Wabup Ingatkan Kepedulian dan Tanggung Jawab Kerja Pejabat

0
34

LIMA PULUH KOTA, Dekadepos.com

Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan, kembali mengingatkan kepedulian dan tanggung jawab kerja para pejabat dan ASN terhadap rakyat dan negara. Dia menyebut, kecendrungan pemerintah daerah saat ini, telah lupa jasa dan tanggung jawab, sehingga membuat daerah kehilangan berkah. Hal tersebut diungkapkan Ferizal dalam apel pagi di hadapan ratusan pejabat dan ASN sekretariat daerah serta SKPD di halaman kantor bupati setempat, Senin (5/12). “Banyak hal yang kita (pemerintah daerah) lupa, seperti berterima kasih ke orang yang sudah berjasa mengharumkan nama daerah, juga tanggung jawab kinerja kita kepada masyarakat,” kata Ferizal.

Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Limapuluh Kota ini mengaku, selaku penanggung jawab pengawasan pemerintah daerah, dirinya secara pribadi mengucapkan terima kasih kepada panitia, para atlit-official serta pengurus kontingen cabang olahraga, atas prestasi yang sudah diraih para ajang Porprov IVX/2016. Dengan kerja keras yang penuh tanggung jawab, mereka para atlit-official Limapuluh Kota berhasil meraih prestasi di posisi ke-4 dari 19 Kota/Kabupaten peserta Porprov. “Atas nama pemerintah daerah dan ketua salah satu Pengcab olahraga, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” tuturnya.

Dia berharap, atas prestasi dan upaya yang sudah diukir itu, pemerintah daerah ke depan berkewajiban memberikan perhatian, penguatan serta penghargaan (bonus), bagi para duta olahraga. Ferizal mengajak para pejabat Limapuluh Kota dapat mencontoh daerah lain. Terhadap atlit berprestasi, pemkab selayaknya dapat membuka peluang lapangan kerja di instansi pemerintah, karena mereka sudah berjuang mengharumkan nama daerah. “Andai kata, jika sudah ada pemetaan terhadap tenaga honorer, THL, PTT dan BLUD kita, dimungkinkan, BKD bisa merekrut tenaga dari orang-orang berprestasi ini,” sebutnya.

Adanya rencana pengalihan status pegawai non PNS menjadi P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) guna menindaklanjuti UU No 5 Tahun 2014 tentang ASN, BKD sedianya sudah melakukan kajian evaluasi, guna menyaring para calon yang akan ditetapkan menjadi P3K pada 2017 mendatang. Ferizal juga mengungkap beberapa isu yang beredar di tengah masyarakat saat ini. Seperti adanya kekecewaan masyarakat, yang menanam pisang akibat kerusakan jalan di Nagari Sungai Naniang, Kecamatan Bukik Barisan. Menurutnya, hal ini perlu ditindaklanjuti secara serius oleh instansi terkait.

“Ini saya menilai, tanggung jawab kerja, pejabat di instansi pemerintah daerah ini yang sudah mati. Pejabat kita lebih suka berbuat ‘makar’ merongrong birokrasi ini dengan cara persekongkolan dan tipu daya, menganggu kestabilan pemerintahan, ketimbang bekerja sesuai tanggung jawab,” sebut Buya Feri.

Selain jalan rusak yang tidak tertangani di Bukik Barisan, di Lareh Sago Halaban, beberapa waktu lalu juga ada belasan orang yang terindikasi DBD, tetapi belum terlihat adanya tindaklanjut dari dinas terkait. Ada pula beberapa waktu lampau dua masyarakat di Harau yang meninggal, ketika menggali sumur. “Saat itu, kejadian dilaporkan dari jam 08.00 WIB, tapi baru ditangani jam 11.00 WIB. Maka dari itu, saya ingatkan, mari tingkatkan kepedulian terhadap tugas tanggung jawab kita selaku pelayan masyarakat. Karena kita disumpah, bekerja menjalankan tugas buat kelangsungan hidup masyarakat,” tutupnya. (Esha Tegar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here