Hati-hati, Sembelih Sapi Betina Produksi di Payakumbuh Bisa Dipidana

oleh

Payakumbuh, dekadepos.com

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Pertanian Kota Payakumbuh menghimbau dan memperingati para peternak untuk tidak melakukan penyembelihan kepada sapi betina Ruminansia Produktif.

Pasalnya saat ini sudah ada aturan yang menjerat peternak ke ranah pidana jika tetap menyembelih sapi Ruminansia Betina Produktif.

Untuk pengawasannya, pihak kepolisian akan ditempatkan di Rumah Potong Hewan, Pasar Ternak dan Peternakan Swasta. Ini langkah untuk menjaga dan mengembangkan populasi sapi di Sumbar yang setiap tahun terus menurun.

“Ini langkah pemerintah untuk mempertahankan dan menambah populasi sapi. Jika terjadi penurunan populasi, maka potensi import daging akan semakin besar,” kata Kabid Keswan dan Kesmavet Pemprov Sumbar, M Kamil saat Sosialisasi dan Advokasi Pengawasan Pemotongan Ruminansia Betina Produktif di Bakinco Resto, Kota Payakumbuh, Kamis (14/03/2019).

Dijelaskannya, bagi masyarakat dan peternak yang menyembelih sapi Ruminansia betina Produktif telah melanggar UU no 18 tahun 2009 jo UU 41 tahun 2014 tentang larangan menyembelih sapi/kerbau betina produktif. Para pelaku penyembelih bisa dikenakan 1 sampai 3 tahun penjara dan denda antara Rp 100 sampai Rp 300 juta.

Sedangkan yang menganiaya atau menyalahgunakan hewan yang mengakibatkan sapi betina tersebut cacat atau mandul, akan didera pidana 1 sampai 6 bulan penjara dan denda Rp 1-5 juta.

“Aturan ini sengaja dimunculkan kembali ke permukaan karena saat ini Sumatera Barat sedang krisis sapi karena masih banyaknya peternak yang menyembelih sapi Betina Produktif,” kata M Kamil.

Dari data Dinas Peternakan Sumbar, per tahun sekitar 120 ribu ekor sapi dipotong untuk kebutuhan masyarakat Sumbar. Dari angka ini, 30 persen dipotong saat hari raya idul Fitri. Sedangkan yang lainnya dipotong di rumah potong hewan dan…..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *