Tinggal Dirumah Bantuan, Istri Tak Sempat Lihat Pemakaman, Pria Baik itu dimakamkan Jelang Zuhur

0
5402
Foto : Wahyu Uliadi, Kemenang Payakumbuh.

Limapuluh Kota, Dekadepos.com 

Setelah menjalani Proses Autopsi di RS Bhayangkara Padang, Jenazah korban dugaan peristiwa berdarah di Kenagarian Taram Kecamatan Lima Puluh Kota pada Minggu (10/9) Erwin Saputra (45) seorang petani yang merupakan warga Jorong Koto Nan Gadang, Nagari Pilubang, Kecamatan Harau akhirnya dimakamkan di Pemakaman Keluarga yang tak jauh dari tempat tinggalnya pada Senin pagi sekitar pukul 10.00 Wib (11/9). Kedatangan jenazah korban telah dinanti pihak keluarga dan masyarakat sekitar serta Muspika Kecamatan Harau.

Jenazah korban sampai dirumah duka sekitar pukul 06.00 Wib, tak berselang lama, sekitar pukul 10.00 Wib, akhirnya dimakamkan, sebab jenazah tersebut sebelumnya telah diselenggarakan (dimandikan, dikafani di Padang.red), isak tangis ikut mengiringi saat jenazah korban akan dimakamkan. Namun sayang, orang-orang tercinta (anak dan istri.red) dari Almarhum Iwin (panggilan sehari-hari korban.red) tidak sempat melihat wajad suaminya itu untuk yang terakhir kalinya.

“ Memang tadi pagi setelah menjalani proses Autopsi di Padang, jenazah korban telah dibawa pulang kerumah duka. Sekitar pukul 10.00 Wib, telah dimakamkan. Kita apresiasi masyarakat dari dua Nagari yang tetap menjaga sistuasi kondusif serta menyerahkan proses hukum dari peristiwa itu  kepada Polisi”. Sebut Kapolres Payakumbuh, AKBP. Haris Hadis, Senin sore (11/9).

Dari pantauan di rumah duka, korban serta istri dan anak-anaknya tinggal dirumah bantuan Kementrian Sosial yang hingga kini belum sepenuhnya selesai. Dari informasi sejumlah warga, juga disebutkan bahwa memang istri dan anak korban belum pulang dari kampung halamannya di Guntung Kepulauan Riau. “ Istri korban saat ini sedang menuju pulang ke Jorong Koto Nan Gadang, Nagari Pilubang dari kampung halamannya di Guntung. Jadi tidak sempat melihat pemakaman suaminya”. Sebut warga bernama Burhan.

Ia juga menambahkan, sebelumnya istri korban yang bernama Siti serta seorang anak perempuan mereka yang berusia lima tahun, pulang kampung saat lebaran idul adha llau, namun kini tengah dalam perjalanan pulang.

Sebelumnya diberitakan, Erwin Saputra (45) seorang petani yang merupakan warga Koto Nan Gadang, Nagari Pilubang, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota korban tewas akibat dugaan perkelahian dengan sejumlah kelompok yang terdiri dari Tedy Sutendy (Anggota DPRD Kab. 50 Kota) serta Primsito (40) panggilan Tito yang merupakan Adik Tedy. Dari peristiwa itu, korban Erwin yang kehabisan darah karena menderita sejumlah luka, akhirnya meninggal dunia. Sementara, Tedy Sutendy, Politisi Hanura tersebut dirujuk ke Padang untuk menjalani perawata, sedangakan sang Adik masih dirawat di RSI Ibnu Sina Payakumbuh. (Est).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here