Sopir Inspiratif, Naik Tahta jadi ‘Owner’ PT. Sinamar Miliki 110 Unit Armada

oleh

SETIAP orang yang mau bekerja keras, tekun, ulet, dan tentunya didukung oleh niat dan berdo’a, pasti akan diberi rezeki oleh Tuhan yang Maha Kuasa. Bahkan, tanpa dia sadari, jumlah rezeki yang diberikan Allah SWT, ternyata jauh melebihi dari yang dia harapkan.

Kisah penuh inspiratif kali ini muncul dari seorang sopir angkutan pedesaan (angdes) dari Kabupaten Limapuluh Kota, Propnsi Sumatera Barat. Dia adalah Azizman,SH. Datuak Majo Kayo, yang kini naik tahta menjadi Owner PT. Sinamar dan memiliki 110 unit armada bus.

Diwawancarai di sebuah warung kecil di komplek kantor Bupati Limapuluh Kota yang lama Jalan Jenderal Sudirman Payakumbuh, pria sederhana yang suka bergaul dan terkesan tidak sombong ini mengungkapkan bahwa, usaha jasa transportasi atau angkutan umum PT. Sinamar yang dikelolanya, Alhamdulliah, grafik usahanya setiap tahun terus berkembang.

“Usaha jasa transportasi angkutan umum PT. Sinamar ini saya rintis dan bangun ketika masih menjadi sopir angkutan pedesaan trayek Suliki-Payakumbuh tahun 2001 lalu,” ungkap Azizman,SH. Datuak Majo Kayo.

Pada tahun 2001 lalu itu, ulas Azizman,SH. Datuak Majo Kayo, dia mengaku mendapat kepercayaan dari sebuah Bank, untuk diberikan pinjaman guna pengadaan 5 unit mobil mini bus engkel yang akan dikelola untuk usaha angkutan umum pedesaan (Angdes).

Sebagai seorang sopir yang ingin merobah nasib, tawaran modal usaha pihak Bank tersebut langsung dia terima dan membeli 5 unit mobil jenis engkel merk Isuzu dan Mithsubisi dengan merek usaha PT. Sinamar berpusat di Kabupaten Limapuluh Kota.

“Alhamdulliah, usaha angkutan pedesaan (Angdes) PT. Sinamar dengan izin trayek Suliki ke Payakumbuh itu, berkembang dengan baik,” ungkap Azizman,SH. Datuak Majo Kayo.

Diakuinya, karena prospek usaha angkutan umum yang dikekolanya ini cukup baik, maka pada tahun 2008 dia menambah mobil armada PT. Sinamar sebanyak 16 unit lagi untuk melayani trayek Angkutan Kota Dalam Propinsi (AKDP) Payakumbuh-Padang.

“ Pada saat usaha angkutan umum PT.Sinamar tampak berkembang, pada waktu itu ada pengusaha dari Bukittinggi ikut join usaha dengan mengabungkan 40 unit kendaraan miliknya ke PT. Sinamar. Namun sayangnya, join usaha itu tidak bertahan lama. Tapi, meskipun memiliki keterbatasan ardama hanya 16 unit waktu itu, saya terus menjalankan usaha dengan tekun sekaligus merangkap sebagai sopir,” ungkap Azizman,SH. Datuak Majo Kayo.

Seiring berjalannya waktu, ulas Azizman,SH. Datuak Majo Kayo mengisahkan, pada tahun 2009 atas bantuan modal usaha dari pihak perbankkan, PT. Sinamar kembali menambah armadanya sebanyak 36 unit. Dan izin trayek juga dikembangkan menjadi AKAP (Angkutan Kota Antar Propinsi) yakni Pekanbaru, Dumai, Duri, Pasir Pangiraian, Sungai Rumbai, Siak, Pelalawan dan sejumlah Kota dan kabupaten lainnya yang ada di Propinsi Riau.

Diakui Azizman,SH. Datuak Majo Kayo, setiap tahun usaha PT.Sinamar yang dikelolanya terus berkembang. Artinya, setiap tahun dia berhasil menambah jumlah armadanya, sehingga sampai pada tahun 2019, PT. Sinamar yang dikelola bersama istri tercintanya, Leni Hartati, sudah memiliki 110 unit armada bus yang setiap hari siap melayani para pelanggannya.

“ Belum lama ini saya juga telah membeli sebanyak 16 unit mobil baru untuk Bus Pariwisata jenis SE yang dilengkapi dengan fasilitas yang nyaman dengan posisi tempat duduk yang lapang dengan ukuran 1-2,” ungkap Azizman,SH. Datuak Majo Kayo.

Diakuinya, bagi yang membutuhkan angkutan Bus Pariwisata PT.Sinamar, dapat menghubungi kantor pusat PT. Sinamar melalui telepon 0752-780 393 atau lewat kontak HP nomor 0852 6516 1666.

