Selamat Jalan Riki, Tulang Punggung Keluarga Itu Pergi Untuk Selamanya

oleh

Limapuluh Kota, dekadepos.com

Suasana haru, gelisah dan was-was terus menghantui pihak keluarga Sabdul Riki, menanti kabar keberadaannya setelah dinyatakan hilang terseret arus dalam peristiwa banjir yang melanda nagari Pangkalan, Minggu (3/2/2019) lalu.

Masyarakat, tetangga, dan keluarga silih berganti datang kerumah korban, termasuk kepala daerah. Raut wajah kegilisahan terpampang jelas di rumah itu, tidak ada yang tahu kabar Riki begitu dirinya akrab disapa.

Doa tak henti-henti dipanjatkan, agar keberadaan putra pertama pasangan Sepridayanti dan Husein ini segera ditemukan.

Begitulah suasana yang terlihat ketika media ini, berkesempatan kala itu mendampingi kepala daerah, bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi yang langsung datang ke rumah duka, menyaksikan bagaimana kesidahan keluarga korban menunggu kabar darinya.

Meski tidak banyak bisa bercerita, Yuni adik perempuan korban yang saat ini masih berstatus pelajar SMK menceritakan kesedihan yang dihadapi keluarganya.

“Abang sekarang dimana, Kami merindukanmu, kemarin engkau masih ada disini, tertawa bersama kami. Pulanglah,”ujarnya dengan mata berkaca-kaca dan sedikit tersendak menahan tangis didampingi adik bungsunya Danil.

Menurut Rini, abangnya itu merupakan anak yang baik dan bertanggung jawab terhadap keluarganya. Betapa tidak, semenjak ayahnya mengalami penyakit gangguan pernafasan, dan tidak bisa lagi bekerja menghidupi kelurganya, Sabdul Riki yang mengantikan posisi ayahnya.

“Semenjak bapak berhenti bekerja beberapa tahun lalu, Abanglah yang menghidupi kami sekeluarga. Dia juga yang membiayai sekolah kami berdua, “ungkapnya.

Meski hanya bekerja di sebuah Depot Air Minum namun semangat Riki tak pernah menyerah dalam membiayai kedua orang tua beserta kedua adiknya.

“Ibu bekerja sebagai pencuci pakain ke rumah warga, namun itu tidak setiap hari, abanglah yang menaggung kehidupan kami sekeluarga, “ungkapnya.

Diakhir ceritanya, Rini juga berharap agar abangnya segera ditemukan tim gabungan dengan selamat. Namun kehendak berkata lain, tulang punggung keluarga itu pergi selama-lamanya, dirinya dinyatakan meninggal setelah ditemukan Pada Rabu(6/2/2019) sekitar pukul 14.30 Wib di daerah Tanjung Balik, Kecamatan Pangkalan Koto Baru. Selamat Jalan Riki, semoga jasa-jasa dibalas disisinya!

Seperti diberitakan sebelumnya,
Usaha tim gabungan yang melibatkan personil Tim Reaksi Cepat BPBD, Basarnas Limapuluh Kota, Bukittinggi Rescue Team, Polsek Pangkalan, PMI Unit Politani, Tagana, Sekber, KSB/IKA 00/03, Koramil dan Damkar serta relawan dalam mencari korban hanyut, akhirnya membuahkan hasil.

Kepala Pelaksana BPBD Limapuluh Kota didampingi, Kabid Kedaruratan dan logistik, Rahmadinol serta walinagari pangkalan Rifdal Laksamano dan Sekretaris Nagari Hari Mandala menyebutkan keduanya ditemukan sudah menjadi mayat di daerah Kenagarian Tanjung Balik, Kecamatan Pangkalan Koto Baru.

Menurut Joni Amir, kedua korban ditemukan tidak jauh dari didaerah tersebut. Dimana korban Riki ditemukan duluan sekira puku 14.30 Wib barulah korban Deby Sapendra ditemukan pada pukul 15.30 dengan jarak 16 KM dari penemuan mayat Riki.

Dengan ditemukannya kedua korban hanyut itu, status tanggap darurat pencarian korban dknyatakan ditutup.

Sebelumnya dilaporkan, tiga orang warga Jorong Lakuak Gadang ,  1 orang korban bernama Fikri (19 tahun) yang terseret harus sepanjang 1 km, sudah ditemukan dengan kondisi selamat dan 2 orang korban lainnya masing-masing bernama Sabdul Riki (17 tahun) dan Debi Syafendra (17 tahun).

Peristiwa hanyutnya ke tiga warga Jorong Lakuak Gadang tersebut, berawal ketika ketiga korban hendak menolong atau mengevakuasi warga yang terjebak banjir dengan mengunakan sebuah perahu atau sampan.

Namun di luar dugaan, sampan yang dipergunakan ketiga korban untuk mengevakuasi warga yang terkepung banjir tersebut, tiba-tiba terhempas oleh terjangan luapan arus yang deras, sehingga sampan yang mereka tumpangi patah dan hancur dan ketiga korban terseret arus hingga akhirnya dua korban terkahir ditemukan Rabu Siang dalam kondisi meninggal dunia. (dkd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *