2019, LPKA Tanjung Pati Punya 4 Program Ketrampilan Bagi Warga Binaan

oleh -486 views

Limapuluh Kota, Dekadepos.com

Sepanjang 2019 ini Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Klas II Tanjung Pati melalui Seksi Pembinaan bakal kembali memberikan ketrampilan bagi puluhan warga Binaan yang ada disana. Tahun-tahun sebelumnya program serupa juga telah diberikan agar warga Binaan yang dibina memiliki ketrampilan dan keahlian selepas mereka keluar dari LPKA. Pada tahun 2018 lalu ketrampilan yang diberikan berupa Budidaya Jamur, Tanaman Hidroponik, Pembuatan Gantungan Kunci.

Selain dari program internal LPKA yang dipimpin oleh Kepala LPKA, Agus Rahmatamin itu, beberapa pihak dari luar juga ikut memberikan pelatihan dan ketrampilan pada tahun lalu, Salah satunya Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Bung Hatta (UBH) Padang yang mengajarkan ketrampilan pembuatan kotak tisu dari barang bekas serta ketrampilan stek tanaman.

Sementara untuk tahun 2019 ini, sejumlah program dari Internal LPKA telah disiapkan untuk digelar pada Maret ini, yakni pelatihan membuat tempe, pembibitan, membuat/merajut jala dan membuat kerajinan dari barang bekas. Program / kegiatan yang disiapkan itu lebih difokuskan kepada warga Binaan anak-anak.

” Iya, untuk tahun 2019 ini kita 4 Program ketempilan bagi warga Binaan khusus anak-anak. Selain program ketrampilan, program lainnya juga akan tetap kita jalankan seperti pembinaan kepribadian, keagamaan, penyuiuhan dan Olahraga.” sebut Kepala LPKA Tanjung Pati, Agus Rahmatamin melalui Kasi Pembinaan, Masri didampingi Kasubsi Pendidikan dan Bimbingan Kemasyarakatan, Misno dan Staf Pendidikan dan Kemasyarakatan, Sri Hayati, Kamis siang 24 Januari 2019 di Tanjung Pati.

Masri juga menambahkan, dari program / kegiatan berupa pembekalan ketrampilan yang akan diberikan tersebut, diharapkan anak-anak yang pernah dibina di LPKA tidak kembali lagi “masuk” ke LPKA karena melanggar hukum.Sementara Misno, mengatakan bahwa warga Binaan khusus anak yang telah memiliki / mengikuti berbagai program ketrampilan diharapkan untuk dapat meningkatkan dan memanfaatkan ketrampilan yang telah diperoleh selama menjalani pembinaan di LPKA, sehingga mereka dapat kembali dan diterima di tengah-tengah masyarakat.

” Kita tentu sangat berharap ketrampilan yang telah diperoleh anak-anak kita selama menjalani pembinaan di LPKA dapat mereka tingkatkan dan manfaatkan saat mereka telah selesai menjalani pembinaan / keluar dari LPKA, dan mereka bisa membuka lembaran baru dalam hidup.” ujarnya.

Sekedar diketahui, untuk saat ini jumlah warga Binaan anak-anak di LPKA (Lapas Perempuan dan Anak) Tanjung Pati mencapai 41 orang, mereka berasal dari beberapa kabupaten/Kota di Sumatera Barat. (Edw)