Tertibkan Bangunan Liar, Toko Tanpa Izin Dibongkar

0
58

Bukittinggi.Dekadepos.

Jalan Parak Kubang menuju Barumbuang V,Simpang Aua,Kelurahan Aua kuning yang selama ini tertutup oleh sebuah toko semi permanen tanpa izin  dibongkar oleh petugas Satpol PP bersama Tim SK4 Kota Bukittinggi. Pembongkaran toko diatas lahan untuk jalan itu merupakan Komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi dalam menertibkan bangunan liar dan tidak berizin terutama diatas lahan milik Pemerintah kota Bukittinggi

Sebelum Pembongkarn dilakukan,terlebih dahulu Pemko Bukittinggi telah megeluarkan peringatan untuk pemilik toko. Karena bangunan itu diang gap menyalahi aturan dan berada di tanah negara. Dan ternyata,Sebelum dibongkar petugas Senin kemaren.Pada Minggu malam,pemilik toko sudah melakukan pembongkaran dengan kesadarannya sendiri. Dan itu gterbukti dengan Seluruh isi toko yang sudah berdiri puluhan tahun itu sudah dipindah kan  pemilik.Untuk pemvbongkaran secera keseluruhan yang dilakukan petu gas dengan bantuan alat berat dari Dinas PU Bukittinggi.

Artinya,pada pembongkaran senin kemaren,petugas hanya membersih kan beberapa sisa bangunan yang sudah dibongkar pemiliknya. Termasuk deng an alat berat dilakukan pembongkaran terhadap beton atau coran semen yang menutup ruas jalan sepanjang 46 meter dengan lebar maksimal 3 meter.Dan pembongkaran kemaren itu  juga mendapat pengawalan dari beberapa unsur, seperti Pol PP, Dinas Perhubungan, TNI termasuk Sub Den POM, dan Polri.

PLT kepala Satpol PP Bukittinggi,Syafnir yang juga Kepala SK4 Bukittinggi, kepada awak media di sela-sela pembongkaran menjelaskan, pembongkaran tersebut sudah sesuai prosedur yang ada. Sebelum pembongkaran dilakukan terlebih dahulu telah diberikan surat peringatan kepada pemilik sebanyak tiga kali.

“Tanah ini milik negara dan merupakan fasilitas umum. Atas kesadaran sendiri, malam sebelum eksekusi, pemilik sudah membuka sendiri bangunan nya dan tidak ada penolakan atau perlawanan dari pihak manapun,” jelas Syafnir.Dikatakan,Pemko Bukittinggi sudah komit untuk membebaskan tanah negara atau fasilitas umum kepada peruntukkan serta fungsinya kembali. “Khu sus lahan ini, nantiny akan kembali dijadikan untuk jalan penghubung,  karena sebelumnya ini memang jalan,” ungkap Syafnir.

Sekretaris Dinas PU dan Penataan Ruang Bukittinggi, Dedi Syafrizal menyebutkan.kalau dalam waktu dekat ini,pihaknya akan segera melakukan pengerasan jalan tersebut. “Untuk tahap awal tentu akan kita kaji dulu, setelah itu baru dianggarkan untuk pengerasannya,” ujar Dedi.(Aldo ).

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here