Wanita Hamil 3,5 Bulan di Amankan Tim Penegak Perda

0
79

PAYAKUMBUH, dekadepos.com-

Wanita Malam Hamil 3,5 Bulan Diamankan Tim Penegak PerdaTim penegak Peraturan Daerah (Perda) Kota Payakumbuh semakin intens melakukan rahasia terhadap penyakit masyarakat pasca lebaran Idul Fitri 1438 H/2017 M.

Razia yang dilakukan sepanjang dinihari Kamis (6/7) itu membuahkan hasil, sebanyak 9 orang muda mudi dan pasangan malam berhasil diamankan disejumlah tempat.

Seperti di Simpang By Pass Pakan Sinayan, Medan Nan Bapaneh Ngalau Indah, dimana dilokasi itu muda mudi dan pasangan malam telah meresahkan pemilik ruko.

Hampir setiap malam muda mudi nongkrong hingga subuh di emperan toko, sehingga sampah-sampah bekas miras, lem cap banteng dan sampah makanan dan minuman berserakan disekitar toko.

Meski saat tim penegak Peraturan Daerah datang, sejumlah muda mudi yang nongrong dilokasi kucar kacir menyelamatkan diri. Sehingga kejar-kejaran antara tim penegak perda dengan muda mudi tak terelakkan.

“Meski sempat kejar-kejaran Alhamdullah mereka berhasil kita amankan sebanyak 9 orang. Bahkan ada diantara pasangan yg kita amankan ketika masyarakat sudah pergi subuh ke masjid, sedangkan mereka tanpa merasa berdosa masih ngumpul laki laki dan perempuan di depan masjid Istiqomah Bulakan Balai Kandi,” sebut

Kasat Pol PP Kota Payakumbuh Davitra yang memimpin lansung operasi malam itu didampingi Kasi OPS, Atrimon dan Kasi PPD Erizon.

Disampaikan Kasat, petugas Pol PP bahkan harus mengejar sampai ke halaman masjid dan mengamankan seorang wanita malam yang mengaku sendirian dari Ulu Aia menuju kota Payakumbuh dan ketemu dg teman laki lakinya.

“Ikut diamankan malam itu dua pasang remaja lainnya dan 4 orang pemuda yang sedang mabukan di Medan Bapaneh Ngalau Indah. Diantara pasangan malam itu mengakui kepada petugas sedang hamil 3,5 bulan. Padahal mereka belum merupakan pasangan sah suami istri,” sebut Kasat.

Akhirnya sekolah remaja dan pasangan malam yang diamankan digelandang kemarkas Pol PP di eks Poliko untuk didata lebih lanjut.

Hingga pagi hari muda-mudi dan pasangan malam masih terus dilakukan pembinaan sampai orangtuanya masing-masing datang menjemput.

“Para orang tua dan keluarga korban siangnya diminta datang ke kantor untuk mendapatkan pembinaan bersama anaknya serta membuat perjanjian. Para orang tua dan keluarga menangis karena kelakuan anak anak mereka,” sebut Davitra.

Pedagang di Trotoar Ditertibkan

Disamping melakukan penertiban terhadap pelaku penyakit masyarakat. Pol PP juga menertibkan PKL disepanjang Jalan Sukarno Hatta yang berjualan di trotoar dan badan jalan.

“Razia terhadap PKL kita lakukan setelah lebaran idul fitri karena sebelum lebaran lalu ada sedikit kelonggaran terhadap pedagang yang berjualan makanan dan minuman perbukaan puasa, namun kalau kondisi ini kita biarkan maka para pedagang ini akan merasa tidak bersalah kalau berjualan di trotoar dan badan jalan,” sebutnya.

Sebelumnya Pol PP sudah memberikan peringatan kepada Pedagang untuk tidak berjualan di trotoar dan badan jalan. Karena sebut Davitra harus juga dihormati hal-hal pejalan kaki dan pengguna jalan dengan kenderaan.

“Kita harapkan agar trotoar dan badan jalan betul-betul kembali sesuai fungsinya. Ini juga bentuk saling menghargai hak-hak pejalan kaki,” harapnya. (esha tegar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here