Syukuran, Srikandi Hanura Undang Puluhan Anak Yatim

oleh

Payakumbuh, Dekadepos.com

Memperingati satu Dasawarsa (10 tahun) usaha Salon Kecantikan yang digelutinya, Nurni Marliza panggilan Icha, Sri Kandi Hanura (35) undang puluhan anak yatim dari Panti Asuhan dan anak terlantar Ibrahim Situjuah Batua. Syukuran tersebut sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun ke-35 Wanita berhijab yang jatuh pada bulan Januari ini.

Berbeda dengan kebiasaan pada umumnya, Icha panggilan akrab anak dari Ernalis Mengawali syukuran tersebut dengan pembacaan Surat Yasin yang dilanjutkan dengan doa serta makan bersama di tempat usahanya yang terletak di Jalan Arisan Nomor 19 Labuan Baru Payakumbuh, pada Selasa (16/1) sekitar pukul 19.00 Wib.

Dihadapan puluhan anak yatim dan tamu undangan, ia berharap diusia yang terus bertambah, bisa bermanfaat dan berbagi dengan masyarakat lainnya. Kemudian, usaha yang telah dirintis nya bisa terus berkembang dan memberikan manfaat bagi banyak orang. ” Terima kasih atas doa dan kedatangannya, semoga kedepan kita semua semakin sukses dan terus mendapatkan rahmat Allah.” harapnya.

Menurut ibu satu orang Anak itu, syukuran tersebut merupakan agenda yang rutin ia lakukan sebagai bentuk rasa syukur.

Terkait namanya disebut-sebut bakal menjadi salah satu Bakal Calon (Balon) Anggota DPRD Payakumbuh, Icha belum mau berkomentar banyak. Namun ia tidak menampik jika nantinya terjaring menjadi salah satu Calon Anggota Legislatif dari Partai Hanura. ” Kita lihat saja nanti, jika memang saya dipercaya untuk menjadi salah satu Caleg dari Hanura, tentu kita siap. ”

Ia juga menambahkan, kedepan ia akan mencoba memberikan ketrampilan hidup / life skill bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang putus sekolah atau tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Sehingga mereka memiliki bekal/kemampuan untuk membuka usaha sendiri, khususnya dalam bidang kecantikan.

” Karena selama ini saya menggeluti usaha dibilang kecantikan, maka kedepan akan saya coba untuk memberikan semacam pelatihan kepada anak-anak perempuan dari keluarga kurang mampu yang ingin mendapatkan ketrampilan seperti salon, potong rambut dan make up serta ketrampilan lainnya dibidang kecantikan.” (Est)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *