Tuntut Pembebasan Lahan, Ratusan Massa Datangi PT. Mitra Kerinci

0
44

Solok Selatan, Dekadepos.com

Ratusan masyarakat dan pemangku adat Koto 12 beserta ninik mamak mendatangi PT Mitra Kerinci (PTMK) Solok Selatan (Solsel) menuntut pembebasan lahan seluas 5 Hektare untuk pembangunan Masjid Agung Solok Selatan yang direncanakan dibangun di areal HGU (Hak Guna Usaha) milik PTMK, Rabu 28 Maret 2018. “Kami hanya meminta lahan seluas 5 Hektare di PTMK untuk dibebaskan tanpa bersyarat kepada Pemda Solok Selatan untuk pembangunan Masjid Agung Solok Selatan,” kata Irwan Sangir, dalam orasinya di depan ratusan massa, di dalam areal perkebunan teh PT Mitra Kerinci, Solok Selatan.

PTMK juga dinilai menghalang-halangi dan mempersulit pembangunan Masjid Agung Solok Selatan di wilayah HGU PTMK. Setelah melakukan orasi, perwakilan pengunjuk rasa dari pemangku adat Rantau 12 Koto, Ninik Mamak, Bundo Kanduang dan masyarakat Solok Selatan mengadakan perundingan dengan pihak PTMK, Pemda Solsel dan Polres Solok Selatan dan menghasilkan kesepakatan antara semua pihak.

Kesepakatan itu disepakati dan ditandatangani yang berisi point pertama yaitu PT Mitra Kerinci mengizinkan peletakan batu pertama dan pelelangan proyek pembangunan Masjid Agung Solok Selatan oleh pemerintah daerah sambil proses ganti rugi aset yang berlokasi di areal HGU PT Mitra Kerinci seluas 4,6 hektare dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Selanjutnya, poin kedua yaitu proses ini dilaksanakan untuk menggantikan mekanisme tukar guling dengan ganti rugi atau kompensasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sebelum membubarkan diri, para pengunjuk rasa menyempatkan diri menggelar doa bersama dan membubarkan diri dengan tertib.

Asisten I Setdakab Solok Selatan Fidel Efendi mengatakan, pihaknya segera menindaklanjuti keputusan tersebut untuk diteruskan ke proses lelang. “Anggaran pembangunan masjid agung sudah ada dan segera akan kami lakukan lelang,” katanya.

Sementara, General Manager SDM dan Umum PT Mitra Kerinci, Agusman Sialagan mengatakan kami mendukung sepenuhnya pembangunan Masjid Agung Solok Selatan. “Proses ganti rugi aset ini dapat lebih cepat dibanding tukar guling dan pemerintah sudah bisa melakukan pembangunan. Oleh karena itu mari kita kawal bersama pelaksanaannya,” terangnya. (Est)