Tolak Berjualan di Poliko, Puluhan Warga Datangi Koperindag

0
103

Payakumbuh, Dekadepos.com

Puluhan Pedagang makanan-minuman yang biasanya berjualan di Pasar Pabukoan di Jalan Sutan Usman Kecamatan Payakumbuh Barat (Samping RM. Asia Baru. Red), pada Bulan Ramadhan, mendatangi Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) di Jalan Imam Bonjol Koto Nan IV pada Jumat (19/5) sekitar pukul 11.30 Wib. Kedatangan para pedagang yang didominasi ibu-ibu tersebut untuk menyampaikan aspirasi mereka terkait rencana Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Disperindag yang akan memindahkan lokasi Pasar Pabukoan ke Halaman Kantor Balaikota Baru, Ex. Lapangan Sepakbola Poliko Kelurahan Bunian.

Kedatangan Massa yang berjumlah puluhan orang tersebut diterima oleh Kepala Dinas Koperindang, Dahler dan Tim yang terdiri dari Kodim, Polisi, Dinas perhubungan, Satpol-PP LPM yang saat itu memang juga menggelar rapat terkait permasalahan Pasar Pabukoan. Sejumlah perwakilan pedagang diminta untuk masuk dan mendengarkan hasil rapat Tim yang menyebutkan bahwa penunjukan lokasi Pasar Pabukoan yang baru sudah ditinjau dari berbagai aspek, diantarannya aspek Lingkungan, lalulintas dan kenyaman pembeli dan pedagang .

“ Pemindahan lokasi baru Pasar Pabukoan bukan serta merta, namun sudah dikaji dari berbagai aspek. Kita berharap dengan pemindahan itu dapat memberikan kenyamanan bagi semua pihak. Kita juga memahami ketakukan para pedagang yang takut sepinya pembeli. Namun hal itu kan belum pernah dicoba”. Sebut Dahler, Jumat siang (18/5).

Ia juga menambahkan, bagi para pedagang yang tidak berkenan berjualan di lokasi baru Pasar Pabukoan tersebut, bisa memilih dilokasi alternatif yang sebelumnya telah dibuat oleh warga. Yakni di Pasar Pabukoan Sawah Padang atau lokasi lain yang disediakan oleh masyarakat/karang taruna.

Icit (40) salah seorang pedagang yang menyampaikan aspirasi ke Disperindang, menyebutkan bahwa mereka menolak berjualan di Lokasi baru Pasar Pabukoan karena takut pembeli tidak datang, sebab lokasinya berbeda dari  lokasi yang biasanya. “ Kami menolak berjualan di lokasi baru di Lapangan Poliko itu, sebab disana sepi dan takkan ada pembeli yang datang ke tempat kami”. Sebut pedagang Bubur Kampiun itu dan diamini pedagang lainnya.

Ia juga menyebutkan, para pedagang akan menyampaikan aspirasi mereka tersebut langsung dengan mendatangi Walikota kerumah dinasnya di. Para pedagang yang datang mengunakan kendaraan roda dua tersebut, akhirnya membubarkan diri jelang Sholat Jumat. (Esha Tegar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here