Tolak Pembangunan Hotel, Ratusan Siswa ‘OPAKAI’ Gelar Aksi Damai

0
139

Bukittinggi.Dekadepos.com

Ratusan massa mulai dari anak-anak yang masih berpakaian Sekolah Da sar,SMP dan SMA,para remaja  dan orang tua laki laki dan perempuan  yang tergabung dalam Organisasi Penyewa Aset Kereta Api Indonesia ( OPAKAI ) yang  menempati lahan seluas 4.1 Ha di Stasiun Bukittinggi dengan sistim sewa menyewa dengan pihak PT.KAI (PJKA dulunya-red) melakukanLong March dari Satasiun KA Bukittnggi menuju kantor DPRD untikmeakukan aksi Damai ,Kamis (6/7) kemaren.

Long March yang di dimulai Pukul 10.00 wib pagi itu sepanjang jalan yang dilalui menuju Gedung DPRD berjalan tertib,massa yang begitu banyak membawa berbagai spanduk dan slogan yang pada intinya menolak pemba ngunan Hotel,Home Stay,Balkondes dan akan melawan rencana pembangunan itu sampai titik penghabisan.Namun warga mendukung pengaktifan kembali Kereta Api dari Padang Panjang-Bukittinggi sampai ke Payakumbuh.

Selain membawa Spanduk dan Slogan,Massa juga membawa Keranda Mayat yang menandakan Matinya kekuasaan Pemko Bukittinggi dalam mem perjuangkan nasib warganya.

Sesampainya dihalaman gedung DPRD kota Bukittinggi,Massa yang dika wal ratusan Personil jajaran kepolisian Resort Kota Bukittinggi,Satpol PP dan Dinas Perhubungan itu,mereka berkumpul secara tertib sembari memberikan yel yel penolakan Pembangunan hotel dan Balkondes di areal Stasiun Bukitting gi serta menolak kaum kapitalis masuk ke Bukittinggi untuk membangun Hotel dan balkondes.

Ditengah tengah rapat Paripurna DPRD,segenap anggota DPRD,seperti Ketua DPRD Beny Yusrial,Wakil ketua,H.Trismon dan  Yontrimansyah,Ketua Komisi I,M.Nur Idris,Ketua Komisi II,Asril,Ketua Komisi III,Rusdi Nurman dan se genap anggota DPRD lainnya menemui warga OPAKAI yang berunjuk rasa. Ke mudian Massa juga meminta Wakil Walikota H.Irwandi yang tengah berada di Ruang sidang melanjutkan Rapat Paripurna juga diminta keluar untuk mene mui Massa Stasiun.Dan akhir Wakil Walikota H.Irwandi bersama jajarannya tu rut menemui Warga yang berunjuk rasa.

Secara bergiliran pengurus OPAKAI yang pada itu turut didampingipara Tim Advokasinya melakukan orasi secara bergiliran.Masing masingnya memba wa tema Orasi yang berbeda beda dengan logat yang berbeda beda pula.Dan Orasi yang disampaikan secara lugas dan keras itu dipicu oleh berbagai stat men yang disampaikan Pihak PT.KAI dan pemko Bukittinggi,baik secara lang sung kepada masarakat maupun melalui media.

Dan jelas jelas dari Statmen yang muncul itu,telah mengabaikan prikema nusian warga stasiun yang notabenenya warga Bukittinggi dan penduduk Indo nesia asli yang turut membayar pajak di Bukittinggi.Namun pada intinya,Warga Stasiun penyewa areal lahan PT.KAI melakukan aksi damai ke DPRD ini. Menu rut Ketua OPAKAI,Kumar Z Chan,kalau kami datang ke DPRD secara bersama sama untuk menyatakan secara tegas.Menolak Pengosongan lahan untuk pem bangunan hotel,HomeStay,Balkondes dan sejenisnya berdalih reaktivitasi Kere ta api.

Meminta jajaran Pemerintah Kota Bukittinggi untuk mengambil langkah perlindungan terhadap aset negara dan melindungi warga Bukittinggi atas ren cana PT.KAI yang bertentangan dengan hukum dan Peraturan Perundang-un dangan.Meminta Pemerintah,khususnya PT.KAI untuk menghormati hak-hak asasi (Hak Konstitusional) warga Bukittinggi,sekakigus menghormati hukum dan Perturan Perundang-Undangan. Kemudian,meminta Pemerintah,Khusunya PT.KAI segera menghentikan segala aktifitas rencana pembangunan dalam ben tuk apapun  diuar ketentuan yang dibenarkan oleh peraturan Perundang-un dangan.Disamping meminta sikap tegas DPRD dan pemko Bukittinggi terhadap nasib Warga stasiun yang akan digusur ataupub ditetibkan secara sepihak oleh PT.KAI.

Menanggapi Orasi warga OPAKAI itu,Ketua DPRD Beny Yusrial sangat ber terima kasih dan mengapresiasi massa OPAKAI yang melakukan aksi damai ke DPRD untuk menyampaikan aspirasinya.Dan kami selaku rakyat dengan senang hatinya menerimanya,ujar Beny.

