TUDING ANGGOTA BALAI WARTAWAN LUAK LIMOPULUAH DIBUNGKAM: Auditpos.com Dipolisikan

0
20

PAYAKUMBUH, dekadepos.com –

Merasa terhina diserang lewat pemberitaan tendensius, mengandung fitnah dan pencemaran nama baik lembaga dan profesi wartawan, pengurus dan puluhan anggota Balai Wartawan (BW) Luak Limopuluah melaporkan dua oknum wartawan media online Auditpos.com berinitial Kio dan EB ke Polsekta Payakumbuh, Jum’at (12/5).

Wakil Ketua Balai Wartawan Luak Limopuluah, Marjohan didampingi Sekretaris, Medi Sulhendi mengakui bahwa, laporan yang dilayangkan lembaga BW Luak Limopuluah kepada pihak kepolisian, karena pemberitaan yang dilansir Auditpos..com telah menyerang nama baik lembaga dan pribadi wartawan yang bertugas di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota yang dituding telah dibungkam oleh pemko Payakumbuh yang mengakibatkan predikat WTP terancam gagal.

“ Kalimat “bungkam” sangat tendensius dan terkesan seolah-olah 50 orang anggota BW Luak Limopuluah terdiri dari wartawan harian, mingguan, TV dan media online yang melakukan studi banding ke Pemko Pekanbaru yang difasilitasi oleh mitrakerja Dinas Kominfo Pemko Payakumbuh, terkesan sebagai upaya suap terhadap lembaga dan anggota BW Luak Limopuluah, “ ujar Marjohan dan Medi Sulhendi yang didesak seluruh anggota BW untuk membuat laporan ke polisi atas pencemaran nama baik lembaga dan profesi wartawan yang dilakukan wartawan Auditpos.com

“ Kita tidak mengakui jika pemberitaan Auditpos.com yang menuding 50 anggota BW Luak Limopuluah terkena “bungkam” oleh Pemko yang mengakibatkan WTP terancam gagal, sebagai produk jurnaslistik. Pasalnya, berita tersebut tidak ada konfirmasi kepada pihak yang disorot dan sangat bertentangan dengan kaidah Kode Etik Jurnalistik,” ujar Doddy Sastra menegaskan.

Nasul Kenong, Sardi, Benpi, Bayu Vesky, Dadang dan Angga menimpali, berita yang dilansir Auditpos.com tersebut sangat terkesan dibuat berdasarkan sakit hati dan penuh kebencian. “ Padahal, sesama insan pers kedua oknum wartawan bernama Kio dan EB itu harus saling menghormati. Tak elok sesama insan pers kita saling serang. Tegasnya, Jaan sok barasiah lo lai,” ujar Anton Aruan dan Anton Sidak menimpali.

Komentar yang sama juga dilontarkan Edwar, Ilham, Lili, Saiful Hadi dan Am Chandra. Menurut para jurnalis Luak Limopuluah itu, sesama wartawan jangan saling menyeranglah. “ Antah kok lai barasiah bana awak. Artinya, tidak ada  koreng apalagi borok yang bisa pula dicukia-cukia urang,” ujar Rothman Uchok, Mardi, Aan, Rinodan Am Praizer, ikut pula berturo-turo.

Wartawan senior Syafril Nita, Yusrizal dan Bahtarudin mendukung langkah pengurus BW Luak Limopuluah untuk mempersoalkan berita Auditpos. com itu kepada penegak hukum. “ Artinya, ini pelajaran bagi banyak wartawan, agar tidak membuat berita seenak perutnya saja tanpa dilandasi kode etik jurnalistik,” ujarnya memberi nasehat.

Kapolsekta Payakumbuh Kompol Russirwan membenarkan jika pengurus dan anggota Balai Wartawan Luak Limopuluah telah membuat laporan pengaduan atas dugaan pencemaran nama baik terhadap lembaga dan anggota Balai Wartawan Luak Limopuluah melalui laporan Polisi No.Pol : STPL/K/68/V/2017/Sekta.

“ Tuduhan yang disangkakan kepada 2 oknum wartawan Auditpos. com  selain unsur pidana pencemaran nama baik lembaga dan pribadi 50 orang wartawan, juga ada tuduhan pidana Undang-undang IT. Kita akan sikapi laporan pengaduan ini dengan serius,” ujar Kompol Russirwan. (esha tegar)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here