UAS Diberi Gelar Buya, Irdinansyah Tarmizi: Jangan Dipendek Jadi BUAS!

oleh

Batusangkar, Dekadepos.com

Kita tahu Ustadz Abdul Somad merupakan ustadz besar saat ini, karena kebesarannya itu maka yang paling tepat gelarnya bukan lagi Ustadz tetapi BUYA lebih tinggi dari gelar Ustadz yang disandangnya sekarang.

Untuk itu, Ustad Abdul Somad, kita beri gelar BUYA, namun jangan pula dipanggil Buya Ustadz Abdul Somad apa lagi dipendekan menjadi BUAS, cukup kita panggil Buya Abdul Somad atau Buya UAS,” tutur Bupati Irdinansyah Tarmizi ketika memberikan hantaran kata dalam Tabligh Akbar UAS memperingati tiga tahun Duet Irdinansyah – Zuldafri, Sabtu (2/3/2019) di lapangan Cinto ( Cindua Mato) Batusangkar.

Pemberian gelar Buya, sebut Bupati di hadapan sekitar 50.000 an ummat, karena Minangkabau  punya ulama terkenal yakni, Buya Hamka, sehingga nanti gelar  ustadz Abdul Somad setara dengan Buya Hamka dan almarhum Buya Zainuddin MZ, ucap Irdinansyah disambut Tabligh hadirin..Allahu Akbar …Allahu Akbar…Allahu Akbar.

Bupati menjelaskan Tabligh Akbar malam itu juga memperingati tiga tahun kepemimpinannya bersama Wabup Zuldafri Darma. Irdinansyah memohon doa kepada hadirin Tabligh agar duet bupati-wabup mampu  memimpin Tanah Datar sampai akhir masa jabatan tahun 2021.

“Keberhasilan yang kami raih dalam tiga tahun ini bukan lantaran bupati dan wabupnya tetapi karena kehebatan Masyarakat Luhak Nan Tuo”,ujar Irdinansyah seraya menyebutkan Tanah Datar maju dengan program Tahfidz Alquran.

Sekitar pemberian gelar Buya oleh bupati Irdinansyah, Buya Abdul Somad menyampaikan penghargaan kepada bupati dan masyarakat Tanah Datar. ” Apresiasi ini bagi saya terlalu berat, karena saya belum sehebat Buya Hamka yang serba bisa, beliau Ulama besar memiliki empat gelar doktor, penulis tafsir Quran 30 juzz, penceramah agama, penulis Novel Tenggelamnya kapal Vander Wick yang spektakuler,”terang Buya UAS panjang lebar.

Buya UAS mengharapkan setelah kedatangannya ke Batusangkar, hubungan baik ini hendaknya dapat terus terjalin dengan baik sampai akhirat, karena kehadirannya ke Luhak Nan Tuo tidak lah asing, soalnya dirinya berasal dari Minangkabau juga.

Kepada dunsanaknya di Luhak Nan Tuo, Buya UAS mengharapkan tetap bisa memotivasi pemda Tanah Datar demi kemajuan daerah.Tanah Datar sebagai kabupaten Tahfidz bisa didukung dunsanak ambo dengan memberikan bantuan berupa infak demi jayanya program tahfidz di Luhak Nan Tuo, minta Buya Luhak Nan Tuo itu.

Sementara ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra SH mengucapkan syukur ke hadirat Allah SWT dengan kehadiran Buya UAS dilimpahi rahmat Allah, karena alam betul-betul bersahabat tindak ada turun.

Hadirnya Buya UAS di lapangan Cinto, ucap Anton, adalah karunia Allah dan dapat memberikan tausiah kepada ummat Islam Tanah Datar ” Kehadiran Buya UAS sudah kami tunggu dua tahun lamanya sejak tahun 2017. Sekarang lah saatnya bisa mendengar tausiah agama bermanfaat bagi masyarakat”,ucap Anton.

Tabligh Akbar semarak itu diikuti sekitar 50.000-an ummat, dihadiri Ketua DPRD Sumbar Hendra Irwan Rahim,ketua KKTD Yuharman SH, Ketua PN Batusangkar Tiwik SH,M Hum,Ketua Pengadilan agama,Wabup Zuldafri Darma, Forkopimda, Wakapolres Kompol Arifin Daulay, OPD, tokoh masyarakat,Kapuskodal ops Yon Hendri. (hatiar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *