Wali Nagari Ampalu Berpulang

0
24

LIMA PULUH KOTA, Dekadepos.com

Kecamatan Lareh Sago Halaban, Munasri Dt Pangulu Kayo, dipanggil Sang Khalik, Senin (6/12) sekitar pukul 04.30 WIB dini hari. Menurut informasi keluarga, almarhum Munasri, sempat mempunyai gejala penyakit pada organ dalam. Kabar wafatnya seorang pemimpin di tingkat pemerintah nagari ini dengan cepat diketahui para tokoh, ASN di jajaran pemerintahan hingga masyarakat di Ampalu dan Lareh Sago Halaban. Ratusan pegawai pemerintah serta Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan, turut hadir melayat ke rumah duka.

Jelang proses pemakaman jenazah di kampung almarhum di Ampalu, selain Wabup juga tampak hadir mantan Bupati Limapuluh Kota, Alis Marajo, Camat Lareh Sago Halaban, Eflizen, unsur muspika serta jajarannya. Wabup Ferizal sempat didaulat melepas proses pemakaman, mengingat Munasri merupakan seorang aparatur negara. “Atas nama pemerintah daerah saya ucapkan rasa duka yang mendalam, berikut do’a, semoga arwah dan amal ibadah almarhum diterima di sisi-NYA. Saya juga ingin sampaikan permintaan maaf dari Pak Bupati Irfendi Arbi, karena beliau tidak sempat hadir disini, mengingat ada agenda kerja yang tidak bisa beliau ditinggalkan,” sebut Ferizal.
dsc_6212
Wabup meminta kepada seluruh pihak, baik keluarga maupun masyarakat agar memaafkan segala kesalahan, yang pernah diperbuat semasa hidupnya, baik yang disengaja atau yang tak disengaja. Karena, menurutnya, menjadi kewajiban setiap umat muslim memaafkan segala kesalahan yang pernah diperbuat oleh saudaranya. “Berikut, kita berkenan menjadi saksi, almarhum selama hidup adalah orang baik-baik. Yakinlah, dengan memberi lembaran maaf, akan mendatangkan keberkahan bagi kita semua. Begitu pula amalan doa anak yang soleh. Selaku warga, kita harus mengucapkan terima kasih terhadap jasa dan pengabdiannya.” tuturnya.

Wabup juga menekankan agar menjaga tali silaturrahmi dengan sesama. Sebab, Silaturrahim hutang manusia yang masih hidup. Ferizal bercerita, beberapa hari lalu, sebelum dikabarkan wafat, dirinya sempat ditelepon dan berjanji akan bertemu dengan almarhum guna membahas prosesi pernikahan putranya. “Maka dari itu, saya merasa berhutang ke beliau, sebelum beliau tiada,” tuturnya. Adapun mantan bupati Alis Marajo mengaku dirinya terkejut begitu mendengar kepergian wali nagari yang juga sahabat dekatnya itu. “Beliau pemimpin yang menggerakkan hati nurani masyarakat. Sejak tahun 80-an saya sudah kenal beliau. Beliau gigih menggerakkan aspirasi msyarakat dalam pembangunan,” kata politis Golkar tersebut.

Alis mengakui, banyak pengalaman yang patut diingat di masa hidup almarhum. Baik dalam pergaulan, kepemimpin dan sikap kepribadiannya. Atas kepergiannya itu, menurut informasi keluarga, Munasri, meninggalkan empat anak dari dua istri. Mereka bernama Rini Candrila, Bayu Candra, Andika dan Reno Nilamsari. (Esha Tegar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here