Yuzalmon, Komisioner KPU Payakumbuh: Mari sama-sama Kita Kawal Data Pemilih

0
42

Payakumbuh, Dekadepos.com

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yuzalmon, menghimbau seluruh warga Payakumbuh untuk ikut mengawal Pemutakhiran Data Pemilih, sehingga tidak ada warga yang sudah memiliki hak pilih kehilangan haknya pada Pemilu serentak yang akan digelar April tahun 2019 mendatang. Hal tersebut disampaikan Yuzalmon saat menjadi Narasumber dalam Kegiatan Sosialisasi Tahapan Pemutakhiran Data Pemilih dan Penyusunan Daftar Pemilih Pemilu Tahun 2019 yang digelar di Aula Balai Inseminasi Buatan (BIB) Propinsi Sumatera Barat di Kelurahan Ibuah Kecamatan Payakumbuh Barat Sabtu 12 Mei 2018.

Sosialisasi tersebut selain dihadiri Pengurus Partai Politik (Parpol) yang ada di Payakumbuh, juga dihadiri Panwaslu, Disdukcapil, Unsur Kecamatan serta Kelurahan. Yuzalmon yang merupakan Komisioner KPU Divisi Sosialisasi, Perencanaan dan Data, mengatakan bahwa Pemutakhiran Data Pemilih dilihat dari Perspektif Undang-undang Nomor 7 tahun 2017. Menurutnya, setiap Pemilih memiliki hak konstitusi jika ia telah memenuhi beberapa ketentuan.

” Setiap pemilih memilih hak Konstitusi jika ia sudah memenuhi ketentuan. Diantaranya sudah berusia 17 tahun, namun jika pernah menikah dan belum berusia 17 tahun, ia juga masuk kriteria sebagai pemilih.” Sebut pria yang kini juga mendaftar sebagai Komisioner KPU Propinsi Sumatera Barat itu dihadapan puluhan peserta sosialisasi.

Yuzalmon juga terus mengajak seluruh komponen masyarakat untuk ikut melakukan pengawasan terhadap proses Pemutakhiran Data Pemilih yang tengah dilakukan oleh petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih).

” Mari sama-sama kita kawal data pemilih, sehingga tidak ada lagi wajib pilih yang kehilangan hak pilihannya.” ujarnya.

Saat ini menurut data KPU Republik Indonesia, jumlah pemilih di Kota Payakumbuh mencapai 90 ribu lebih. Jumlah tersebutlah yang saat ini tengah dilakukan Pemutakhiran oleh petugas Pemutakhiran/ Pantarlih.

Sementara, Nova Indra, Komisioner KPU Propinsi Sumbar yang juga menjadi Narasumber dalam Kegiatan Sosialisasi itu dalam materinya mengatakan bahwa dari informasi dari KPU Pusat / KPU Republik Indonesia, bahwa masih ada masyarakat yang belum memiliki KTP Elektronik (KTP El), ini tentu menjadi tantangan bagi KPU didaerah, sebab Data Pemilih sangat penting bagi peserta pemilu.

” Masih banyaknya warga yang belum memiliki KTP Elektronik menjadi tantangan bagi kita, sebab menyangkut Data Pemilih.” ujarnya.

Nova Indra juga menambahkan, Pemilu menempati posisi penting karena Pemilu menjadi mekanisme terpenting bagi keberlangsungan demokrasi perwakilan. Pemilu menjadi indikator negara demokrasi. Pemilu menjadi suatu cara untuk memperbaharui legitimasi suatu rezim.

Nantinya pada Pemilu serentak Tahun 2019 yang akan digelar 17 April akan menggunakan 5 kotak suara, yakni Kota suara untuk pemilihan DPR-RI, DPD, Presiden dan Wakil Presiden, DPRD Propinsi, serta Kotak suara untuk pemilihan anggota DPRD Kabupaten dan Kota. (Est).