WARGA SIMONA SEPAKAT DIRIKAN SMK BELA NEGARA

0
282
Tokoh Masyarakat Situjuah Limo Nagari (Simona) sepakat akan mendirikan SMK Bela Negara

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com-

Dengan adanya UU No 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas dan  Kurikulum 2013,  telah terjadi paradigma baru dalam dunia pendidikan. Jika dahulu pendidikan itu bercorak dualistik dekotomik, dimana adanya garis demarkasi antara pendidikan umum dengan pendidikan agama, antara SMU dengan SMK, adanya gep antara  sekolah Negeri dengan swasta. Namun  sekarang justru bersifat integral holistik, yang membedakan hanyalah muatan kurikulum, jika SMU berisifat umum yang mempersiapkan alumninya untuk melanjutkan ke PT sementara SMK lembaga yang mencetaknya alumninya untuk siap bekerja.

Demikian disampaikan oleh Pendiri SMK Bela Negara Situjuah Limo Nagari, (Simona) Beny Bhala Tamon didampingi oleh DV DT Tan Marajo,  pada  Deklerasi SMK Bela Negara di Kantor Walinagari Banda Dalam, Kamis (7/9).

Sementara itu H. Awaluddin Cuncun, selaku penggagas mengungkapkan bahwa, disepakati namanya SMK Bela Negara, karena memilki sejarah historis dengan peristiwa Situjuah 15 Januari 1949 yang berupakan bagian terpenting dari sejarah PDRI dan PDRI sendiri mempunyai kaitan erat dengan NKRI.

“ Walaupun tanggal 19 Desember sudah disahkan sebagai Hari Bela Negara oleh Presiden, dengan Kepres No 28 tahun 2006. Namun pengakuan itu belum membumi sampai saat ini, oleh karena itu kita perlu menjawabnya melalui lembaga Pendidikan formal seperti ini,” ulas Awaludin Cuncun.

Camat Situjuah Limo Nagari diwakili sekcam, Roy Paster, dalam pengarahan memberikan apresiasi kepada Penggagas, Pendiri, Walinagari dan seluruh elemen masyarakat Situjuah yang telah dapat menyamakan persepsi untuk mendirikan sebuah SMK, karena hal ini sesuai dengan program Pemerintah bahwa setiap kecamatan harus ada minimal 1 SMK. Untuk itu, lanjutnya, mari bersama kita dukung agar eksistensi sekolah ini dapat mencetak anak-kemenakan kita yang siap pakai sesuai dengan Visi dan Misi SMK Bela Negara Situjuah Limo Nagari.

Kepala UPT pendidikan Situjuh, Oftidarwan, dalam sambutannya menitik beratkan kepada Kurikum dan Bidang Keahlian, bahwa SMK itu harus memiliki spesifikasi seperti SMK Bela Negara ini memilih Keahlian Elektronika dan Komunikasi. Ini adalah Keahlian yang sangat dibutuhkan hari ini.

Ikut memberikan sambutan Danramil 04 Luhak Kapten Inf. Haryadi, beliau memberikan apresiasi dan Insya Allah siap mendukung penuh kehadiran SMK Bela Negara ini, karena Pendidikan Bela Negara saat ini adalah sangat fundamental untuk meningkatkan rasa  Kejuangan, Persatuan dan Kesatuan bangsa.

Dalam petemuan kedua ini para tokoh Situjuah Limo Nagari ini sepakati memilih Formatur untuk  merumuskan pengurus Yayasan Pendidikan Peristiwa Situjuah 15 Januari 1948 dan segala sesuatu terkait Persiapan operasional untuk penerimaan murid TP. 2017-2018 yang akan datang.

Formatur terpilih adalah; Edi Mardi, Fakini Karimin, Yusral, H. Dt Paduko Sindo, Drs. Musdar Darwis, Awaluddin Cuncun, ditambah dengan Forkopinca. Formatur diberi waktu 1 minggu untuk menyusun Pengurus Yayasan dan perangkat sekolah.  (esha tegar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here