Tim Kesehatan Lakukan Pemeriksaan terhadap Hewan Qurban di Payakumbuh

0
396

Payakumbuh, Dekadepos.com

Mengantisipasi disembelihnya hewan kurban berpenyakit dan ternak sapi betina hamil, Pemerintah Kota Payakumbuh Melalui Dinas Peternakan menurunkan puluhan petugas untuk melakukan pemeriksaan ternak sapi yang akan dijadikan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha. Dari pemeriksaan tidak ditemukan adanya hewan berpenyakit dan hamil.

Sebanyak 16 personel tim kesehatan diturunkan untuk melakukan pengecekan kesehatan terhadap hewan kurban di kota payakumbuh. 16 personel yang diturunkan di lima kecamatan tersebut terdiri dari 4 dokter hewan dan 12 veteriner serta petugas reproduksi. Hingga saat ini, 50 persen lebih hewan kurban masyarakat telah dilakukan pengecekan kesehatan. Pemeriksaan yang di lakukan meliputi pemeriksaan luar dan dalam hewan. Sehingga nantinya hewan terhindar dari penyakit zoonosis dan tidak menular ke manusia. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan gigi untuk menentukan umur, suhu tubuh hewan, mukosa mata, pemeriksaan bawah kulit, dan melihat simetris organ tubuh.

Kemudian pemeriksaan post mortem dilakukan setelah hewan kurban dipotong yaitu terhadap daging dan jeroan.untuk pemeriksaan bawah kulit tidak berbulu dilakukan untuk melihat apakah ada keringat darah yang mengindikasikan penyakit jembrana.

Kepala Dinas Pertanian, Syahril melalui Kabid Keswan Usfa Yenti didampingi Kepala Puskeswan Payakumbuh drh. Trisna Yesi mengatakan bahwa “Saat ini 50 persen lebih telah dilakukan pengecekan kesehatan terhadap hewan qurban yang tersebar di lima kecamatan yang ada di Payakumbuh. Pemeriksaan yang kami lakukan adalah pemeriksaan Ante Mortem dan Post Mortem yang bertujuan agar hewan terhindar dari penyakit zoonosis dan tidak menular ke manusia,” ujar drh. Trisna Yesi di Kelompok Tani Al Falah yang terletak di daerah Subarang Batuang, Kecamatan Payakumbuh Barat.

Ia juga menambhakan, bagi ternak kurban yang telah diperiksa dan dinyatakan layak untuk disembelih juga akan diberikan surat keterangan.

Kemudian post mortem dilakukan untuk memeriksa kelayakan daging yang dikonsumsi oleh masyarakat.sejauh ini petugas pemeriksa,belum menemukan adanya indikasi penyakit zoonosis yang dapat menyebar ke manusia. Kemudian terkait adanya tim reproduksi yang ikut dalam pemeriksaan,bertujuan untuk mendukung program pemerintah untuk tidak menyembelih hewan betina produktif. (Est).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here