Tim Penilai Lomba Forikan Sambangi Payakumbuh

0
35

PAYAKUMBUH, dekadepos.com-  

Ketua Forum Ikan (Forikan) Provinsi Sumatera Barat, Ny. Hj. Nevi Irwan Prayitno mengingatkan pentingnya warga Kota Payakumbuh mengkonsumsi ikan dalam jumlah yang cukup. Menurutnya tidak ada alasan masyarakat tidak bisa mengkonsumsi ikan sebagai asupan protein terbaik.

“Negara Indonesia ini sebagian besar terdiri dari lautan yang. Dua pertiganya adalah lautan yang menjadi penghasil ikan terbesar, jadi naif rasanya kalau masyarakat kita sedikit mengkonsumsi ikan sebagai sumber protein terbaik”, kata Hj. Nevi Irwan Prayitno saat melakukan penilaian lapangan dalam rangka lomba Forikan tingkat Provinsi Sumatera Barat di halaman Masjid Arruhama, Kelurahan Sungai Durian Kecamatan Lamposi Tigo Nagori pada Rabu (4/4).

Turut menyambut tim penilai, Ketua Forikan Kota Payakumbuh diwakili Ny. Magdalena Erwin Yunaz beserta pengurus, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Wal Asri, Camat Lamposi Tigo Nagori, David Bachri, Kabid Kehumasan, Irwan Suwandi, Ketua Forikan Kecamatan dan Kelurahan di Kecamatan Latina dan Payakumbuh Barat serta tokoh masyarakat dikedua kecamatan.

Dikatakan Ny. Nevi Irwan, dengan melimpahnya sumber daya perikanan yang dimiliki Indonesia, maka sejatinya, mengonsumsi ikan menjadi kewajiban bagi masyarakat Indonesia.

“Dengan melimpahnya sumber ikan dinegara kita, maka wajib sifatnya masyarakat mengonsumsi ikan. Wajib dari sisi ketersediaan atau pasokan ikan dan wajib dari sisi kehalalannya,” ujar Nevi Irwan Prayitno.

Ditambahkan, disamping potensi lautan, masyarakat Indoneaia juga memiliki banyak perairan darat yang bisa dioptimalkan sebagai tempat penghasil ikan.

“Dahulu orang tua-tua kita, dihalaman rumahnya pasti ada tobek (kolam-red), hal itu bertujuan untuk bisa memelihara ikan sebagai sumber makanan lauk pauk bagi keluarga. Sangat simpel dan murah, maka mari kita kembalikan tradisi baik tersebut, untuk terpenuhinya gizi keluarka kita,” ajak Istri Gubernur Sumatera Barat ini.

Meski demikian, Nevi Irwan Prayitno mengingatkan agar kolam ikan yang dibuat di halaman atau disekitar rumah jangan dijadikan sebagai tempat pembuangan kotoran, baik kotorann manusia atau kotoran hewan.

“Ikan jangan dikasih makanan kotoran manusia dan hewan, hal itu tidak baik dan membahayakan bagi kesehatan kita, kalau sudah seperti itu haram jadinya memakannya,” ujar Nevi Irwan.

Hal itu disampaikan Nevi Irwan karena dirinya masih sering melihat kebiasaan masyarakat yang menjadikan kolam sebagai tempat pembuangan kotoran manusia dan hewan.

“Masih ada masyarakat kita yang pembuangan WC nya ke kolam, atau diatas kolam dibuat kandang ayam sehingga kotoran ayam bisa dimakan oleh ikan yang mereka pelihara. Itu tidak sehat, mari kita ingatkan mereka,” ajak Nevi.

Ditambahkan, budaya makan ikan perlu terus dikampanyekan ditengah-tengah masyarakat, mengingat masih rendahnya konsumsi makan ikan orang Indonesia.

“Konsumsi makan ikan orang indonesia rata-rata 33 perkapita pertahun, jauh dibawah Jepang yang mencapai 120 perkapita pertahun.  Makanya orang Jepang ulet-ulet, jam kerjanya sampai 12 jam perhari, sementara kita dengan jam kerja 8 jam perhari saja sudah capek,” ujar Nevi.

Senada dengan Nevi Irwan, Ketua Forikan Kota Payakumbuh yang diwakili oleh Wakil Ketua Forikan, Ny. Magdalena Erwin Yunaz mengatakan bahwa pengurus Forikan Kota Payakumbuh senantiasa mengkampanyekan wajib konsumsi ikan kepada masyarakat Payakumbuh dalam berbagai forum dan kesempatan yang ada.

“Kita terus kampanyekan bahwa makan ikan tidaklah mahal. Bisa diproduksi dalam skala rumah tangga, sehingga asupan Protein terbaik untuk gizi keluarga dapat dipenuhi, sifatnya wajib bukan alternatif,” ujar Magdalena Erwin Yunas.

Dikatakannya, Forikan kota Payakumbuh juga mengkampanyekan agar setiap rumah di Kota Payakumbuh memiliki kolam ikan walaupun kecil.

“Kita anjurkan agar setiap rumah memiliki kolam, kita ingin memastikan setiap rumah tangga bisa menyajikan menu ikan untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga mereka dengan adanya kolam tersebut,” jelas Magdalena.

Dalam Lomba Forikan tingkat Provinsi Sumatera Barat, Kota Payakumbuh dinilai untuk dua kategori. Pertama kategori Integrasi PAUD diwakiili oleh PAUD Arruhama, Kelurahan Sungai Durian Kecamatan Latina, dan kategori Forikan Kelurahan, yang diwakili oleh Forikan Kelurahan Tanjung Pauh Kecamatan Payakumbuh Barat. (est)