“Perang” Narkoba di Luak 50, Sudah Padusi, Padusi Lo Liak

oleh

Payakumbuh, Dekadepos.com

Keterlibatan perempuan dalam bisnis haram yang bernama Narkoba, sudah sangat mengerikan, sebab dari beberapa hari terakhir dua Polres di Luak Limopuluah (Polres Payakumbuh dan Polres Limapuluh Kota.red) yang melakukan pengkapan terhadap pengedar, kurir maupun pemakai Narkoba selalu melibatkan perempuan. Yang teranyar, Sepasang Suami Istri (Pasutri) pengedar dan pemakai Narkoba ditangkap bersama adik Iparnya karena mengedarkan barang haram jenis sabu-sabu di Jorong Balai Malintang Nagari Sitanang Kecamatan Lareh Sago Halaban Kabupaten Limapuluh Kota, ketiga tersangka ditangkap Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Payakumbuh dengan sejumlah barang bukti Sabu-sabu siap edar.

Baca juga: Bisnis Haram Narkoba, Pasutri Seret Adik Ipar

Beberapa hari sebelumnya, Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Limapuluh Kota juga menangkap seorang Emak-emak Residivis Kasus Narkoba, ia dibekuk karena kembali terlibat dalam bisnis Narkoba. Dari tangannya diamankan sejunlah barang bukti Narkoba dan timbangan digital.

Kini, Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Limapuluh Kota yang dipimpin langsung Kasat Resnarkoba, Iptu. Hendri Has kembali membekuk/menangkap pengedar Narkoba jenis Sabu-sabu yang juga seorang padusi (perempuan.red), selain tersangka berinisial EN (37) warga Jorong Kampuang Tangah Nagari Talang Maur Kecamatan Mungka Kabupaten Limapuluh juga diamankan dua orang laki-laki yakni A (51) Warga Jorong Dusun Nan Duo Nagari Simpang Kapuak, VDP (26) beralamat di Jorong Kampuang Tangah Nagari Talang Maur.

Ketiga tersangka ditangkap Jumat 10 Mei 2019 sekitar pukul 05.00 Wib di dua rumah berbeda di
Jorong Dusun Nan Duo Nagari Simpang Kapuak Kecamantan Mungka dan di Jorong Kampung Tangah Nagari Talang Maur. Dari penggeledahan yang dilakukan dan disaksikan perangkat Nagari setempat, berhasil diamankan sejumlah barang bukti, diantarannya 2 (dua) paket kristal bening yang diduga narkotika jenis sabu yang dibungkus dengan plastik bening yangg di simpan dalam dompet warna hitam, 1 (satu) pak plasik warna bening yang diduga persedian untuk memaket narkotika jenis sabu, 1 (satu) unit handphone merk samsung warna hitam, Uang tunai sejumlah Rp 4 juta rupiah yang diduga uang hasil transaksi narkotika jenis sabu.

Para tersangka ditangkap setelah warga yang resah melaporkan aktivitas mereka yang diduga terakit Narkoba, dari infromasi itu Polisi melakukan penangkapan tersangka AF, kemudian dilakukan penggeledahan yang disaksikan perangkat nagari setempat, dan dilakukan penyitaan terhadap barang bukti yang ditemukan, Selanjutnya dilakukan pengembangan dan dilakukan penangkapan terhadap dua tersangka lainnya.

“ Iya, kita kembali menangkap tiga orang tersangka Narkoba, salah satunya adalah seorang perempuan yang juga residivis kasus yang sama. Dari tangan tersangka kita amankan sejumlah barang bukti Narkoba dan lainnya.”. sebut Kapolres Limapuluh Kota, AKBP. Haris Hadis melalui Kasat Resnarkoba, Iptu. Hendri Has dan Kasubag Humas, AKP. Yuhelman, Jumat sore 10 Mei 2019.

Hingga kini ketiga tersangka beserta barang bukti masih diamankan di Mapolres Limapuluh Kota untuk pemeriksaan lebih lanjut. (Edw).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *