A2K4 Sumbar Gelar Bimtek

oleh

Bukittinggi,Dekadepos.com.

Asosiasi Ahli Keselamatan Kesehatan Kerja Kontruksi (A2K4) Sumatera Barat bekerjasama Gabungan Pelaksana Kontruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kab. Agam,menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) sistem menajemen keselamatan dan kesehatan kerja kontruksi (SMK3) angkatan ke VII. Kegiatan yang diikuti sekitar 140 orang peserta itu,dilaksanakan di aula kampus IAIN Bukittinggi,dari tanggal 4 hingga 6 Maret 2019.

Ketua A2K4 Sumatera Barat, Nasirman Chan,pada kesempatan itu menye butkan,sistem menajemen keselamatan dan kesehatan kerja kontruksi (SMK3) ini, merupakan suatu keharusan bagi para penyedia jasa kontruksi, sesuai dengan amanat Undang Undang. Dengan adanya petugas K3, tentunya mereka akan be kerja sesuai dengan aturan keselamatan dan meminimalisir kecelakaan kerja.

“Saat ini di Sumatera Barat tercatat ada 4.000 rekanan penyedia jasa kon truksi .Dari jumlah itu, paling banyak baru sekitar 500 rekanan yang memiliki petu gas K3. Ini yang kami upayakan, agar seluruh penyedia jasa memiliki minimal satu petugas K3. Untuk itu kita targetkan tahun ini ada 3000 petugas K3 yang telah di sertifikasi di Sumatera Barat,” ungkap Nasirman Chan.

Bimtek kali ini, diikuti sekitar 140 orang peserta dari Sumbar bagian utara. Peserta 96 porsen berasal dari penyedia jasa kontruksi,  sehingga diharapkan da pat memenuhi kompetensi masing-masing penyedia kontruksi, khususnya terkait K3.tambah Nasirman Chan.

Wakil Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Kontruksi (LPJK) Sumatera Barat, Afwidal,pada kesempatan itu,mengapresiasi kegiatan bimtek yang diadakan ini. Karena dengan adanya petugas K3 ini, tentu dapat meminimalisir kecelakaan ker ja dan juga kerugian materil lainnya.

“Petugas harus memiliki sertifakat K3 yang untuk Sumatera Barat disertifika si oleh Balai Jasa Kontruksi wilayah I Banda Aceh. SMK3 sagat diperlukan sesuai amant UU, sehingga tidak ada lagi kecelakaan kerja dan membahayakan nyawa pekerja serta kerugian materil dalam kontruksi. Namun tidak hanya sertifikatnya saja, tapi ilmunya harus diterapkan di lapangan nantinya,” ujar Afwidal.

Sementara itu,Kasubdit Kontruksi Berkelanjutan Kementrian PU-PR, Brawi jaya, menyampaikan, saat ini, memang sudah ada beberapa petugas K3, namun kompetensinya harus lebih ditingkatkan. Sampai 2018, Sumatera Barat baru memi liki 118 orang petugas K3 dan diharapkan, Petugas K3 itu dapat melanjutkan kom petensinya ke jenjang ahli K3.

Dikatakan,Kementerian PU-PR  akan memberikan penghargaan kepada pe nyedia jasa kontruksi yang memiliki petugas K3. Sebaliknya, bagi yang tidak memi liki, akan diberi sanksi, karena memang K3 sangat diperlukan untuk membudaya kan keselamatan kerja. Sehingga target kita di kementerian untuk zero accident dalam pekerjaan dapat terealisasi,ungkap Brawijaya.

Sertifikat K3 dalam proses lelang, memang tidak menjadi syarat yangmutlak . Namun, saat di lapangan nanti, akan ada tim pemeriksa terkait petugas K3 dan sistem manajemen pelaksanaannya,tambah Brawijaya.

Delfa Oktra, Ketua Gapensi Agam kepada Media menyebutkan, Bimbingan Teknis (Bimtek) sistem menajemen keselamatan dan kesehatan kerja kontruksi (SMK3) angkatan ke VII,diikuti se,kitar 140 orang peserta rekanan kontraktor yang berasal dari,Kota Bukittinggi,Payakumbuh,Padang panjang, Kab.Agam, Pasaman, Pasaman Barat,Tanah Datar dan Kab.50 Kota serta dari Riau.Kegiatan diadakan selama 3 hari,mulai hari Senin (kemaren-red) sampai Rabu (6/3) besok,kata Delfa Oktra.(Edis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *