Usai SPBU, Polisi Segel Pabrik Pengeringan Pinang

0
158

Payakumbuh, Dekadepos.com

Usai melakukan penyegelan sebuah Pompa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan Raya Payakumbuh-Lintau, Tim Kepolisian dari Polres Payakumbuh kembali menyegel sebuah pabrik Pengeringan pinang di Kelurahan Talang Kecamatan Payakumbuh Barat. Penyegelan tersebut dilakukan Karena belum memiliki izin sebagai perusahaan pengolahan pinang impor, Satreskrim Polres Payakumbuh, menyegel atau memberi polis line sebuah pabrik pengolahan pinang yang sudah 3 bulan beroperasi. “Penyegelan itu kita lakukan, karena perusahaan pengolahan pinang tersebut tidak memiliki izin resmi sebagai pabrik pengolahan pinang,”  ujar Kapolres Payakumbuh AKBP. Kuswoto melalui Kasatreskrim Iptu Wawan Dermawan ketika dikonfirmasi, Selasa (30/5).    

Dari keterangan di lokasi pabrik tersebut, pihak pengelola yang mengaku bernama Herman, menyebutkan bahwa perusahaan pengolahan pinang yang dikelolanya memang belum memiliki izin resmi. “Izin perusahaan ini sedang diurus. Namun, sebagai pengelola saya tidak tahu izin perusahaan itu belum ada, karena yang bertanggungjawab untuk mengurus izin  itu dipercayakan kepada Pak Joni, “ ujar Herman sekaligus mengakui bahwa pihaknya memang bersalah karena perusahaannya belum memiliki izin.

Diakui Herman, usaha pengolahan pinang yang dikelolanya hanya proses pengeringan saja. Artinya, setelah buah pinang dikeringkan dengan cara direbus dan kemudian dikeringkannya, lalu di kirim ke Medan untuk kemudian di ekspor ke China. Herman juga mengakui bahwa perusahaan yang dikelolanya memperkerjakan 24 orang tenaga kerja dibagi 3 shif, masing- masing shif  8 orang dan mereka bekerja delapan jam, ” ujar Herman.

Pekerjakan 2 Orang Asing

Dengan dilakukannya penyegelan terhadap pabrik pengolahan pinang tersebut oleh Polres Payakumbuh, terungkap di perusahaan tersebut diduga memperkerjakan 2 orang tenaga asing dari China. Pihak Imigrasi Bukittinggi yang turun melakukan pemantauan ke lokasi pabrik, Selasa (30/5) menemukan dua orang asing asal China  di lokasi pabrik. Kedua orang asing itu seorang pria dan seorang lagi wanita masing-masing bernama Yang Zhengxiang dan Wang.  “ Kita belum bisa memastikan apakah kedua orang asing ini telah menyalahi aturan terkait ketenagakerjaan asing. Yang jelas, keduanya memiliki paspor dan izin kerjanya di keluarkan pihak Imigrasi Medan, “ ujar penyidik dari Imgirasi Kelas II B Bukittinggi bernama Musa ketika ditemui di lokasi.

Menurut Musa, terkait keberadaan kedua orang asing diperusahaan pengolahan pinang itu, pihaknya akan memanggil pihak perusahaan yang bertanggungjawab atas keberadaan kedua orang asing tersebut.  “Secara resmi kita akan memanggil pihak perusahaan terkait ditemukannya dua orang asing di lokasi pabrik tersebut. Namun, menurut pentercermah bahasa yang dipekerjakan di pabrik tersebut bernama Maria, dia mengakui bahwa kedua orang asing itu baru satu minggu ini berada di lokasi pabrik sebelum terjadi peristiwa penyegelan oleh pihak Polres Payakumbuh,” Musa.

Namun demikian, tegas Musa, pihak imigrasi tidak percaya begitu saja dengan pengakuan pihak pentercemah bahasa pihak perusahaan tersebut, dan meminta pihak perusahaan membawa dokumen kedua orang asing itu ke kantor Imigrasi Kelas II B Bukittinggi. (Esha Tegar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here