Tolak Kenaikan Retribusi, Pedagang Pasar Bawah Datangi DPRD Bukittinggi

oleh

Bukittinggi.Dekadepos.Com.

Puluhan Pedagang Pasar Bawah Kota Bukittinggi mendatangi Kantor DPRD Kota Bukittinggi. Para pedagang ini ingin menyampaikan sikap menolak kenaikan tarif retribusi pasar yang baru dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Bukittinggi. Kedatangan puluhan pedagang Pasar Bawah ini diterima oleh Ketua Komisi I DPRD Kota Bukittinggi, M. Nur Idris di ruangan rapat paripurna DPRD Kota Bukittinggi, Kamis siang (10/1).

Juru bicara Pedagang Pasar Bawah Irvan Haikal dalam pertemuan tersebut menyampaikan maksud kedatangan mereka ke gedung DPRD Kota Bukittinggi ini untuk menyampaikan sikap keresahan pedagang atas kenaikan tarif retribusi pasar yang sangat tinggi yang dikeluarkan oleh Dinas Perdagangan dan Pasar Pemko Kota Bukittinggi

“Kami datang kesini untuk menyampaikan aspirasi kami yang sudah resah dengan adanya selebaran pengumuman yang dikeluarkan oleh Dinas Perdagangan dan Pasar Pemko Bukittinggi tentang kenaikan tarif retribusi yang kami nilai tidak manusiawi, ditambah lagi kami belum pernah diberikan sosialisasi” ujar Irvan Haikal dimana kedatangan pedagang ini didampingi oleh dua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Tikam dan Lidik Krismsus RI.

Lebih lanjut ia mengatakan, kenaikan ini terkesan sangat mendadak dan tanpa adanya melibatkan pedagang atau sosialisasi lebih dahulu. Kenaikan ini katanya, sangat memberatkan dan pedagang tidak sanggup untuk membayarnya, disamping pedagang sedanga banyak pengeluaran yang harus dibayarkan seperti retribusi sampah.

“Kenaikan ini mencapai 500 persen. Dulu kami pedagang lapangan harian membayar tarif lama sebesar Rp. 5000/hari. Sekarang kami dikenakan tarif sebesar Rp. 3000/hari. Begitu juga dengan sewa lapangan bulanan dan kios kami dikenakan tarif baru dengan ukuran per meter. Inilah yang sangat memberatkan sementara daya beli kami sekarang ini di pasar sangat melemah. Kami menolak tarif baru dan akan membayar sebesar tarif lama” ujar Irvan membacakan Surat Pernyataan Sikap Pedagang Pasar Bawah.

Menanggapi pernyataan sikap yang disampaikan pedagang Pasar Bawah itu, M. Nur Idris menyampaikan keprihatinan sekaligus berjanji akan menyampaikan pernyataan sikap para pedagang Pasar Bawah ini kepada Pimpinan DPRD Kota Bukittinggi untuk diteruskan kepada Pemerintah Kota Bukittinggi. Ia berharap pedagang bisa sabar dan tenang menunggu hasil rapat kerja yang akan diadakan secepatnya.

“Saya mewakili pimpinan dan anggota DPRD Kota Bukittinggi menyampaikan terima kasih atas kedatangan para pedagang menyampaikan aspirasi dan pernyataan sikapnya. Hari ini saya akan langsung sampaikan kepada pimpinan dan meminta untuk segera dilakukan rapat antara DPRD dengan Pemko membicarakan masalah yang dirasakan pedagang saat ini. Bila perlu rapat itu nanti kami usulkan bisa dihadiri perwakilan pedagang” ujar M. Nur Idris.

Usai menerima pernyataan sikap pedagang Pasar Bawah, M. Nur Idris langsung menyampaikan kepada Ketua DPRD Bukittinggi. M. Nur Idris memastikan bahwa besok (Jumat 11/1) akan diadakan pertemuan DPRD dengan Pemko membicarakan harapan dan sikap pedagang Pasar Bawah.

Kepala Dinas Koperasi,UMKM dan Perdagangan,Muhammad Idris yang di komfirmasi Dekadepos terkait dengan Penolakan kenaikkan tarif Pasar itu. Mengatakan,pedagang melapor ke DPRD merupakan haknya.Tetapi yang jelas kenaikan Retribusi Pasar itu sudah melalui pengkajian yang matang dan melalui berbagai pertimbangannya,kata Muhammad Idris.

Kemudian,kenapa Pedagang tidak dilibatklan dalam menaikan tarif Pasar ini. Kata Muhammad Idris,tarif Pasar ini diatur oleh perwako.jadi untuk menaikan tarif pasar itu tidak diperlukan keikutsertaan para pedagang,kecuali itu merupakan Peraturan Daerah (perda) barulah kita melibatkan para pedagang, ungkap Muhammad Idris.

Menurut Muhammad Idris lagi, kenaikan itu juga rasanya tidak memberat kan pedagang,misalnya untuk Retribusi pedagang lapangan harian, retribusinya dari Rp.1.500,- dinaikan menjadi Rp.3.000,- sehari. Begitu juga dengan pedagang Bulanan dari Rp.8.500 /M2 dinaikan menjadi Rp.20.000,-/M2,kata Muhammad Idris menambahkan surat Kenaikan retribusi itu ditempelkan di Dinding Toko sebagai pengumuman untuk pedagang.( Edis )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *