Warga Resah, Pasar Padang Kaduduak jadi Tempat Maksiat

0
605

Payakumbuh, dekadepos.com –
Warga Kelurahan Padang Kaduduak, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh, yang berada di sekitar kawasan pasar Padang Kaduduak, mengaku resah.

Pasalnya, pasar yang baru selesai dibangun tahun lalu dan belum tentu kapan akan difungsikan sebagai pasar rakyat, sudah dimanfaatkan anak-anak nakal untuk tempat maksiat dan tempat mabuk-mabukan narkoba.

Ketika sejumlah awak media melakukan peninjauan ke lokasi, Senin (3/7) selain menemukan sampah berserakan di lorong-lorong los, juga ditemukan di dalam petak-petak paluang sejumlah kotak lem merek Banteng yang diduga disalagunakan untuk dihisap.

Seorang masyarakat setempat, Alis, tinggal tak jauh dari lokasi pasar Padang Kaduduak meminta kepada Pemko Payakumbuh untuk secepatnya mengoperasikan pasar Padang Kaduduak tersebut.

“ Jika Pasar Padang Kaduduak ini tidak segera dioperasikan, dikhawatirkan akan menjadi tempat maksiat bagi anak-anak nakal,” ujar Alis.

Menurut Alis, jika pasar Padang Kaduduak tidak juga dioperasikan, dia khawatir pasar yang baru dibangun itu akan berobah menjadi tempat maksiat.

Diakui Alis, sejauh ini memang ada petugas dari dinas pasar untuk menjaga pasar tersebut pada malam hari. Namun, sampai pukul 1.00 Wib dinihari, ketika petugas keamanan pergi meninggalkan pasar tersebut, pasangan muda-mudi berdatangan untuk berbuat mesum di lokasi pasar tersebut.
“ Sekitar 15 hari lalu, saya menangkap pasangan mesum dan sudah menyerahkan kedua sejoli berbuat tak senonoh itu ke Ketua LPM setempat,” sebut Alis.

Harapan masyarakat, ulas Alis, jika pasar Padang Kaduduak ini belum dioperasikan juga, sebaiknya dipasang penerangan lampu listrik untuk membatasi terjadinya perbuatan maksiat di kawasan pasar Padang Kaduduak ini,” ujar Alis berharap.

Sementara itu Kepala Dinas Kopreasi, UMKM Peindustrian dan Perdagangan Payakumbuh, Dahler, ketika diminta wartawan komentarnya terkait kapan pasar Padang Kaduduak akan dioperasikan mengaku tidak tahu.

“Saya tidak tahu kapan pasar Padang Kaduduak itu akan dioperasikan. Sepertinya tidak ada pedagang yang mau pindah untuk berjualan di sana,” sebut Dahler singkat.

Sementara itu anggota Komisi C DPRD Payakumbuh, Basri Latief, ketika diminta komentarnya mengatakan bahwa, tidak salah rasanya jika sebagai anggota dewan dia pernah menyikapi pembangunan pasar Kaduduak yang lokasinya dinilai tidak trategis.

“ Saya khawatir, keberadaaan pasar Padang Kaduduak ini tak hanya dimanfaatkan sebagai tempat maksiat, namun dikhawatirkan juga akan menjadi bangunan mubazir karena tidak ada pedagang yang mau berjualan di pasar tersebut karena lokasinya tidak strategis,” ujar Basri Latief cemas. (esha tegar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here