MASIH PAKAI BAJU NIKAH, PETANI DITANGKAP Dulu Tolak Tanggung Jawab, Tahu Dipolisikan Tersangka Niat Nikahi Korban

oleh

Limapuluh Kota, Dekadepos.com

Niat hari hendak berlebaran dan berlama-lama di Kampung Halaman di Padang Pinang Jorong Labuah Lintang Nagari Sungai Antuan Kecamatan Mungka Kabupaten Lima Puluh Kota, seorang petani berinisial PE panggilan Ipus (34) malah harus berurusan dengan aparat Kepolisian dari Mapolsek Guguak. Duda beranak satu yang masih memakai kemeja putih itu dibekuk Tim Reskrim Polsek Guguak Kabupaten Limapuluh Kota di Sungai Antuan pada Selasa 19 Juni 2018 sekitar pukul 21.30 Wib.

Penangkapan terhadap tersangka dugaan persetubuhan terhadap anak dibawah umur itu dilakukan setelah Polisi mendapatkan informasi jika pria yang pernah bekerja di kandang ayam itu pulang kampung jelang lebaran idul fitri 1439 H. Dari infromasi tersebut, Polisi yang dipimpin Kapolsek Guguk Iptu. M. Arvi, SH didampingi Kanit Reskrim Aiptu. Mansyurdin dan sejumlah anggota Reskrim melakukan penangkapan terhadap tersangka yang disebut sempat melarikan diri ke Propinsi Riau itu. Usai ditangkap, tersangka dan sejumlah barang bukti digelandang ke Mapolsek Guguak untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kepada penyidik, tersangka PE yang semula sempat berbelit-belit dan mengelak menghamili korban, akhirnya mengakui bahwa ia beberapa kali melakukan perbuatan tersebut kepada korban sebut saja Marasai yang putus sekolah itu. Perbuatan tersebut ia lakukan terhadap Marasai dengan bujuk rayu sehingga akhirnya korban Hamil dan hampir melahirkan. Meski sempat diselesaikan secara kekeluargaan, namun karena tersangka selalu mengelak dan menghindar untuk bertanggungjawab, pihak keluarga korban akhirnya memilih melapor ke Polisi. Dari laporan keluarga korban di Mapolsek Guguak dengan Nomor : LP / 28 / IV / 2018 / Sektor Guguk, Tanggal 09 April 2018 itulah akhirnya tersangka dibekuk tanpa perlawanan.

“ Semula memang permasalahan tersebut akan diselesaikan secara kekeluargaan asalkan pelaku mau bertangung jawab, namun karena pelaku terus mengelak maka pihak keluarga korban memilih melaporkan ke Polisi. Sadar dilaporkan ke Polisi, pelaku/tersangka berniat bertanggung jawab dan akan menikahi korban yang sudah hamil besar itu. Namun keinginan tersebut ditolak oleh pihak keluarga korban.” Sebut Kapolres Limapuluh Kota, AKBP. Haris Hadis melalui Kapolsek Guguk Iptu. M. Arvi, SH didampingi Kanit Reskrim Aiptu. Mansyurdin dan Kasubag Humas, AKP. Efrizul, Rabu sore 20 Juni 2018.

Iptu. M. Arvi mantan KBO Satreskrim Polres Limapuluh Kota itu juga menambahkan, antara korban dan tersangka memang saling kenal, karena keduanya memang pernah bekerja di kandang ayam yang sama. Atas perbuatannya, tersangka diancam dengan Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (UU Perlindungan Anak) yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014.

“ Iya, keduanya memang pernah bekerja di tempat /kandang ayam yang sama. Saat ditangkap tersangka juga masih menggunakan kemeja putih, sebab ia berencana akan bertanggungjawab dan menikahi korban, namun pihak keluarga menolak.” Ujarnya. (Edw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *