USUNG KERANDA JENAZAH DAN FOTO RAMLAS NURMATIAS DILAKBAN, KAK DAN LKAAM TUNTUT OPAKAI MINTA MAAF

0
154

Bukittinggi.Dekadepos.com
Kerapatan Adat Kurai (KAK ) dan Lembaga Kerapatan Adat Alam Minang Kabau (LKAAM) Kota Bukittinggi tidak menerima sikap Organisasi Pemakai Aset Kereta Api Indoneia (OPAKAI) Bukittinggi yang melakukan demonstrasi atau unjuk rasa ke DPRD dengan mengusung keranda jenazah bergambarkan Walikota H.Ramlan Nurmatias yang mulutnya di lakban hitam. Para Ninik mamak Kurai dan LKAAM menilai, itu bentuk sebuah pelecehan kepada Ninik Mamak Kurai V Jorong. Untuk itu KAK dan LKAAM meminta kepada OPAKAI untuk menyatakan permohonan maafnya kepada Walikota da Ninik Mamak Kurai V Jorong.

Seperti yang diungkapkan Ketua KAK V Jorong, YH Dt Yang Pituan dalam Jumpa Pers di Kediamannya, Minggu (9/7) kemaren.Dimana Unjuk Rasa atau pun Demontrasi merupakan salah satu bentuk penyampaian aspirasi yang di perbolehkan oleh Undang Undang.Siapan melakukan Unjuk rasa asalkan ada memiliki Izin dari pihak kepolisian tidak ada yang melarangnya,ujar Dt Yang Pituan.

Namun unjuk rasa yang diadakan itu, jelas unjuk rasa yang beratika dan bukan unjuk rasa yang tidak beretika.Misalnya unjuk rasa yang diadakan kelompok OPAKAI ke DPRD Bukittinggi, Kamis lalu.Unjuk rasa itu kita apresiasi dalam rangka memperjuangkan nasib para warga stasiun.

Namun, setelah melihat dan mendengarkan Orasi yang dibawakan oleh Kelompok OPAKAI, ada beberapa yang tidak beretika.Diantaranya mengusung foto Walikota Ramlan Nurmatias yang mulutnya ditutup dengan Lakban Hitam dengan Keranda Jenazah. Foto dan keranda itu jelas menunjukan seorang Ram lan Nurmatias yang juga Ninik Mamak Kura V Jorong yang bergelar “Dt Nan Basa” sudah tidak bisa berkata dan sudah mati dengan mengusung keranda. Dan ini secara etika,jelas sebuah pelecehan terhadap Kepala daerah dan pe mangku Adat Kurai V Jorong.jelas Dt Yang Pituan.

Untuk itu Ninik Mamak Kurai V Jorong dan LKAAM Kota Bukittinggi merasa tersinggung,dan dalam pertemuan yang dihadiri sekitar 25 orang Ninik Mamak dan pengurus LKAAM Bukittinggi didapatlah keputusan yang dituangkan dalam Surat Pernyataan bersama antara KAK V Jorong dan LKAAM Kota Bukit tinggi.

Dimana,surat pernyataan yang diberikan kepada Kesbangpol untuk ditindak lanjuti itu berisikan, keberatan para ninik mamak Kurai V Jorong dan LKA AM kota Bukittinggi atas demo atau unjuk rasa yang memasang foto Walikota Bukittinggi pada keranda mayat,karena Walikota Bukittinggi selain Pejabat Ne gara juga Ninik Mamak “ Yang Diamba Gadang Dianjuang Tinggi”.

Kemudian, KAK dan LKAAM Kota Bukittinggi juga menolak Pernyataan dalam Demo atau Unjuk rasa yang mengatakan,”Dulu kami beramai ramai berjuang dalam memilih Walikota,sekarang kalau tidak peduli dengan nasib rakyat ,maka Pemko mulai dari titik nol dan harus hengkang dari NKRI”. Penolakan kata-kata ini,karena walikota Bukittinggi merupakan Ninik Mamak “Baurek Hunjam ka Bumi,Bapucuak Cewang ka langik” yang peduli kepada rakyatnya.

Untuk itu,KAK dan LKAAM Kota Bukittinggi menuntut Pihak yang mengaku sebagai kordinator demo agar meminta maaf kepada ninik mamak Kurai Limo Jorong secara terbuka melalui media massa agar tidak terjadi konflik ditengah tengah masarakat.Dan meminta Pemerintah Kota Bukittinggi menyikapi persoalan ini secepat mungkin sesuai ketentuan yang berlaku.Surat pernyataan itu ditandatangani ketua LKAAM Kota Bukittinggi,A.Dt Maruhun dan Ketua KAK V Jorong,YH.Dt Yang Pituan.

Kepada Anak Kemenakan Rang Kurai,Ketua KAK ,YH.Dt Yang Pituan juga meminta agar tidak terpancing dengan berbagai isu dan propoganda yang mungkin saja dilakukan oleh orang-orang yang tidak betanggungjawab. Maka nya kepada anak kemanakan Kurai V Jorong diminta untuk dapat menyikapi persoalan ini dengan baik guna menghindari terjadinya Konflik Horizontal di tengah tengah masaakat,tambah Dt Yang Pituan.

Terkait dengan persolan nasib warga Stasiun yang akan segera digusur pihak PT.KAI.Selaku Pucuak Adat Kurai V Jorong telah menanyakan hal itu kepada Walikota dan Walikota mengatakan sudah berupaya kepada pihak PT.KAI untuk melakukan penundaan penggusuran. Artinya,selaku pemimpin Kota Bukittinggi walikota Ramlan Nurmatias telah berupaya untuk menyelematkan warga nya, ungkap Dt Yang Pituan.

Untuk itu,dalam penyelesaian persoalan waga stasiun ini,Dt Yang Pituan meminta kepada Walikota untuk dapat menyelesaikannya secara bijak dengan mengadakan pertemuan dengan warga stasiun.Barangkali dengan Musyawarah bersama itu akan didapatkan solusinya,tambah YH.Dt Yang Pituan.

Sementara itu,Kakan Kebangpol, Joni Feri yang menerima surat pernyataan KAK dan LKAAM itu,kepada wartawan mengatakan akan membicarakan Surat pernyataan itu kepada Walikota termasuk dengan Pihak terkait lainnya. Sehingga akan didapatkan langkah-langkah kongkrit untuk penyelesaiannya, ba ik itu persoalan Warga Stasiun maupun Surat pernyataan Ninik Mamak Kurai dan LKAAM Kota Bukittinggi,katanya singkat saja.

Ketua OPAKAI Bukittinggi Kumar Z Chan yang dikonfirmasi www.Dekadepos.com tentang surat pernyataan KAK dan LKAAM itu pada Minggu sore kemaren ,sangat merasa heran dengan adanya surat pernyataan Ninik Mamak Kurai, se bab dalam persoalan Warga Stasiun ini tidak ada bersentuhan dengan lembaga ataupun kelompok lain. Aksi ini murni ditujukan kepada Walikota Bukittinggi, ujar Kumar Z Chan menambahkan tidak ingin persoalan ini berbuntut SARA .

Seharusnya Ninik Mamak Kurai V Jorong dan LKAAM harus marah kepada Vice Presiden Divre II Sumatra Barat PT.KAI yang secara nyata-nyata mengatakan dalam persoalan penertiban Warga Stasiun ini tidak ada kaitannya dengan pemko Bukittinggi. Dan ini jelas-jelas suatu pelecahan yang dilakukan Pihak PT.KAI.”Dan kita saja selaku warga Stasiun yang tidak diperhatikan pemko, turut memperjuangkan harga diri pemko Bukittinggi”,tambah Kumar Z Chan. (Aldo/edis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here