Tokoh Masyarakat Aie Dingin Blokir Lokasi Bukik Tambang Gadang

0
23

SOLOK, Dekadepos.com

Merasa kecewa lokasi tambang Galian C yang sudah puluhan tahun digarap dengan susah payah, tiba-tiba dialihkan ke pengusaha swasta oleh Dinas Pertambangan Kabupaten Solok, H Bardias (86) tokoh masyarakat Nagari Aia Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti memblokir areal lokasi penambangan Tambang Bawah di Bukik Tambang Gadang, sejak Minggu lalu.

Pengalihan lokasi penambangan Galian C pasir batu dan kerekel yang digarap H. Bardias sejak tahun 1993 di kawasan Tambang Bawah seluas 2 hektar di Bukik Tambang Gadang Aia Dingin itu, diberikan izin pengelolaanya ke pengusaha swasta oleh Dinas Pertambangan Kabupaten Solok secara sepihak tanpa sepengetahuan dirinya.

“Masalah dimulai tahun 2014, saat itu Dinas Pertambangan Kabupaten Solok mengalihkan dan memberi izin operasional aktifitas penambangan di lokasi Tambang Gadang melewati areal Tambang Bawah yang selama ini saya garap kepada pengusaha swasta tanpa bermusyawarah sedikitpun ” tegas H. Bardias kepada awak media di Aia Dingin, Rabu (30/11)

H. Bardias, yang merupakan tokoh pejuang tiga zaman sejak pergerakan kemerdekaan Republik Indonesia dan bergelar Junjungan di Nagari Aia Dingin itu menyebutkan, seharusnya pihak Dinas Pertambangan Kabupaten Solok meninjau dahulu kelapangan dan berunding dengan dirinya lokasi Galian C yang mana yang akan diberikan izin operasional aktifitas penambanganya ke pengusaha swasta tersebut.

“Jangan mentang-mentang bertindak atas nama pemerintah daerah Dinas Pertambangan Kabupaten Solok, dengan seenak saja memberi izin operasional aktifitas penambangan kepada pengusaha swasta itu, tanpa mempelajari lebih dahulu asal usul dan sejarah lokasi penambangan dan itu sangat berbahaya untuk masyarakat sekitar,” jelas H. Bardias. Tambang Gadang terletak di kawasan perbukitan Nagari Aia Dingin di pinggir jalan utama dari Alahan Panjang-Aia Dingin menuju arah arah Solok Selatan. Dikisahkan H. Bardias, bahwa sejak tahun 1993 dia yang pertama kali membuka aktifitas tambang rakyat Galian C dilokasi bukik Tambang Gadang tersebut, kususnya dilokasi penambangan di Tambang Bawah. Sementara lokasi penambangan Galian C di Tambang Gadang yang berada dibagian atas bukit, awalnya dikerjakan dan dikelola oleh Koperasi Unit Desa (KUD) nagari Aia Dingin. “Hasil dari keuntungan aktifitas penambangan di lokasi bukit Tambang Gadang di Aia Dingin itu kata Bardias, sebahagian keuntunganya diserahkan untuk Nagari Aia Dingin melalui KUD Aia Dingin,” jelas H. Bardias.

Sejak Tahun 2014 lalu, semua keadaan menjadi berubah tak berketentuan. Setelah secara tiba-tiba Dinas Pertambangan Kabupaten Solok memberi izin operasional aktifitas pengelolaan penambangan di lokasi Tambang Gadang itu kepada seorang pengusaha swasta. Mengingat usianya Bardias yang sudah tua dan tidak ingin terjadi permasalahan antara masyarakat setempat dengan Dinas Pertambangan Kabupaten Solok dan pengusaha swasta yang diberi izin aktifitas penambangan dilokasi itu, dirinya lebih menahan diri dan memilih diam seribu bahasa.

Namun dia melihat aktifitas penambangan oleh pengusaha swasta yang diberi izin Dinas Pertambangan Kabupaten Solok dilokasi bukit Tambang Gadang bagian atas yang sudah melewati Tambang Bawah yang digarapnya sejak dulu itu, membuat H. Mrdias tak lagi harus berdiam diri dan berpangku tangan. Bersama kaum keluarganyapun dia bereaksi keras, dan mulai hari Minggu (27/11) lalu, dia melarang segala bentuk aktifitas penambangan oleh pihak manapun, kususnya disekitar lokasi area penambangan kawasan bukit Tambang Bawah yang sejak dulu digarapnya itu di blokirnya.

“Kalau ada yang ingin melakukan aktifitas penambangan Galian C ini, berrmusyawarah dulu dengan saya selaku pihak yang sejak awal melakukan aktifitas penambangan dilokasi Tambang Bawah, bukan seenaknya saja,” jelasnya.(Ujang Jarbat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here