tahun ajaran baru 2017-2018. Pungli terkait jual-beli seragam sekolah.

Dalam jual beli seragam tersebut, pihak panitia penerimaan murid baru, yang mengaku disuruh Kepala Sekolah, memungut uang seragam kepada walimurid masing-masing Rp900 ribu setiap paketnya. Setidaknya, ada 200 orang murid yang menyerahkan jumlah pembayaran itu.

Oleh penyidik Tipikor Satreskrim Polres 50 Kota, 7 bulanan lalu, praktik jual-beli seragam sekolah ini dibongkar Tim Saber Pungli lewat Operasi Tangkap Tangan (OTT). Dalam operasi tersebut diamankan barang bukti uang tunai hasil pembayaran walimurid berjumlah Rp 80 juta.

Penasehat hukum tersangka YD, Iskandar, SH, mengaku pihaknya menghormati proses hukum yang berlangsung. “Hanya saja, klien kami berkeyakinan, tidak ada terjadi tindak pidana pungli dalam yang menjeratnya,” kata Iskandar,SH.

Iskandar,SH, juga membeberkan, uang yang dibayar wali murid adalah pembayaran atau pembelian baju seragam dan uang titipan SPP. “Terkait uang SPP itu, ada titipannya dua bulan. Kalau nanti proses belajar dimulai, akan dirapatkan lagi dengan wali murid. Jadi, kalau wali murid tida setuju, uang titipan SPP itu kita kembalikan,” ulas Iskandar,SH.

YD melalui kuasa hukumnya juga mengatakan, tidak mewajibkan wali murid membayar uang seragam. “ Semua sekolah, kami rasa juga memperlakukan hal yang sama. Masih banyak sekolah yang jual seragam,” ujar Iskandar,SH.

Hasil pantauan, sebelum tersanghka YD dijebloskan ke tahanan Unit Tipikor Mapolres Limapuluh Kota, oknum Kepala Sekolah SMAN I Guguak itu sempat meminta penangguhan penahanan. Namun karena permohonan penangguhan penahanan itu belum dikabulkan penyidik unit Tipikor, tersangka YD pasrah dan sambil meneteskan air mata ia terpaksa digiring ke sel tahanan unit Tipikor Polres setempat. (est)