Dua Sekolah Terendam Banjir, Jalur Penghubung Bulukasok Kampar Putus 

oleh

LIMAPULUH KOTA,(dekadepos) – Hujan deras mengguyur Limapuluh Kota sepanjang Kamis-Jumat (5-6/4) dinihari mengakibatkan dua sekolah di Jorong Bulu Kasok, Nagari Harau, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota tergenang air.

Akibat dampak bencana banjir itu tak hanya dua sekolah yang terendam air, namun akses jalan untuk kendaraan roda empat penghubung Buluh Kasok menuju Pangkalan Kapeh, Kabupaten Kampar, Propinsi Riau, juga terputus akibat digenangi air.

Kepala BPBD Kabupaten LimaPuluh Kota, H. Jhoni Amir, telah turun bersama anggota ke lokasi untuk membantu membersihkan genangan air setinggi 50 centimeter di halaman sekolah SDN 9 dan SMP 4 Jorong Bulu Kasok. Meski, halaman sekolah dua sekolah itu tergenang air akibat luapan Batang Kasok, namun proses belajar mengengajar tidak terganggu.

“Memang ada genangan air dihalaman sekolah setinggi 50 centi meter akibat luapan Batang Kasok disebabkan hujan deras selama dua hari dengan intensitas lebat. Namun, genangan air tidak sampai masuk kelokal, kemudian tidak mengganggu proses belajar mengajat disekolah,” jelas Kepala BPBD Lima Puluh Kota, H. Jhoni Amir didampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik, Rahmadinol, Jumat (6/4) kepada awak media.

Ditambahkan Rahmadinol, dengan geografis Jorong Bulu Kasok perbukitan dan lembah, sehingga air dengan curah cukup tinggi dari atas bukit mengalir membelah badan jalan penghubung Bulu Kasok- Pangkalan Kapeh, Kampar, Riau dan membuat tanah badan jalan tergenang  dan tergerus air hingga sedalam hampir 1 meter. Kondisi itu membuat kenderaan roda empat tidak bisa lewat.

“Memang jalan penghubung Bulu Kasok-Pangkalan Kapeh tidak bisa dilewati kenderaan roda empat. Mengingat akibat curah air dari arah perbukitan cukup besar mengalir membela badan jalan, membuat material tanah jalan tergerus sehingga menyebabkan jalan putus. Dimana cukup dalam hingga mencapai 1 meter,” sebut Rahmadinol.

Untuk memulihkan akses jalan penghubung Bulu Kasok-Pangkalan Kapeh, disampaikan Rahmadinol perlu dibuat gorong-gorong untuk saluran air yan melintasi jalan. Dengan begitu, air dengan curah tinggi bisa mengalir melalui gorong-gorong. Kemudian juga harus dilakukan perbaikan bandar air dikiri dan kanan jalan.

Disamping itu, disampaikan Rahmadinol, agar banjir tidak berulang menggenangi sekolah SD dan SMP, perlu kiranya dilakukan normalisasi Batang Kasok yang bermuara ke Batang Sinamar. Mendangkalnya Batang Kasok akibat lumpur dan material lainnya mengakibatkan Batang kasok mendangkal.

“Kita usulkan agar ada gorong-gorong sebagai saluran air di jalan penghubung Bulu Kasok-Pangkalan Kapeh. Kemudian kita juga melihat perlunya dilakukan normalisasi sungai Batang Kasok, mengingat akibat endapan material membuat Batang Kasok mendangkal yang berakibat air meluap,” harap Rahmadinol.(est)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *