Usai Dirawat, Begini Kondisi Bayi yang dibuang orang tua

0
39

Payakumbuh, Dekadepos.com

Setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Dr. adnaan WD Payakumbuh sejak Sabtu pagi (7/1) kondisi bayi malang hasil hubungan diluar nikah yang dibuang orang tuanya di Panti Asuhan Kota Payakumbuh terus membalik. Tubuhnya yang semula dingin dan membiru, kini telah berangsur panas dan membaik.

Ia yang semula dirawat didalam incubator, kini sesekali telah diletakkan oleh petugas medis di box bayi. Untuk asupan, petugas memberikan susu formula, sebab sang ibu hingga Senin siang tak juga datang kerumah sakit untuk menyusui.
img-20170109-wa0000
“ Alhamdulillah, kondisi bayi laki-laki yang belum diberi nama itu terus membaik, tubuh dan kakinya yang semula dingin dan membiru kini telah berangsur panas dan membaik. Untuk sementara waktu, kita memberikan susu formula kepada bayi itu”. Sebut Yusfadodi, Kabag Umum dan kepegawaian melalui Desmawati, S. Kep, Kabid Pelayanan Keperawatan Rumah Sakit dr. Adnaan WD Payakumbuh, Senin sore (9/1).

Desmawati juga menambahkan, hingga Senin siang, hanya nenek sang bayi (orang tua WP. Red) yang datang untuk mengunjungi dan melihat bayi itu.

Sebelumnya diberitakan, sejoli yang tengah mabuk asmara, RC (25) seorang petani yang masih lajang dan sang kekasih WP (19) Ex pelajar. Nekad membuang Buah cinta mereka yang lahir diluar pernikahan. Terungkapnya peristiwa tersebut, saat WP meletakkan bayi yang baru beberapa jam dilahirkan oleh sang kekasih di Halaman Rumahnya di Paninjauan Kecamatan Bukik Barisan Kabupaten Lima Puluh Kota. Sebelum melahirkan bayi dengan berat 3000 gram itu, WP menghubungi sang kekasih karena tak kuat menahan sakit. Mendapat kabar itu, RC yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka itu langsung datang kerumah RC di Paninjauan Kecamatan Bukik Barisan. Tak berselang lama, akhirnya WP melahirkan dihalaman rumah dibantu sang kekasih.

Usai melahirkan sendiri anaknya tanpa bantuan orang lain pada Sabtu (7/1) sekitar pukul 02.00 dinihari, Ibu muda itu bersama sang kekasih berencana akan “ membuang “ bayi itu ke Kota Payakumbuh. RC akhirnya memilih meletakkan darah dagingya di teras sebuah Panti Asuhan di Payakumbuh. “ Saya sengaja meletakkan bayi itu di teras panti Asuhan karena saya sewaktu sekolah sering lewat kesana untuk menunggu mobil” ucap RC kepada penyidik Polres Payakumbuh saat menjalani pemeriksaan pada Senin pagi (9/1). (Esha Tegar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here