Upaya Pengurangan Resiko Bencana, BNPB Gelar Seminar dan Raker

0
14

Padang, Dekadepos.com

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei dalam seminar dan rapat kerja III Indonesia-IOLGF (Indonesia Indian Ocean Local Government Forum), di Hotel Inna Muara Padang mengatakan bahwa, Bencana tsunami yang terjadi 13 tahun yang lalu telah mengubah paradikma dalam menghadapi bencana, sebelumya berorientasi pada penanggulangan bencana kemudian mengarah kepada pengurangan resiko bencana secara efektif.

Hal tersebut ia sampaikan dalam seminar dan rapat kerja yang dihadiri oleh anggota IORA dari berbagai daerah, forkopimda dan tamu undangan lainnya. Sementara Walikota Padang, Mahyeldi Dalam sambutannya, menyampaikan bahwa pengoptimalan pembinaan forum kelompok siaga bencana di setiap kelurahan terus dilakukan sebagai upaya mewujudkan masyarakat tangguh bencana, serta perlunya rencana pembangunan fasilitas evakuasi dengan memanfaatkan sekolah-sekolah sebagai shelter.

Secara geografis Kota Padang sama dengan Kota Fremantle di Australia. Fremantle merupakan kota pelabuhan yang mengarah ke samudera hindia dan merupakan pintu gerbang bagi Australia bagian barat, banyak bangunan-bangunan kuno dan bersejarah yang menjadi salahsatu daya tarik wisatawan. Fremantle telah memiliki rencana jangka panjang untuk 15 tahun kedepan dalam penanganan bencana. Berdasarkan data peningkatan permukaan laut selama 100 tahun setinggi 20%, sehingga diperkirakan tahun 2040 pengikisan pantai akan terjadi sejauh 30 meter, hal tersebut di sampaikan oleh Walikota Fremantle Australia Brad Pettit. Hal terpenting ialah kerjasama antara pemerintah daerah, pusat serta pihak swasta untuk dalam manajemen bencana. Di Fremantle penanganan bencana dapat dilakukan dalam 24 jam, pungkasnya.
IMG-20170503-WA0049

Deputi bidang pencegahan dan kesiapsiagaan BNPB, B Wisnu Wijaya dalam paparannya menyampaikan bahwa pemahaman terhadap resiko, pengelolaan bencana, adanya anggaran untuk menangani bencana sebelum, sedang dan sesudah sangat diperlukan. Berdasarkan data bencana dari 2002- 2016 cendrung meningkat salahsatunya di akibatkan perubahan iklim, terjadi peningkatan 38% dibanding tahun 2015. Empat kawasan utama potensi tsunami yaitu ; megathrust mentawai, megathrust selat sunda dan jawa bagian selatan, megathrust selatan bali dan nusa tenggara, megathrust papua bagian utara. Keempat wilayah ini memiliki resiko bencana yang tinggi, sehingga di butuhkan penangganan resiko bencana.

Perlu adanya dukungan dari BNPB, Kementerian Keuangan, Bappenas, Kemendagri mengenai pentingnya sekolah shelter untuk masuk penganggaran pada direktorat teknis tahun 2018. Pada tahun 2016 dan 2017, sistim penganggaran yang ada belum mengakomodir pembangunan sekolah shelter khususnya diwilayah yang terletak di pesisir pantai, ungkap Neneng dari Ditjen Dikdasmen Kemendikbud sebagai pemateri terahir dalam seminar tersebut. (Ari).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here