15 Warga Bukittinggi Positif Corona, 5 Diantaranya Dokter

oleh -7.185 views

Bukittinggi, dekadepos.com

Lima Belas orang warga kota Bukittinggi terkomfirmasi positif Covid-19. Dari 15 orang itu, 5 orang diantaranya merupakan Dokter yang bekerja di dua Rumah sakit di Bukittinggi, 2 orang guru dan 1 orang Uztaz  dan selebihnya keluarga Dokter yang positif Covid-19, istri Ustaz dan warga kota Bukittinggi lainnya. 

Dari informasi yang kita terima sejak beberapa hari terkahir, sudah ada 11 warga kita yang terpapar positif Covid-19. 

Untuk info terakhir, ada 4 orang dokter dan 1 orang guru yang dinyatakan positif covid-19.dan malam ini (Kamis malam-red) bertambah lagi 4 orang, diantaranya 2 orang dokter dan 1 orang Uztaz dan 1 orang lagi istri Ustaz, ungkap Walikota Bukittinggi H.Ramlan Nurmatias kepada kepada Dekadepos via Ponselnya.

Dengan adanya  kasus itu, tentu kita dari Pemko Bukittinggi akan melakukan  tracking  untuk mengetahui orang-orang yang sudah melakukan kontak dengan pasien yang positif tersebut,  termasuk melakukan  tracking  keseluruh  puskesmas dan rumah sakit, serta  pasien-pasien  yang berobat. 

“Kejadian ini juga berdampak terhadap pelayanan kesehatan. Dimana saat ini pelayanan dua rumah sakit yang ada di Bukittinggi terganggu, dan beberapa ruangannya ditutup, akibat adanya 4 orang dokter yang dinyatakan terpapar positif Covid-19,” ujar Ramlan Nurmatias.

Menurut Ramlan, dengan bertambahnya warga yang terpapar positif covid-19, maka Bukittinggi kembali berada di zona merah. Hal ini tentu akan berpengaruh kepada rencana sekolah tatap muka yang akan dimulai pada Selasa (18/8). 

“Rencana sekolah tatap muka akan  kita tunda dulu untuk sementara waktu. Hal ini akan berbahaya kalau diteruskan, apalagi ada satu guru yang positif. Saat ini tracking extra sedang kita lakukan,” ungkapnya.

Dengan kembalinya Bukittinggi ke Zona merah, Walikota Ramlan Nurmatias juga menghimbau kepada warga kota , kalau ada warga yang baru datang dari luar daerah tolong dilaporkan, agar bisa diambil tindakan untuk dilakukan  swab. Hal ini penting dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. 

Disamping itu juga diminta kepada masyarakat untuk terus menjalankan protokol kesehatan Covid-19.

“Covid-19 ini belum selesai. Kita minta kepada masyarakat untuk disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan terutama memakai masker, cuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak. Jika kebiasaan ini  belum menjadi kesadaran, tentu penyebaran Covid-19 akan meningkat dan semakin sulit untuk menuju zona hijau. Kita harus pro aktif untuk mencegah penyebaran Covid-19,” tukas Ramlan Nurmatias.( Edis )