E-KTP Invalid Dimusnahkan, Terdata 2000 Penduduk Bukittinggi Belum Lakukan Perekaman

Bukittinggi,Dekadepos.com.

Walikota Bukittinggi yang diwakili Asisten I Setdako Bukittinggi,Noverdi memusnahkan 1.450 keping Kartu Tanda Penduduk Elektronik ( KTP-el) invalid, di halaman kantor Dinas Kependudukjan dan Catatan Sipil (Dukcapil), Rabu (26/12).

Kadisdukcapil Bukittinggi, Ridwan Efendi,pada kesempatan itu menjelaskan, pemusnahan KTP-el invalid sebanyak 1.450 keping ini, dilakukan karena memang ada KTP-el yang rusak dan salah data. Untuk itu, setelah ditarik kembali dari masyarakat, maka KTP yang invalid itu dimusnahkan, sesuai dengan arahan Kemendagri .

“Ini kita lalukan sesuai arahan dari Kemendagri terkait data kependudukan. Sehingga hari ini ada 1450 keping KTP-el yang kita musnahkan, agar tidak disalah gunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” Ujar Ridwan Efendi.

Dikatakan,Lebih lanjut, hingga saat ini, dari 119 ribu penduduk Bukittinggi, 97 persen diantarnya telah memiliki KTP-el. Sedangkan 3 persen lainnya atau sekitar 2.000 penduduk, masih belum melakukan perekaman data secara elektronik dan tidak memiliki KTP -el.

“Ini terjadi karena ada penduduk yang sudah meninggal tapi belum terdata dan juga memang ada masyarakat yang belum melakukan perekaman data secara elektronik. Untuk itu, kita dari Disdukcapil telah melakukan inovasi dalam rangka melayani masyarakat secara maksimal,” ujar Ridwan Efendi.

Inovasi Disdukcapil dalam rangka melayani masyarakat, diantaranya, memberikan  pelayanan terpadu yang terintegrasi. Bekerjasama dengan pihak sekolah untuk membuat KTP-el bagi pelajar. Bekerjasama dengan media untuk menyebar luaskan informasi. Jemput bola bekerjasama dengan camat dan lurah. Menyisir ke pelosok dan mengundang masyarakat by name by addres untuk melakukan perekaman data ataupun penggantian KTP.

“Selain itu juga dilakukan kerjasama dengan SKPD dalam rangka pemanfaat an data Disdukcapil, melaksanakan sinergi data dengan kelurahan, menerbitkan identitas anak umur 0 hingga H minus 1 dari 17 tahun, serta kearsipan berbasis di gitalisasi,” tambah Ridwan Efendi.

Sementara itu, Assisten 1 Setdako Bukittinggi, Noverdi, mengatakan, pemus nahan KTP-el di Bukittinggi, sebagai langkah antisipatif pelanggaran aturan dan ke curangan dengan berbagai kepentingan. Fenomena banyaknya permasalahan pe nemuan KTP elektronik yang dibuang atau tercecer, menjadi isu yang bisa saja di politisir, apalagi terkait dengan semakin dekatnya Pemilu 2019.

“KTP-el yang ditemukan itu, memang sebenarnya KTP yang invalid atau rusak . Namun hal itu, bisa saja digunakan untuk hal yang tidak diinginkan. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan itu, Kemendagri memerintahkan seluruh Disdukcapil di Indonesia untuk memusnahkan KTP-el yang invalid dan ini yang kita lakukan hari ini,” ujar Noverdi.

Ditegaskan oleh Noverdi, pemko Bukittinggi tidak akan berani untuk berma in-main dengan aturan, ataupun mensiasati KTP yang invalid digunakan untuk hal negatif dan merugikan masyarakat dan negara.”Kehadiran secara lengkap seluruh unsur terkait, menjadi  bukti komitmen bersama di Bukittinggi, untuk melaksana kan pemilu 2019 yang jujur dan adil,” tambah Noverdi.

Pemusnahan KTP-El Invalid ini dihadiri perrwakilan unsur forkopimda, Ke tua KPU Bukittinggi, Ketua Bawaslu, beberapa Kepala OPD terkait dan sejumlah ASN di lingkungan Disdukcapil.( Edis )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *