Arsila Oktavia, Bocah Keluarga Miskin Penderita Kelainan Ginjal Tunggu Uluran Tangan Para Dermawan

oleh

LIMAPULUH KOTA, dekadapos.com-

Jika dilihat secara fisik, selintas bocah yang belum genap berumur 2 tahun bernama Arsila Oktavia buah hati pasangan Edi dan Lastri warga Jorong Koto Kociak, Nagari Batubalang, Kecamatan harau, Kabupaten Limapuluh Kota ini, terlihat sehat-sehat saja.

Disamping bocah ini terlihat gemuk dan menggemaskan, namun tentu tidak ada yang menyangka jika bocah yang lahir dari rahim wanita petani miskin ini, sebenarnya tengah mengalami sakit kelainan ginjal yang setiap saat selalu mengerang menahan derita penyakitnya.

Sebagai orang tua, ungkap Edi dan Lastri kepada awak media, pasangan suami istri ini tidak tega melihat anaknya yang selalu menanggis menahan rasa sakit atas kelainan ginjal yang dideritanya. Namun, suami-istri ini tidak boleh pasrah menunggu takdir. Untuk itu, mereka akan terus berjuang membantu buah hatinya untuk berobat, agar lepas dari sakit yang dideritanya.

“Meskipun butuh uang banyak untuk biaya berobat ke rumah sakit, agar buah hati kami ini dapat sembuh dan bisa menjalani kehidupan seperti anak balita normal lainnya, kami akan terus berupaya walaupun penghasilan sebagai seorang petani hanya mampu untuk menopang biaya hidup sehari-hari, tapi kami rela berkorban apa saja untuk keselamatan anak kami Arsila Oktavia,” ungkap Edi dan Lastri dengan bola mata berkaca-kaca atas ketidakberdayaan ekonominya.

Diakui Edi dan Lastri, meskipun keluarga kecilnya tergolong keluarga tidak mampu atau ekonomi lemah dan tidak memiliki jaminan layanan kesehatan gratis dari pemerintah termasuk jaminan kesehatan dari BPJS, namun upaya untuk menyelamatkan jiwa Arsila Oktavia, akan terus dia lakukan.

“ Setelah berobat di rumah sakit di Payakumbuh, Arsila Oktavia, harus dirujuk ke RSU M.Jamil Padang, karena di rumah sakit tersebut peralatan dan tenaga medisnya lengkat,” ungkap Edi dan Lastri.

Mau tak mau, dengan uang seadanya, Edi dan Lastri, Rabu (13/3) telah membawa Arsila Oktavia untuk berobat ke RSU M. Jamil Padang. Bahkan berbekal selembar surat keterangan keluarga tidak mampu yang diterbitkan Walinagari Batubalang, Peri Saputra, diketahui Camat Harau, keluarga miskin ini berharap akan mendapat kemudahan dan keringanan biaya dari pihak RSU M. Jamil Padang.

“Meskipun kondisi ekonomi keluarga kami tidak mampu, namun Arsila Oktavia, harus kami bawa berobat untuk menyelamatkan jiwanya,” ungkap Edi dan Lastri dengan bola mata berkaca-kaca.

Diakui Edi dan Lastri, dia tidak tahu seberapa banyak uang yang harus ia keluarkan untuk biaya berobat anak yang paling dia sayangi itu, setelah menjalani pengobatan di RSU M. Jamil Padang.

“Untuk itu, melalui bantuan kawan-kawan media, kami sangat berharap kisah nestapa yang diderita Arsila Oktavia dipublikasikan di media masa. Siapa tahu, akan ada pembaca yang tersentuh rasa kemanusiannya dan rela berkorban sedikit rejeki untuk meringankan biaya pengobatan anak kami, Arsila Oktavia,” harap Edi dan Lastri penuh harap.

Edi dan Lastri sangat menyadari bahwa, kekuasaan Tuhan itu pasti ada dan akan ada orang-orang berjiwa sosial mau mengorbankan sedikit rejekinya untuk membantu biaya Arsila Oktavia.

Siapa tahu, atas belaian kasih dari para dermawan yang rela mengorbankan sedikit rejekinya itu, tentu nasib dan jiwa anak kami Arsila Oktavia, akan dapat diselamatkan. Dan, kami berdoa, agar kerelaan dan kemurahan hati para dermawan yang rela mendermakan sedikit rejekinya itu, akan dibalas dengan rejeki yang berlipat ganda oleh Allah SWT. Semoga..Amin!

Bagi pembaca yang berniat membantu biaya pengobatan Arsila Oktavia, dapat menyalurkan bantuannya melalui rekening BRI atas nama Edi dengan nomor rekening 1686-01-004892-53-9. (edw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *