YOUNG HAPPY: PT.KAI LECEHKAN DPRD BUKITTINGGI

0
41

Bukittinggi.Dekadepos.com

Wakil Ketua OPAKAI Bukittinggi,Young Happy, menilai dengan munculnya Surat Peringatan 3 (SP3) PT.KAI kepada warga penyewa tanah milik PJKA (PT. KAI-Sekarang), seperti yang diberitakan media ini k.PT.KAI Divre II Suma tera Barat telah mengencingi atau melecehkan DPRD Kota Bukittinggi. Untuk itu OPAKAI meminta DPRD membentuk Pansus PT.KAI.

“Dengan keluarnya SP3 PT.KAI kepada Warga Stasiun Bukittinggi, berarti PT.KAI telah mengencingi DPRD Bukittinggi, karena PT.KAI tidak menanggapi atau tidak menghargai Surat Pernyataan DPRD  meminta penundaan penerbit an SP3”,kata Young Happy kepada Dekadepos.com

Dengan pelecehan kepada DPRD Bukittinggi, kita dari OPAKAI meminta DPRD untuk membuat Pansus PT.KAI,tentunya dengan harapan DPRD dapat mempertanyakan sikap PT.KAI terhadap DPRD Bukittinggi,kata Young Happy.

Kemudian, dalam Penertiban (maaf bukan penertiban,namun Pengosong an,karena yang akan dikosongkan itu areal milik PT.KAI-red)  warga Stasiun oleh PT.KAI cukup banyak pelanggaran yang dilakukan pihak PT.KAI dan telah mengabaikan hukum dan kepentingan nasional. Diantaranya pelanggaran yang dilakukan pihak PT.KAI, pemutusan kontrak secara sepihak oleh PT.KAI terha dap sewa bekas lahan PJKA yang ditempati masarakat Stasiun Bukittinggi . Da lam “surat Syarat dan Ketentuan Perjanjian Sewa aset KAI” Perjanjian yang di buat PT.KAI dengan masarakat penyewa pada pasal 18 tentang Hukum yang Berlaku dan Penyelesaian Perselisihan.Pada ayat (2) berbunyi,apabila terjadi perselisihan atau perbedaan pendapat dalam pelaksanaan perjanjian ini,akan diselesaikan melalui musawarah untuk mufakat.”Untuk ayat 2 ini belum dilaku kan oleh PT.KAI,ujar Yong Happy.

Kemudian Ayat (3) berbunyi,Apabila penyelesaian sebagaimana dimak sud pada ayat (2) gagal,maka para pihak sepakat untuk menyelesaikan dengan melalui Pengadilan Negeri sebagaimana dalam Perjanjian sewa aset.Untuk itu, kita dari OPAKAI juga siap ke Pengadilan,dan kita sudah didukung oleh 40 or ang Pengacara,ungkap Pendiri ARAK Bukittinggi tersebut.

Sedangan Ayat (4) pasal 18 itu berbunyi,Dalam hal para Pihak,sedang dalam proses Penyelesaian perselisihan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3),maka para pihak tetap melaksanakan segala ketentuan sebagaima na diatur dalam perjanjian ini,kecuali disepakati lain oleh para pihak. Artinya, pihak PT.KAI tidak menjalankan surat perjanjian yang dibuat,kata Young Happy.

Selaian pemutusan secara sepihak oleh PT.KAI,jugaterdapat pelanggaran lainya,seperti melanggarUU No.5tahun 1960 tentang UUPA,UU Nomor 23 ta hun 2007 tentang Perkeretaapian,UU Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang,UU Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ling kungan Hidup,UU nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan daerah,UU Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemeintahan beserta peraturan pelaksananya.Urai Young Happy.

Terkait dengan SP3 yang akan dilaksanaka pengosongan pada Rabu (19/7) oleh PT.KAI,warga OPAKAI juga telah meminta Perlindungan secara resmi kepada pihak Polres Bukittinggi dan Kodim 0304 Agam.Untuk itu,tentu kita dapat melihat keberpihkan pihak Kepolisian dan Kodim,ujar Young Happy lagi, sebab pihak PT.KAI juga telah meminta bantuan tenaga pengamanan  Polisi dan TNI,sambungnya.

“Kita dari OPAKAI  suda memasukan surat permohonan perlindungan kepada Polres Bukittinggi dan Kodim kemaren,dan kita akan melihat keberpihakan polisi dan TNI”,kata Young Happy.

Wakapolres Bukittinggi Kompol Dasveri Abdi yang dikomfirmai Dekade pos.com  seusai Razia BNK pada Juma (14/7) dinihari kemaren,membenaran adanya surat dari PT.KAI meminta bantuan personil Pengamanan.Namun semuanya itu tentu diputuskan oleh Pak Kapolres.Dan yang pasti kita sudah persiapkan personilnya,kata Dasveri Abdi.

SEMUA PIHAK UNTUK TIDAK AROGAN

Sementara itu Ketua DPRD Kota Bukittinggi,Beny Yusrial yang sedang berada diluar daerah dalam rangka Kunjungan Kerja DPRD Kota Bukittinggi ketika dikomfirmasi Dekadepos.com melalui ponselnya sangat menyayangkan mun culnya SP3,sebab masih ada peluang yang harus disepakati kedua belah pihak yaitu musawarah dan mufakat.

Namun dengan telah munculnya SP3 dan akan dilakukannya pengosong an paksa pada Rabu (19/7).Maka Ketua DPRD Beny Yusrial meminta kepada pihak

PT.KAI dan semua pihak yang terkait dalam persoalan ini “Untuk tidak Arogan”,sebab warga Stasiun juga warga kota Bukittinggi yang butuh perlaku an secara manusiawi.ungkap Beny Yusrial.

Kemudian,Menurut Beny Yusrial ,dalam persoalan antara warga Stasiun Bukittinggi dengan PT.KAI ini masih ada peluang untuk melakukan Musawarah untuk mufakat ,sebab apapun persoalan  dan seberat apapun persoalan itu akan dapat diselesaikan dengan jalan musawarah.Untuk itu,karna masih ada waktu untuk musawarah,tentu kita harapkan kedua belah pihak dapat melaku kan musawarah.harap Beny.

Apabila tidak ada titik temu dalam musawarah itu,masih ada jalur hu kum yang harus dilalui, dan yang pasti untuk menentukan siapa yang salah dan yang benar itu Pengadilan,kata Beny Yusrial kembali menegaskan kepada se mua pihak untuk tidak Arogan dalam menyikapi SP3 persoalan warga stasiun Bukigttinggi ini. (Edis/Aldo)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here