Wako H.Ramlan Nurmatias: Kebhinekaan Kita Sedang Diuji

0
48

Bukittinggi.Dekadepos.com.

Walikota Bukittinggi H.Ramlan Nurmatias menjadi inspektur Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di Halaman Kantor Balaikota Gulai Bancah Bukittinggi, Kamis (1/6).

Upacara yang bertemakan “Saya Indonesia, Saya Pancasila” ini diikuti oleh Forkompimda, Wakil Walikota H.Irwandi ,Sekda H.Yuen Karnova,para Asis ten,Pimpinan OPD, Polri dan ASN di lingkungan Pemko Bukittinggi.

Upacara ini merupakan yang pertama kali sejak Presiden Joko Widodo menerbitkan Keputusan Presiden Nomor : 24 Tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2016. Merupakan rangkaian susunan acara upacara Pem bacaan Keputusan Presiden RI tentang Hari Lahir Pancasila tersebut dibacakan oleh Sekretaris Daerah Yuen Karnova yang berisikan penetapan tanggal 1 Juni 1945 sebagai Hari Lahir Pancasila, menetapkan 1 Juni merupakan Hari Libur Nasional serta menetapkan Pemerintah bersama seluruh komponen bangsa dan masyarakat Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila setiap tanggal 1 Juni.

Dalam sambutan Presiden Republik Indonesia yang dibacakan Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengatakan,Pancasila merupakan hasil dari satu kesatuan proses yang dimulai dengan rumusan Pancasila tanggal 1 Juni 1945 yang dipidatokan Ir.Sukarno, Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945, dan rumus an final Pancasila tanggal 18 Agustus 1945 adalah jiwa besar founding fathers, para ulama dan pejuang kemerdekaan dari seluruh pelosok nusantara sehingga kita bisa membangun kesepakatan bangsa yang mempersatukan kita.

Harus diingat bahwa kodrat bangsa Indonesia adalah keberagaman. Takdir Tuhan untuk kita adalah keberagaman. Dari Sabang sampai Merauke adalah keberagaman. Dari Miangas sampai Rote adalah keberagaman. Berbagai etnis, Bahasa, adat istiadat, agama, kepercayaan dan golongan bersatu padu mem bentuk Indonesia, itulah ke-bhinneka tunggal ika-an kita.

Namun kehidupan berbangsa dan bernegara kita sedang mengalami tan tangan. Kebhinekaan kita sedang diuji. Saat ini ada pandangan dan tindakan yang mengancam kebinekaan dan keikaan kita. Saat ini ada sikap tidak toleran yang mengusung ideologi selain Pancasila. Masalah ini semakin mencemaskan tatkala diperparah oleh penyalahgunaan media social yang banyak menggaung kan hoax alias kabar bohong.

Selanjutnya presiden Joko Widodo dalam sambutannya mengajak peran aktif para ulama, ustadz. Pendeta, pastor, bhiksu, pedanda, tokoh masyarakat, pendidik, pelaku seni dan budaya, pelaku media, jajaran birokrasi, TNI dan Polri serta seluruh komponen masyarakat untuk menjaga Pancasila. Diakhiri dengan mengucapkan Selamat Hari Lahir Pancasila. Kita Indonesia, Kita Pancasila. Semua  Anda Indonesia, semua Anda Pancasila. Saya Indonesia, Saya Pancasila.

Diakhir upacara Walikota Ramlan Nurmatias  menyampaikan kepada se luruh peserta upacara, bahwa ia merasa terganggu dengan peserta yang ter lambat dan membuat suasana tidak khidmat,” untuk yang akan datang kalau terlambat tidak usah ikut, ini bukan sekedar upacara, tidak hanya sekedar ab sen dan bukan sekedar menghadiri, namun ini meneguhkan komitmen kita semua terhadap Pancasila,” ujar Ramlan Nurmatias. (Aldo)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here