Terkait dengan keinginan warga OPAKAI yang disampaikan kepada DPRD ,kami dari PRD sudah mlakukan berbagai upaya ,termasuk memanggil  pihak PT.KAI dan pemko Bukittinggi untuk mempertanyakan pembangunan Hotel dan Balkondes di areal stasiun Kereta Api.Dan bahkan telah memberikan bebe rapa rekomendasi kepada pihak PT.KAI untuk melindungi warga Stasiun.Na mun sampai sekarang,apa yang kami rekomendasikan itu,belum ada jawaban .

Sedangkan untuk SP 1 dan SP 2 yang diberikan kepada warga OPAKAI, je las ini tidak diketahui DPRD,Maka untuk SP3 yang akan turun,tentunya kami meminta kepada pihak terkait termasuk PT.KAI untuk dapat menundanya. Ba gaimanapun warga Stasiun warga Bukittinggi yang harus dilindungi hak hak ke manusiannya,ujar Beny Yusrial sembari berjanji untuk menjembatani persoalan ini,baik dengan pemko Bukittingg maupun dengan PT.KAI termasuk melibatka pimpinan Forkopinda untuk mencarikan solusinya.

Apa yang diungkapkan ketua DPRD itu juga senada dengan yang disam paikan Ketua Komisi III DPRD,Rusdi Nurman.Dan Rusdi juga sangat kecewa de ngan sikap pihak PT.KAI yang terkesan Arogan itu.Untuk itu,kami di DPRD juga akan memberikan penolakan terhadap pembangnan Hotel dan balkondes di areal stasiun itu,apabila ada regulasi yang dilanggar oleh pihak PT.KAI bersama patnernya.

Situasi Orasi sempat memanas ketika wakil walikota menyampaikan Sam butannya,yang menyebutkan,kalau pihak Pemko Bukittinggi tidak tahu dengan adanya SP 1 dan SP 2 yang diturunkan pihak PT.KAI kepada warga Stasiun. Ung kapan Wakil alikota itu disambt cemeeh dan kecaman oleh massa.

Begiu juga saat wakil walikota,H.Irwandi menyampaikan,kalau pihak pemko Bukittinggi sudah 4 kali melayangkan surat kepada pihak PT.KAI,bahkan meminta secara langsung agar penertiban dapat ditunda.Namun pihak PT.KAI tetap berprinsipakan melaksanakannya sesuai Skidul yang ada.Jadi,Pemko Bu kittinggi juga telah berupaya untuk melindungi warganya.ujar Wakil Walikota. Perkataan wakil Walikota itu kembali disambut dengan berbagai ungkapan massa OPAKAI.

Namun,situasi yang mulai memanas itu,dapat diredam oleh Wakil Ketua DPRD Yontrimansyah,dimana dalam sambutannya juga merasa kecewa dengan Pihak PT.KAI yang tidak menghargai hak hak kemanuian warga penyewa tanah Stasiun Bukittinggi,dan juga melecehkan lembaga DPRD dan pemko Bukittinggi dengan mengatakan penertiban yang dilakukan tidak ada kaitannya dengan Pemko Bukittinggi.Dengan pelecehan yang dilakukan ittu,kita akan minta pe nundaan penerbitan SP 3.Apabila SP 3 itu muncul juga,maka DPRD siap berada di garis terdepan untuk melindungi warganya,kalau perlu saya pribadi berada di garis terdepan ,ujar Yontrimansyah.

Ungkapn Yontrimansyah itu disambut positif oleh massa OPAKAI dan jawaban itu yang ditunggu tunggu oleh warga,sehingga warga merasa dilin dungi oleh DPRD.

Dengan mulai meredamnya,situasi yang sedikit memanas itu,Massa OPAKAI meminta kepada segenap anggota DPRD bersama unsur pimpinannya menandatangani surat pernyataan dukungan kepada masarakat termasuk kepa da Walikota dan Wakil Walikota.

Karena itu menyangkut dengan surat pernyataan,maka DPRD yang siap memediasi persoalan itu baik dengan pemko Bukittinggi maupun pihak PT.KAI meminta 11 orang perwakilan warga untuk berdialog dan mencarikan solusi nya bersama DPRD dan Wakil Walikota diruangan kerja Ketua DPRD Beny Yus rial.Sementara ratusan massa OPAKAI tetap bertahan diluar gedung DPRD menunggu keputusan DPRD.

Akhirnya pada Pukul.17.15 wib,DPRD bersama Wakil Walikota H.Irwandi dan utusan warga keluar gedung dengan membawa sepucuk surat pernyataan yang dibuat DPRD.Surat yang ditandatangani Ketua DPRD,Beny Yusrial,Wakil ketua H.Trismon dan Yontrimansyah serta Ketua Komisi I,M,.Nur Idris,Ketua Komisi II,Asril dan Ketua Komisi III,Rusdi Nurman pada intinya menyebutkan “ Berdasarkan mediasi yang dilakukan oleh DPRD bersama Pemerintah Daerah Kota Bukittinggi dan Warga,dengan ini menyampaikan bahwa dengan pertim bangan Kemanusiaan,kiranya pelaksanaan SP3 dapat ditunda sehingga tercapai solusi yang tepat antara warga dan PT.KAI”.

Sedangkan untuk pernyatan dari pemko Bukittinggi tidak dapat dibuat,karena wakil walikota bukanlah pengambil keputusan.Sehingga dengan hanya surat DPRD itu,Massa OPAKAI akan menunggu jawabannya.Dan Warga sedikit lega dengan surat pernyataan itu dan membubarkan diri dengan tertib.( tim )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here