ZA, Kabid PU Payakumbuh, Tersangka Dugaan Korupsi Kembali Jalani Pemeriksaan

0
34

PAYAKUMBUH, Dekadepos.com

ZA (57) salah seorang Kepala Bidang di Dinas Pekerjaan Umum Kota Payakumbuh yang sebelumnya telah ditetapkan Kejaksaan Negeri Payakumbuh sebagai tersangka dalam Kasus Dugaan Korupsi pada Proyek pembangunan Trotoar dan Drainase di Jalan Tan Malaka Tahun Anggaan 2014, kembali menjalani pemeriksaan di Ruangan Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Payakumbuh Kawasan Koto Nan IV. Pemeriksaan untuk ketiga kalinya itu, dilakukan oleh penyidik terkait jabatan ZA sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam proyek senilai 948.562.000.

Dalam pemeriksaan ketiga yang dilakukan pada Rabu (16/11) tersangka terlihat didampingi salah seorang perempuan yang diperkirakan adalah Penasehat Hukumnya. Sebelumnya, tersangka Za dan sejumlah saksi lainnya, termasuk pihak pelaksana Kegiatan CV. Dinamo juga telah menjalani pemeriksaan. Namun sejauh ini, Pihak penegak hukum baru menetapkan satu orang tersangka dari kasus yang dugaan Korupsi yang menyebabkan kerugian Negara cukup signifikan itu.

“ Memang tadi kita kembali memanggil tersangka ZA untuk menjalani pemeriksaan terkait Jabatannya sebagai PPK dalam Proyek Trotoar dan Drainase di Jalan Tan Malaka Tahun Anggaan 2014. Ini merupakan pemeriksaan yang ketiga kalinya setelah ia ditetapkan sebagai tersangka pada 20 Oktober lalu. Ia diperiksa terkait jabatan, pelaksanaan dan perencanaan, pengawasan serta mekanisme pekerjaan. Termasuk proses pencairan pembayaran. Kita belum melakukan penahahan karena yang bersangkutan cukup kooperatif”. Sebut Kajari Payakumbuh, Hasbih melalui Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri, Andhika P. Shandy, Rabu sore (16/11).

Ia juga menambahkan, Pemanggilan pertama dilakukan terhadap tersangka ZA pada 8 November lalu, namun saat itu pemeriksaan urung dilakukan, sebab tersangka ZA tidak didampingi Penasehat Hukum (PH). Sebab menurut Andhika, didalam Pasal 56 KUHAP, tersangka dengan ancaman hukuman diatas 15 tahun wajib didampingi oleh Penasehat Hukum. Pada pemeriksaan kedua, 15 Oktober, pemeriksaan terhadap ZA juga molor dari jadwal yang direncanakan, sebab saat itu, Penasehat Hukum tersangka baru bisa hadir sekitar pukul 15.00 Wib.

“ Untuk sementara tersangka dalam kasus tersebut baru satu orang, kita akan lihat fakta-fakta yang ada. Siapa yang layak jadi tersangka dengan alat bukti yang cukup pasti akan kita jadikan tersangka”. Tutupnya.
Usai menjalani pemeriksan, tersangka ZA meninggalkan Kantor Kejaksaan sekitar pukul 17.30 Wib, ia pergi menggunakan kendaraan Dinas yang sebelumnya diparkir di depan Kantor Kejaksaan. (Esha Tegar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here