Ketika ditanya apa kiat dan kunci sukses yang telah dilakukan Azizman,SH. Datuak Majo Kayo, sehingga berhasil mengelola usahanya yang awalnya hanya sebagai seorang sopir dan kini naik tahta menjadi Owner PT. Sinamar memiliki 110 unit armada.

“Jawabnya sangat sederhana yakni, mau bekerja keras, tekun dan sungguh-sungguh. Sampai saat ini, saya masih turun ke lapangan melakukan pemantauan terhadap kendaraan-kendaraan yang melakukan aktifitas, termasuk memantau para sopir atau dreiver serta kariawan, apakah mereka yang jumlahnya ratusan orang itu sudah bekerja dengan baik sebagai pelayanan masyarakat,” imbuh Azizman,SH. Datuak Majo Kayo.

Hakikinya keberhasilan itu, ulas ayah Zulandry Pahesa, Kepta Sejianto dan Rhinda Ketrianlezy ini, juga karena kegigihan melakukan pembinaan kepada seluruh kariawan yang terlibat dalam manajemen PT. Sinamar.

“Sebagai lembaga yang bergerak dalam usaha jasa yang mengutamakan pelayanan yang baik dan memuaskan kepada para konsumen, semua kariawan harus mematuhi aturan yang sudah dibuat manajemen PT.Sinamar, “ tegas Azizman,SH. Datuak Majo Kayo.

Dikatakannya, setiap kantor cabang atau pool, termasuk di dalam mobil angkutan PT. Sinamar telah disiapkan kotak Layanan Pengaduan. Setiap hari, kotak Layanan Pengaduan itu dicek apakah ada pelanggan yang membuat laporan kritik atau pengaduan yang tidak menyenangkan atau memuaskan dari tindakan para sopir dan kariawan kantor atau petugas pool.

“Jika ditemukan, sopir dan kariawan yang dilaporkan bersikap kurang baik, maka akan diproses dan diberi sanksi teguran SP1, SP2 dan SP3. Sanksinya diskor bekerja dari satu minggu sampai 15 hari,” ujar Azizman,SH. Datuak Majo Kayo.

Azizman,SH. Datuak Majo Kayo juga mengungkapkan bahwa keberhasilannya membangun usaha angkutan PT.Sinamar ini tidak terlepas dari peranan istinya, Leni Hartati, yang bertugas memegang manajemen.

“Masalah administrasi perusahaan, saya serakan kepada istri. ” ujar Azizman,SH. Datuak Majo Kayo.

Menurut Azizman,SH. Datuak Majo Kayo, dari 110 unit armada PT.Sinamar yang saat ini dia kelola, sedikitnya sebanyak 500 orang tenaga kerja atau kariawan mengantungkan harapan dan hidup diperusahaan PT.Sinamar ini.

“ 500 orang kariawan tersebut selain sopir atau driver yang bertugas mengendel setiap 1 unit mobil ditangani 3 orang sopir, berikut juga ada tenaga tehknisi, dan puluhan agen-agen dan petugas di fuul-fuul, pekerja bengkel serta tenaga administrasi kantor. Rata-rata mereka menerima gaji Rp 3 juta sampai Rp5 perbulan. Sedangkan untuk tenaga tukang cuci mobil, dibayar setiap 1 unit mobil Rp 30 ribu rupiah,” ungkap Azizman,SH. Datuak Majo Kayo.

Azizman,SH. Datuak Majo Kayo juga mengungkapkan, untuk kesejahteraan kariawannya yang bergabung dengan perusahaan PT.Sinamar, sudah membuka Koperasi yang bergerak dalam usaha pelayanan simpan pinjam dan kesehatan keluarga.

“ Alhamdulliah, usaha koperasi ini sudah berjalan dengan baik dan mampu mengatasi persoalan ekonomi, pendidikan dan kesehatan keluaga para kariawan PT. Sinamar” ungkap Azizman,SH. Datuak Majo Kayo.

Diakhir wawancara, pria yang suka berorganisasi dan kini dipercaya menjabat Ketua Dewan Pimpinan Cabang Penerus Pejuang Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia (DPC-PPKRI) Bela Negara Kabupaten 50 Kota/Kota Payakumbuh itu, bertekad akan terus mengembangkan usaha PT. Sinamar yang dikelolanya.

“Saya punya mimpi, suatu saat nanti, armada PT. Sinamar akan ‘mengaspal’ di Propinsi lainnya seperti Sumut, Jambi, Lampung, Palembang dan Tanjung Karang, hingga sejumlah kota dan kabupaten lainnya di pulau Jawa,” pungkas Azizman,SH. Datuak Majo Kayo yang digadang-gadang telah dilirik banyak tokoh untuk menjadi pasangan calon Wakil Bupati Limapuluh Kota pada Pilkada 2020 mendatang. (doddy sastra)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *