Tedi Sutendi dan Primtito Divonis 4 Tahun, Ibu Korban Meraung-raung Hesteris di PN Tanjung Pati

oleh

LIMAPULUH KOTA, (dekadepos)–  Setelah mendengar putusan majelis hakim yang memvonis terdakwa Tedy Sutendi 4 tahun penjara dalam perkara penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa korban Erwin Saputra (34), warga Pilubang, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, vonis majelis hakim tersebut disikapi histeris oleh ibu korban Erwin Saputra.

“Hakim tak adil…hakim tak adil. Anak ambo alah mati, kenapa terdakwa dihukum rendah,” ujar wanita beranjak tua itu meraung-raung di PN Tanjung Pati, usai mengikuti sidang terdakwa Tedy Sutendi dan adik kandungnya Primtito yang sama-sama divonis 4 tahun penjara oleh majelis hakim dalam sidang yang digelar di PN Tanjung Pati, Harau, Jum’at (6/4).

Tak hanya ibu korban Erwin Saputra yang meratap sedih, istri korban juga terisak-isak di pagar PN Tanjung Pati tatkala mendengar putusan majelis hakim memvonis Tedy Sutendi dan adiknya Primtito sama-sama 4 tahun penjara dipotong selama berada dalam tahanan.

Sebelum sidang dimulai, ratusan keluarga dan kolega kedua terdakwa tedy Sutendy dan Primtito menggelar aksi demontrasi damai di luar perakaran Pengadilan Negeri Tanjung Pati.

Ratusan pendukung kedua terdakwa yang sebagian besar didominasi oleh kaum perempuan dengan pengeras suara berorasi dan meminta majelis hakim PN Tanjung Pati untuk membebaskan Tedy Sutendi.

Pendukung terdakwa Tedy Sutendi tak hanya sekadar berorasi menuntut terdakwa dibebaskan, bahkan mereka mengusung sejumlah poster dan pamflet bertuliskan terdakwa Tedi Sutendi tidak bersalah dan malah juga adalah korban. “Kami akan membela Tedy Sutendi sampai titik darah penghabisan,”  tulis pendukung Tedy Sutendi.

Majelis hakim PN Tanjung Pati yang dipimpin hakim ketua Hendri Irwan, SH. dan didampingi dua hakim anggota M. Iqbal Hutabarat. SH serta Junter Sijabat, SH. MH yang menjatuhkan hukuman 4 tahun penjara untuk terdakwa Tedy Sutendi dan 4 tahun penjara untuk terdakwa Primtito, menyatakan putusan itu sudah berdasarkan pertimbangan dan fakta hukum selama dalam persidangan.

Baik terdakwa Tedy Sutendi dan terdakwa Primtito yang menjalani persidangan secara terpisah, setelah berkonsultasi dengan tim penasehat hukumnya, Fauzi Novaldi, SH, menyatakan banding atas putusan tersebut.

Sementara Jaksa Penuntut Umum Salmadera, SH dan Afdal SH, atas putusan 4 tahun penjara untuk terdakwa Tedi Sutendi dan 4 tahun penjara untuk terdakwa Primtito, menyatakan pikir-pikir atas vonis majelis hakim tersebut.

Sekadar diketahui dalam sidang sebelumnya Jaksa Penuntut Umum Salmadera, SH dan Afdal SH telah menuntut Tedy Sutendi 14 tahun penjara dan adik kandungnya Primtito (41) 12 tahun penjara.

Sidang yang dikawal secara ketat oleh ratusan personil Polres Limapuluh Kota bersrnjata lengkap dan Polsek Harau dan dihadiri langsung oleh Kapolres AKBP Haris Hadis dan Waka Polres Kompol Eridal itu, berjalan aman sampai sidang dinyatakan ditutup menjelang dilaksanakan sholat Jum’at pukul 12/30 Wib.(est)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *