Petani Gambir Tewas Tertimbun Longsor

oleh
TNI, Polri, BPBD, Damkar dan SAR serta masyarakat mengevakuasi seorang petani gambir yang menjadi korban tanah longsor.

Limapuluh Kota, Dekadepos.com

Seorang petani gambir bernama Rendi Saputra (16) warga Nagari Sialang Kecamatan Kapur IX tewas setelah menjadi korban longsor yang terjadi di tebing perbukitan dikawasan hutan Kecamatan Kapur IX,  persisnya terjadi di Jorong  Tanjuang Bungo, Nagari Koto Lamo. Selain Rendi satu orang lainnya bernama Frengki (14) juga menjadi korban dalam peristiwa yang terjadi Sabtu 30 Juni 2018 sekitar pukul 17.00 WIb , beruntung nyawa Frengki bisa selamat.

Saat kejadian keduanya tengah memancing di aliran sungai didaerah itu, hujan yang cukup deras mengakibatkan longsor, sehingga mereka sempat tertimbun material longsor dari tebing. Salah seorang korban bernama Frengki berhasil menyelamatkan diri, lantas ia mencari pertolongan untuk membantu rekannya yang masih tertimbun material longsor. Dengan kondisi luka, ia menghubungi dua orang rekan lainnya yang tidak ikut memancing (berada di pondok). Mendengar kabar itu dua rekan Frengki menghubungi pihak Nagari

Foto: Korban sedang dibawa tim gabungan keluar dari lokasi. (Foto Alfian)

“Mereka adalah warga Nagari Sialang tetapi lokasi kejadian di Nagari Koto Lamo. Mereka bekerja diladang gambir disana. Saat kejadian mereka berdua tengah memancing, salah satu korban meninggal dunia yang mengalami luka dan tertimbun material tidak bisa terselamatkan karena lokasi berada cukup jauh di dalam hutan.” Sebut Roby Syahputra Koordinator  Kantor Pos Pencaharian dan Pertolongan Limapuluh Puluh Kota kepada wartawan, Minggu sore 1 Juli 2018.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Rahmadinol, Kabid Kedaruratan dan Bencana BPBD Kabupaten Lima Puluh Kota. ” Kondisi korban terjepit kayu, dan terpaksa menggunakan mesin pemotong/Chin Shaw untuk melepaskannya. namun nyawa korban tidak berhasil terselamatkan”. ujarnya kepada wartawan Minggu sore 1 Juli 2018..

Rahmadinol juga menambahkan, proses evakuasi korban melibatkan banyak unsur, Masyarakat, TNI, Polri, BPBD, SAR dan unsur lainnya.

Sementara, Zasmurdi, Wali Nagari Sialang kepada wartawan menyebutkan mereka berladang ke nagari tetangga tersebut berjumlah 4 orang. Pada sore harinya, Frengki dan Rendi pergi memancing ke sungai Batang Lolo sedangkan dua teman lainnya beristirahat dipondok setelah seharian bekerja . “Ketika keduanya memancing, saat itu longsor datang dan menimbun mereka,”ucap Walinagari Sialang.

Sebelumnya Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Limapuluh Kota, Joni Amir saat dihubungi wartwan mengatakan, tanah  longsor tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 wib. Kata Joni, korban yang awalnya sempat dinyatakan hilang, akhirnya ditemukan sekitar pukul 21.00 wib dalam kondisi masih hidup. “Korban longsor sudah ditemukan, sekarang tim bergerak ke lokasi untuk evakuasi korban,”terang Joni Amir.

Katanya lagi, lokasi longsor berada jauh ditengah hutan. Sekitar 4 perjalanan. “Kendaraan roda empat tidak bisa masuk kelokasi. Tetapi, BPBD sudah kerahkan beberapa unit motor trabas untuk menelusuri ke lokasi longsor. (Edw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *